BANGKALAN // CNI – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bangkalan pada tahun 2025 tercatat sebesar 68,15, berada pada kategori sedang dan menempati peringkat 37 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur — hanya berada satu tingkat di atas Kabupaten Sampang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat lambat, yaitu hanya naik 0,82 poin dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), kelemahan utama yang menahan laju kenaikan IPM terletak pada sektor pendidikan. Indikator Rata-rata Lama Sekolah warga Bangkalan baru mencapai 6,15 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah baru menyentuh angka 12,09 tahun. Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan pendidikan di daerah ini belum berjalan maksimal.
Merespons kondisi tersebut sekaligus menyikapi berbagai dinamika yang berkembang, Ketua Umum LSM PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyampaikan masukan dan solusi konkret kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moch. Musleh Bahri, S.H., M.H.
“Data ini bukan sekadar angka, tapi cerminan kenyataan di lapangan. Masyarakat tidak butuh pernyataan komitmen HotLine pengaduan dan selebaran yang indah saja, melainkan langkah nyata yang bisa mengubah posisi Bangkalan dari urutan terbawah ini,” tegas Abdurrahman Tohir, Minggu (21/6/2026).
Berikut adalah masukan dan solusi yang disampaikan:
*Perkuat Pengawasan dan Transparansi Pengelolaan Dana*
• Lakukan pemeriksaan rutin dan terbuka terhadap penggunaan dana BOS, bantuan operasional, serta program serta program lainnya agar tidak terjadi penyimpangan.
• Terbitkan laporan penggunaan anggaran secara berkala dan mudah diakses publik, bukan hanya untuk keperluan internal.
*Perbaiki Mekanisme Pelayanan dan Akses Informasi*
• Alih-alih membatasi ruang gerak, jadikan pedoman pelayanan bagi sekolah sebagai sarana mempermudah akses informasi. Berikan kejelasan prosedur agar wartawan dan pengawas sosial bisa berkoordinasi dengan lancar, bukan terkesan dibenturkan.
• Manfaatkan akun media sosial resmi sebagai sarana pengaduan yang responsif, bukan hanya tempat memuat himbauan.
*Fokus pada Peningkatan Mutu dan Kesejahteraan Pendidikan*
• Cari solusi agar guru berkeinginan untuk menduduki jabatan kepala sekolah, misalnya dengan memberikan kepastian perlindungan hukum, bimbingan teknis, dan penghargaan yang layak.
• Tingkatkan kualitas pembinaan guru agar berdampak langsung pada kenaikan angka rata-rata lama sekolah dan mutu lulusan.
*Bangun Sinergi yang Sehat*
• Jalin kerja sama yang terbuka dengan LSM, media, dan masyarakat sebagai mitra pengawasan. Kritik dan masukan harus diterima sebagai koreksi untuk perbaikan, bukan dianggap sebagai hambatan.
“Jika langkah-langkah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, perlahan tapi pasti angka IPM dan indeks pendidikan Bangkalan akan merangkak naik. Jangan biarkan posisi ini terus tertinggal tahun demi tahun,” pungkasnya.
Redaksi//
Detikdki.com
ZAL





















