MEDAN —
Setiap era kepemimpinan meninggalkan cerita dan jejaknya masing-masing.
Begitu pula perjalanan PAC Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Medan Sunggal yang telah melalui sejumlah kepemimpinan, mulai dari Patuan Situmorang, Tahan Siregar, Hasmar Fandi alias Nano, Aidil Anhar, hingga Leo Sumangunsong, sebelum estafet kepemimpinan berlanjut kepada Jodi Mahesa Panggabean.
Pada periode 2023–2028, Jodi Mahesa Panggabean bersama Sekretaris PAC Rahmansyah alias Borong tampil sebagai duet yang mengedepankan kekompakan, komunikasi dan konsolidasi organisasi.
Keduanya berupaya menjaga soliditas kader sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta berbagai elemen di Kecamatan Medan Sunggal.
Kekuatan kepemimpinan Jodi–Borong terlihat dari pembagian peran yang saling melengkapi.
Jodi sebagai Ketua menjadi pengarah organisasi, sementara Borong aktif memperkuat komunikasi internal dan merawat hubungan dengan kader serta masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika organisasi selama periode kepengurusan mereka.
Bagi PAC IPK Medan Sunggal, kepemimpinan hari ini bukanlah cerita yang berdiri sendiri. Fondasinya dibangun melalui kontribusi para ketua terdahulu.
Karena itu, perjalanan Jodi–Borong merupakan bagian dari estafet panjang organisasi yang terus berkembang dari satu generasi kepemimpinan ke generasi berikutnya.
Dengan semangat “bersama membangun, bersama menjaga kekompakan”, duet Jodi–Borong mampu membawa PAC IPK Medan Sunggal semakin solid, humanis dan dekat dengan masyarakat.
Karena konsistensi tersebut terus mereka pertahankan hingga akhir masa kepengurusan, periode 2023–2028 layak dikenang sebagai salah satu fase penting dalam perjalanan panjang PAC IPK Medan Sunggal.(red)

























