Silsilah dan Perjuangan Dakwah Sunan Gunung Jati di Tanah Cirebon menurut Mas Raden MH Agus Rudianto Astrodiarjo, SH. MH

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 19:30 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silsilah dan Perjuangan Dakwah Sunan Gunung Jati di Tanah Cirebon menurut Mas Raden MH Agus Rudianto Astrodiarjo, SH. MH

 

CIREBON,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah tercatat sebagai salah satu anggota Walisongo yang paling berpengaruh dalam penyebaran Islam di Jawa Barat. Selain sebagai ulama, beliau juga pendiri dan raja pertama Kesultanan Cirebon.

 

Hal itu disampaikan Ketua Umum PW FRN, Mas Raden MH Agus Rudianto Astrodiarjo, SH. MH., saat ditemui di Cirebon, Rabu 3 September 2026.

 

 

Menurut Mas Raden Agus, Sunan Gunung Jati lahir pada 1448 M. Ayahnya adalah Syarif Abdullah Umdatuddin, keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Mesir dan Champa. Ibunya, Nyai Rara Santang atau Syarifah Mudaim, merupakan putri dari Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.

 

“Silsilah inilah yang membuat dakwah beliau sangat kuat. Ada garis kenabian dari ayah, dan ada garis raja dari ibu. Masyarakat Sunda jadi lebih mudah menerima Islam karena pemimpinnya masih keturunan Prabu Siliwangi,” ujarnya.

 

 

Mas Raden Agus menjelaskan, masa muda Sunan Gunung Jati dihabiskan untuk menuntut ilmu di Mekah, Mesir, dan Baghdad. Sekitar usia 20 tahun beliau kembali ke Nusantara.

 

“Setelah singgah di Demak dan Ampel, beliau menetap di Cirebon atau Caruban. Di sinilah beliau mendirikan Kesultanan Cirebon dan menjadi Sultan pertama dengan gelar Pandita Ratu,” jelasnya.

 

Dalam berdakwah, Sunan Gunung Jati menggunakan pendekatan santun dan menghargai budaya lokal. Ia dibantu panglima perangnya, Fatahillah, untuk memperkuat Islam di pesisir utara Jawa sekaligus menghadapi Portugis.

 

 

Sunan Gunung Jati wafat pada 1568 M di usia sekitar 120 tahun dan dimakamkan di kompleks Astana Gunung Jati, Cirebon.

 

“Makam Astana Gunung Jati sampai saat ini masih dikunjungi peziarah dari seluruh Indonesia. Setiap hari, ribuan orang datang untuk berziarah, berdoa, dan meneladani perjuangan dakwah beliau,” kata Mas Raden Agus.

 

Ia menambahkan, jejak Kesultanan Cirebon yang didirikan Sunan Gunung Jati juga diteruskan keturunannya yang memimpin di Cirebon, Banten, hingga Sumedang. Nilai toleransi dan kearifan lokal yang diajarkan Sunan Gunung Jati dinilai masih relevan untuk menjaga persatuan bangsa saat ini.

 

Redaksi

Ysf

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru