Warga Tritunggal Geruduk dan Usir Excavator, Rencana Pembangunan Perusahaan Dipertanyakan

MAT SUKENI

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 15:57 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN // Sejumlah warga Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, mendatangi lokasi aktivitas alat berat excavator yang berada di kawasan persawahan wilayah Dusun Grogol dan Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk, Jumat (4/9/2026).

Kedatangan warga dipicu keberadaan alat berat yang mulai melakukan aktivitas di area persawahan. Warga mengaku keberatan lantaran hingga aktivitas tersebut berlangsung, mereka belum mendapatkan pemberitahuan maupun sosialisasi secara jelas terkait rencana kegiatan di lokasi.

Warga kemudian meminta pelaksana kegiatan menghentikan aktivitas dan membawa alat berat excavator meninggalkan lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Excavator Sudah Datang, Warga Mengaku Belum Diajak Bicara

Salah satu warga, Siswo, mengaku kecewa dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses awal rencana pembangunan perusahaan tersebut.

Menurutnya, persoalan bukan hanya menyangkut keberadaan alat berat, tetapi juga menyangkut komunikasi dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

«“Kami atas nama warga Desa Tritunggal sangat terganggu dan kecewa. Tak ada etika, sopan santun atau permisi kepada warga Desa Tritunggal dengan adanya kegiatan yang mendatangkan alat berat di area sawah,” ujar Siswo.»

Ia menjelaskan, meskipun rencana pembangunan perusahaan berada di wilayah Desa Pucuk, masyarakat Desa Tritunggal, khususnya warga Dusun Grogol, juga merasa terdampak karena lokasi dan aktivitas proyek berada di sekitar wilayah mereka.

“Memang betul itu rencana lahan di wilayah Desa Pucuk akan didirikan perusahaan. Akan tetapi, kami sebagai warga Desa Tritunggal juga terdampak. Ada beberapa hektare lahan warga yang ikut dibebaskan atau dibeli oleh perusahaan yang akan didirikan,” ungkapnya.

Warga Pertanyakan Legalitas Pembangunan

Selain persoalan sosialisasi, warga juga mempertanyakan legalitas rencana pembangunan perusahaan tersebut.

Siswo mengaku menduga pihak perusahaan belum mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan. Dugaan itu, menurutnya, salah satunya muncul karena masyarakat sekitar belum memperoleh penjelasan resmi mengenai rencana pembangunan.

“Kami menduga perusahaan tersebut belum mengantongi izin karena tidak memberitahu kepada kami selaku warga Dusun Grogol, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat,” katanya.

Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak perusahaan maupun instansi pemerintah yang berwenang.

Jangan Sampai Warga Mengetahui Proyek Setelah Alat Berat Turun

Warga menilai komunikasi dengan masyarakat seharusnya dilakukan sejak awal, sebelum aktivitas pekerjaan dimulai.

Mereka ingin mengetahui secara terbuka siapa pihak yang akan membangun perusahaan, berapa luas lahan yang digunakan, untuk apa lahan tersebut, bagaimana proses pembebasan tanah dilakukan, serta apakah seluruh perizinan telah dipenuhi.

Sebab, bagi masyarakat, persoalannya bukan semata-mata keberadaan excavator.

Pertanyaan yang lebih besar adalah: mengapa alat berat sudah berada di lokasi sementara warga sekitar mengaku belum mendapatkan sosialisasi?

Pembangunan dan investasi memang dibutuhkan untuk mendorong perekonomian daerah. Namun, prosesnya tetap harus memperhatikan aturan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.

Jangan sampai masyarakat justru mengetahui adanya rencana pembangunan setelah alat berat masuk ke lokasi.

Para awak media akan terus menelusuri informasi terkait rencana pembangunan perusahaan tersebut, termasuk mengenai status lahan, proses pembebasan tanah, perizinan, serta pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan di lokasi.

Konfirmasi juga akan dilakukan kepada pihak perusahaan atau pelaksana kegiatan, Pemerintah Desa Pucuk, Pemerintah Desa Tritunggal, serta instansi terkait.

Jika seluruh perizinan telah terpenuhi, publik tentu berhak mendapatkan penjelasan. Sebaliknya, apabila masih terdapat proses yang belum diselesaikan, aktivitas pembangunan semestinya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Redaksi 

Detikdki.com

( Sis / Tim )

Berita Terkait

Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi
Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung
Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan
Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta
MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS
Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:35 WIB

DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang

Berita Terbaru

Nasional

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Okt 2026 - 13:29 WIB