GERALLDIN Soroti Pungli Parkir di PUSPEM & Al Adzom Kota Tangerang: Tarif Rp10.000 Tanpa Karcis, 10 Kali Lipat dari Perda

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 09:53 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GERALLDIN Soroti Pungli Parkir di PUSPEM & Al Adzom Kota Tangerang: Tarif Rp10.000 Tanpa Karcis, 10 Kali Lipat dari Perda

 

TANGERANG–

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Gerakan Rakyat Kota Tangerang `GERALLDIN`, M. Yayan, menyoroti maraknya praktik pungutan liar parkir di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang `PUSPEM` dan depan Masjid Raya Al Adzom, khususnya pada malam hari.

 

Menurutnya, praktik ini sudah sangat meresahkan warga, mengganggu ketertiban, dan mencoreng citra Kota Tangerang sebagai kota layak huni.

Salah satu pengunjung asal Pabuaran Tumpeng mengaku kaget saat diminta membayar Rp10.000 untuk parkir sepeda motor pada malam Rabu.

Padahal ia hanya mengajak anaknya jalan-jalan dan kulineran di area PUSPEM.

 

> “Aduh bang parkir di PUSPEM malam Rabu minta 10 RB. Padahal saya cuman jalan-jalan ngajak anak kesitu cari makan.. pas pulang parkir minta 10 RB kaget juga,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang melintas di depan Al Adzom. Mereka merasa dipaksa membayar dengan tarif tidak wajar tanpa ada kejelasan.

Berdasarkan Perda Kota Tangerang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Jasa Umum, tarif resmi parkir di bahu jalan untuk kendaraan roda dua hanya Rp1.000 sekali parkir.

Artinya tarif yang ditarik saat ini naik 10 kali lipat dari ketentuan resmi.

Yang lebih meresahkan, pungutan dilakukan tanpa karcis resmi dari Pemkot Tangerang. Diduga kuat uang hasil pungutan masuk ke kantong pribadi oknum, bukan ke kas daerah.

“Ruang publik seperti PUSPEM harusnya jadi tempat yang nyaman untuk warga. Tapi sekarang malah jadi ajang pungli. Ini jelas melanggar aturan dan merugikan masyarakat,” tegas M. Yayan.

Ia juga menyoroti banyaknya oknum yang beralih profesi menjadi tukang parkir malam karena dianggap “lahan basah”.

“ini sudah jelas pungli dan melanggar perda. Ke mana Satpol PP dan Dishub Kota Tangerang?” lanjutnya.

M. Yayan menilai praktik ini mencederai warga yang hanya ingin menghilangkan penat setelah bekerja.

“Warga sendiri ingin berlibur menghilangkan penat setelah kerja, tetapi disuguhi pemandangan di PUSPEM yang bertolak belakang. Seharusnya ruang publik ini nyaman, bukan jadi tempat pungli,” tegasnya.

Warga bersama GERALLDIN mendesak Pemerintah Kota Tangerang melalui Dishub, Satpol PP, dan Kepolisian untuk segera melakukan penertiban parkir liar di kawasan PUSPEM dan depan Al Adzom.

Penindakan tegas diminta khususnya pada malam hari dan hari-hari ramai seperti CFD, agar ruang publik tidak disalahgunakan.

 

Dalam sikap resminya, GERALLDIN menyampaikan 3 tuntutan kepada Kepala Daerah Kota Tangerang:

 

1. Tertibkan seluruh parkir liar di sekitar pusat pemerintahan dan depan Al Adzom secara permanen!

2. Berikan solusi parkir resmi yang layak, aman, dan terjangkau bagi masyarakat!

3. Jangan korbankan kepentingan rakyat demi kepentingan segelintir oknum!

 

“Kami menuntut ketegasan dan tindakan nyata dari pemerintah kota. Jangan hanya diam dan membiarkan masalah ini terus terjadi!” ujar M. Yayan.

Ia menutup dengan seruan,

“KOTA TERTIB RAKYAT NYAMAN. PEMIMPIN JANGAN DIAM! SUARA RAKYAT BUKAN DIAM!”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Redaksi

Team

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru