Ketum Fast Respon Tegaskan Penyidik Tidak Berwenang Menahan Tersangka Fidusia Karena Ancaman Hukuman Di Bawah Batas Minimal

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 07:28 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum Fast Respon Tegaskan Penyidik Tidak Berwenang Menahan Tersangka Fidusia Karena Ancaman Hukuman Di Bawah Batas Minimal

 

TANGERANG, 3 September 2026 Penahanan terhadap tersangka kasus fidusia yang dilakukan Polres Cirebon dinilai cacat formil oleh praktisi hukum senior. Hal tersebut disampaikan R.Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo SH MH, atau yang akrab disapa Agus Flores/AF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Agus Flores merupakan Pengacara Senior Jakarta, Ketua Umum Fast Respon/Respon Cepat, Counter Polri, dan telah menjabat 25 tahun sebagai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo.

 

Menurut Agus Flores, secara umum dalam hukum pidana di Indonesia, tersangka atau terdakwa dengan kasus fidusia yang memiliki ancaman hukuman 1 tahun tidak perlu dan tidak dapat ditahan selama proses penyidikan maupun persidangan.

 

“Secara hukum acara pidana, baik berdasarkan UU No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP Baru maupun KUHAP lama, aparat penegak hukum hanya boleh melakukan penahanan jika tindak pidana yang disangkakan memenuhi syarat objektif, yaitu diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih” ujar Agus Flores dalam keterangannya, Rabu 3/9.

 

Ia menambahkan, memang ada tindak pidana tertentu yang dikecualikan dan diatur secara limitatif. Namun, kasus fidusia ringan tidak masuk dalam kategori pengecualian penahanan tersebut.

 

“Oleh karena itu, karena ancaman hukumannya hanya 1 tahun, di bawah 5 tahun, secara hukum syarat materiil atau objektif penahanan tidak terpenuhi. Sehingga tersangka tidak boleh ditahan” tegasnya.

 

 

Sebagai informasi tambahan, pasal pidana yang paling sering digunakan dalam kasus fidusia adalah Pasal 36 UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Pasal ini biasanya diterapkan pada tindakan mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan objek jaminan fidusia tanpa izin tertulis dari penerima fidusia.

 

Agus Flores menjelaskan, pasal tersebut mengatur ancaman hukuman paling lama 2 tahun penjara.

 

“Namun, baik ancaman hukuman 1 tahun maupun 2 tahun, keduanya tetap berada di bawah batas minimal 5 tahun. Dengan demikian penyidik tetap tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan terhadap pelaku,” jelasnya.

 

 

Meski tidak dapat ditahan, Agus Flores menekankan bahwa tidak ditahannya tersangka bukan berarti kasusnya berhenti.

 

“Meskipun tersangka tidak ditahan selama proses pemeriksaan dan bisa beraktivitas seperti biasa di luar, proses hukum atau persidangan akan tetap berjalan. Jika nantinya hakim di pengadilan memutuskan bersalah dan menjatuhkan vonis hukuman penjara, barulah terpidana harus masuk ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani hukuman tersebut,” pungkas Agus Flores.

 

Pernyataan ini menjadi sorotan publik, khususnya terkait implementasi KUHAP baru dan perlindungan hak-hak tersangka dalam perkara dengan ancaman hukuman ringan.

 

Redaksi

Team

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru