Pesan Praktisi Hukum Muda Pada MPLS SMKN 1 Banyuwangi

MAT SUKENI

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:06 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak dan remaja, media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, Telegram, dan berbagai platform digital lainnya memberikan kemudahan dalam berkomunikasi serta memperoleh informasi, namun, penggunaan media sosial tanpa pengawasan yang memadai juga menimbulkan berbagai risiko, terutama bagi anak anak di bawah usia 16 tahun.Ruang digital merupakan rimba tanpa batas yang menuntut kesiapan mental dan spiritual, sehingga menunda akses media sosial bagi anak dibawah 16 tahun mulai 28 maret 2026 bukanlah pembatasan semata yang tidak beralasan, melainkan upaya untuk penguatan jati diri, mental dan kepribadian pada anak yang lebih matang sebelum mereka terpapar kompleksitas pada dunia maya.

Maka Pemerintah Indonesia saat ini semakin memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), berbagai Peraturan Pemerintah (PP), serta Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur pembatasan akses dan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur, kebijakan tersebut bertujuan melindungi anak dari konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), penipuan daring, eksploitasi anak, perjudian online, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Sehubungan dengan adanya regulasi tersebut, Arif Wicaksono, S.H. selaku praktisi hukum muda Banyuwangi, sangat mendukung program pemerintah tersebut, sehingga sebagai pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Banyuwangi mengambil tema “Sosialisasi Bahaya Media Sosial bagi Anak di Bawah Umur dan Sanksi Hukumnya”

Dimana MPLS sendiri merupakan kegiatan awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta nilai-nilai karakter yang akan diterapkan selama menempuh pendidikan, melalui MPLS, sekolah tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan program pendidikan, tetapi juga memberikan pembinaan mengenai etika, disiplin, keselamatan, dan literasi digital, dalam konteks era digital, MPLS menjadi momentum yang sangat tepat untuk menanamkan kesadaran kepada siswa tentang penggunaan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Arif juga menekankan” bahwa ruang digital bukanlah ruang bebas tanpa aturan, setiap pengguna internet, termasuk pelajar, tetap dapat dijerat pidana bila terbukti melakukan dugaan tindak pidana meskipun pelaku masih berstatus anak ataupun pelajar, yaitu anak yang berusia diatas 12 tahun sampai dengan 18 tahun sebagaimana diautur dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak”.

Sebagai praktisi hukum, dia juga menyatakan “bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah dalam mendukung implementasi UU ITE, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Menteri terkait perlindungan anak di ruang digital”.

Menurutnya “penegakan hukum tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran. Yang lebih penting adalah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar”

Di akhir kegiatan, Arif Wicaksono selaku Ketua Advokat Muda Banyuwangi berharap adanya “peran aktif seluruh pihak dalam mengawasi penggunaan sosial media pada anak, baik para Guru Orang Tua serta bagi Para siswa/siswi harus benar benar memiliki kesadaran untuk mematuhi aturan pemerintah dan menggunakan teknologi secara bijak” pungkasnya.

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
Sertifikasi Bukan Pengganti Gaji, PAKIS Minta Pemkab Bangkalan Bertanggung Jawab
Sejumlah Media Mengecam Keras Aksi Main Hakim Sendiri: Tidak Ada Satupun Harta dan Tahta Yang Sebanding Dengan Nyawa Manusia
Maraknya Judi Tembak Ikan di Kecamatan Sei Bamban, Warga Minta Penertiban
Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
KLAIM “KEBAL HUKUM” KADES GUNUNG SERENG: PUNGLI SUMUR BOR Rp1,5 JUTA & PENYALAHGUNAAN BANSOS MEMICU KEMARAHAN WARGA

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:31 WIB

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:58 WIB

Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar

Senin, 27 Juli 2026 - 14:55 WIB

Sejumlah Media Mengecam Keras Aksi Main Hakim Sendiri: Tidak Ada Satupun Harta dan Tahta Yang Sebanding Dengan Nyawa Manusia

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:39 WIB

Wakil Pemimpin Redaksi Media Berita Madas, Saila Al Arim F. menyampaikan ucapan selamat kepada M. Suhri yang kembali terpilih sebagai Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:35 WIB

Maraknya Judi Tembak Ikan di Kecamatan Sei Bamban, Warga Minta Penertiban

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:56 WIB

Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:46 WIB

KLAIM “KEBAL HUKUM” KADES GUNUNG SERENG: PUNGLI SUMUR BOR Rp1,5 JUTA & PENYALAHGUNAAN BANSOS MEMICU KEMARAHAN WARGA

Berita Terbaru