REMBANG // Kasus keracunan makanan yang terus berulang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang menuai kecaman keras dari Ketua Squad Nusantara DPC Rembang, Hartono. Ia menyatakan kekecewaan yang mendalam terhadap kinerja Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat yang dinilai gagal total dalam menuntaskan setiap insiden keracunan yang terjadi.
Hartono menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya mendukung penuh program MBG yang digagas pemerintah. Namun, dukungan tersebut sirna seiring dengan tidak adanya penyelesaian tuntas dari setiap masalah keracunan yang menimpa para siswa di wilayah Rembang.
“Kami mendukung program MBG ini, tapi kami sangat kecewa! Kenapa sampai detik ini tidak ada satu pun kasus keracunan yang bisa diusut tuntas di wilayah Rembang? Ini keterlaluan,” tegas Hartono dengan nada murka.
Ia menyoroti fakta miris bahwa keracunan di Rembang telah terjadi berkali-kali, namun hingga saat ini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai keseriusan pemerintah daerah dan Satgas MBG dalam melindungi hak kesehatan anak-anak.
Hartono pun melayangkan ultimatum keras. Jika pihak pengelola dapur MBG terbukti tidak kompeten dan terus gagal menjaga standar keamanan pangan, ia mendesak agar operasional dapur tersebut ditutup secara permanen. Tidak hanya itu, ia juga meminta agar Satgas MBG yang dinilai bermasalah segera diganti demi perbaikan sistem.
“Jika memang pengelola dapur MBG tidak becus, tutup saja permanen! Jika memang Satgasnya yang bermasalah, ganti saja biar semuanya terkondisikan. Jangan sampai nyawa dan kesehatan anak-anak terus menjadi taruhannya,” ungkap Hartono dengan tegas.
Kekecewaan tersebut semakin memuncak saat Hartono terjun langsung ke lokasi kejadian. Ia mengaku miris dan terenyuh melihat tangisan siswa yang kesakitan, serta ketegangan luar biasa yang dialami para orang tua yang cemas menunggu kondisi buah hati mereka.
“Melihat anak-anak menangis kesakitan dan orang tua yang panik, itu sangat menyayat hati. Ini bukan masalah sepele, ini adalah kegagalan sistem yang harus segera dibenahi,” pungkasnya.
Redaksi//
Detikdki.com
Investigasi

























