KONGRES RAKYAT BANTEN V TUNTUT EKSEKUSI HUKUM

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:27 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

STOP WACANA, SAATNYA PERDA DAN SANKSI

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tangerang,

Para pendiri Provinsi Banten, Kasepuhan, dan Ulama akan kembali menggelar Kongres Rakyat Banten V pada 17 Oktober 2026. Momentum ini dinilai sebagai titik balik: dari sekadar berdebat menjadi mengeksekusi solusi nyata untuk kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pembangunan di Banten.

 

Tokoh Masyarakat Tangerang, Kurtubi, menegaskan bahwa tanpa dasar hukum yang jelas, semua konsep akan menjadi angin.

 

“Konsep tanpa dasar hukum itu angin. Solusi tanpa payung hukum itu wacana. Rakyat tidak butuh pasal baru, rakyat butuh bukti di lapangan,” ujar Kurtubi.

 

Dasar Hukum Sudah Lengkap, Yang Kurang Eksekusi

 

Kurtubi memetakan 4 pilar hukum yang sudah bisa langsung dipakai hari ini:

 

Pertama, UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 33 

Negara wajib menjamin tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan layak. Jika angka kemiskinan Banten masih di atas 10% dan pengangguran terdidik tinggi, maka secara konstitusi Pemprov gagal memenuhi amanat tersebut. Ini bisa menjadi bahan interpelasi DPRD.

 

Kedua, UU Ketenagakerjaan UU 13/2003 jo UU 6/2023 dan PP 34/2021

Ini senjata paling tajam. Kewenangan Pemprov membuat Perda untuk mewajibkan pelaporan lowongan ke Disnaker, verifikasi KTP Banten, dan kuota 70% tenaga kerja orang Banten. Tanpa sanksi administratif berupa pencabutan insentif dan izin, maka “70% tenaga kerja Banten” akan tetap jadi slogan pabrik.

 

Ketiga, UU Pemerintahan Daerah UU 23/2014

Pasal 12 jelas menyebut penanggulangan kemiskinan, ketenagakerjaan, pendidikan, dan kesehatan adalah urusan wajib Pemprov. Jika tidak berjalan, Mendagri dan DPRD memiliki dasar hukum untuk melakukan evaluasi kinerja Gubernur dan OPD.

 

Keempat, UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah UU 1/2022

Ini pisau APBD. Jika belanja pegawai dan barang jasa masih di atas 60%, maka semangat pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan telah dilanggar. Bisa dipaksa audit kinerja anggaran, bukan hanya audit keuangan.

 

Tiga Perda Prioritas Harus Lahir Dari Kongres

UU tanpa Perda adalah macan ompong. Kongres menuntut DPRD dan Pemprov segera membahas:

 

Perda Ketenagakerjaan: Wajib ada satu data pencari kerja, BLK yang link and match dengan industri, kuota 70% tenaga kerja Banten, dan sanksi yang jelas. Siapa yang mengawasi dan siapa yang memberi sanksi harus disebut tegas.

 

Perda Penanggulangan Kemiskinan: Target harus angka, bukan narasi. Contoh: 100 ribu KK keluar dari kemiskinan dalam 2 tahun. DTKS divalidasi 6 bulan sekali agar tidak menjadi data abadi.

 

Perda Investasi Berkeadilan: Kewajiban AMDAL sosial, serapan tenaga kerja lokal, dan CSR 50% untuk desa lingkar. Ini jawaban langsung untuk ketimpangan pembangunan Utara-Selatan.

 

Soal “Daerah Istimewa Banten Jangan Jadi Slogan

Dasar hukumnya ada di UU 23/2014 Pasal 18. Namun Kurtubi mengingatkan agar tidak menjadi slogan kosong.

“Jika serius, Kongres harus keluarkan 2 keputusan hari itu juga. Pertama, bentuk Tim Naskah Akademis. Kedua, bentuk Tim Lobi ke DPR RI. Tanpa dua tim ini dan tanpa draft RUU, Daerah Istimewa tidak akan pernah sampai ke Senayan,” tegasnya.

Tiga poin kunci agar aturan tidak mandul.

Kontrak Kinerja Kepala OPD. Gagal capai target pengangguran dan kemiskinan, maka copot. Ini paling ditakuti birokrasi.

 

Keterbukaan Data. Publikasikan perusahaan yang melanggar kuota, aliran anggaran kemiskinan, dan proyek yang mangkrak.

Audit Preventif. Gandeng BPK, Kejaksaan, dan KPK sejak tahap perencanaan APBD.

 

Kongres Rakyat Banten V menargetkan 2 produk konkret yang harus dibawa pulang: Draf 3 Perda yang diajukan ke DPRD dalam 30 hari dan SK Tim Pengawal Hukum dan Anggaran yang isinya Kasepuhan, Ulama, Akademisi, dan Mahasiswa. Tim ini memiliki akses data dan hak memanggil OPD setiap 3 bulan.

 

“Rakyat Banten sudah lelah dengan narasi. Butuhnya adalah: Perusahaan X kena sanksi karena melanggar 70%. Desa Y dapat CSR karena Perda Investasi. Z ribu KK keluar dari kemiskinan karena program padat karya. Jangan lagi adu narasi di mimbar. Saatnya adu eksekusi di lapangan,” tutup Kurtubi.

 

Redaksi

Team

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru