Kualitas Pekerjaan P3-TGAI Wedoro Grobogan Disorot: Retak, Keropos, Paket Diduga Dibeli Warga Lain Desa

MAT SUKENI

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:31 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grobogan // Detikdki.com  (26 Agustus 2026) — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, kini menjadi sorotan masyarakat. Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, ini seharusnya meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat petani. Namun pantauan di lapangan menunjukkan hasil yang memprihatinkan.TEMUAN DI LAPANGAN Pantauan langsung di lokasi pada Rabu (26/8/2026) memperlihatkan sejumlah kejanggalan pada kualitas pekerjaan: Pasangan batu pada sejumlah titik tampak retak dan pecah Lantai adukan terlihat rusak dan keropos Bagian plesteran pengerjaannya belum rapi dan terkesan asal jadi

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kualitas pembangunan irigasi berkaitan langsung dengan kebermanfaatan jangka panjang bagi petani sebagai penerima manfaat. Pekerjaan yang retak dan keropos sejak awal dibangun tidak akan bertahan lama dan justru merugikan rakyat.TENTANG PROGRAM P3-TGAI Secara umum, program ini bertujuan memperbaiki jaringan irigasi tersier yang rusak atau mengalami pendangkalan, sehingga aliran air ke persawahan dapat berjalan lebih lancar. Dampak yang diharapkan:

Teknis: Meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian Ekonomi: Memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui pola pelaksanaan swakelola

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketahanan Pangan: Mendukung musim tanam pertama dan kedua bagi petani Penentuan lokasi dan kelembagaan penerima P3-TGAI mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026.DUGAAN JUAL BELI PAKET PROYEK Di luar masalah kualitas, muncul sorotan yang lebih mendasar terkait proses perolehan program. Terdapat dugaan kuat bahwa paket P3-TGAI tersebut diperoleh melalui pihak tertentu yang diduga berkaitan dengan praktik “jual beli paket”.

Untuk mengonfirmasi hal ini, awak media menghubungi Kepala Desa Wedoro. Beliau membenarkan pekerjaan sedang berlangsung, namun menyebut bukan pemerintah desa yang mencari paket tersebut:

“Yang mencari sekaligus membeli paket tersebut adalah warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, berinisial AZ.” — Kepala Desa WedoroKeterangan ini memunculkan pertanyaan penting: mengapa warga dari desa lain yang mengerjakan proyek di Desa Wedoro? Dan apakah benar terjadi transaksi pembelian paket? Hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang disebut agar proses perolehan program dapat diketahui secara utuh dan transparan.

PERLU PEMERIKSAAN MENYELURUH

Terkait kualitas pekerjaan, diperlukan penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun kelembagaan P3A selaku penerima program. Pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang juga mutlak diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi, volume, kualitas material, serta ketentuan teknis P3-TGAI.

Dengan demikian, program yang menggunakan anggaran negara tersebut diharapkan benar-benar menghasilkan jaringan irigasi berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani, bukan sebaliknya — menjadi komoditas yang diperjualbelikan dan dikerjakan asal jadi.

Pemberitaan ini mengedepankan asas keberimbangan dan praduga tak bersalah. Setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan informasi ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai fakta serta ketentuan jurnalistik yang berlaku.

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pengamanan Obvitnas, Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton
Pelayanan Prima Samsat Bangil, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Masyarakat
Dihadapan Pengusaha Malang Raya, Kepala Bakorwil Malang Paparkan Gagasan Malang Raya Megapolitan
Ketua Squad Nusantara Murka, Desak Satgas dan Pengelola Dapur Ditindak Tegas!
Tinjau Proyek Pasar Sepanjang, wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana Kecewa: Progres Tembok Baru 25 Persen, Kontraktor Diancam Putus Kontrak
KLAIM “IZIN LENGKAP” DIPERTANYAKAN, TRUK GALIAN TETAP HILIR-MUDIK
Dugaan Kendala Rujukan Pasien Kecelakaan di Puskesmas Labang, Keluarga Minta Pelayanan Dievaluasi,
Karhutla Kawah Ijen Makin Mengkhawatirkan, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat, Water Bombing Dikerahkan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:29 WIB

Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Dhody Thahir Ancam Independensi Advokat

Jumat, 11 September 2026 - 21:35 WIB

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba

Jumat, 11 September 2026 - 15:07 WIB

Dalam Duka, Keluarga Besar Tanimbar dan Umat Paroki Antar Ibu Maria E.A.A.A Felnditi, S.H..

Jumat, 11 September 2026 - 14:01 WIB

Solid, Kuat dan Militan! Ketua Dede Hadade Lubis Pimpin 80-an Kader PC GM FKPPI 0201/Medan Ziarah HUT ke-48

Jumat, 11 September 2026 - 13:13 WIB

IWO Indonesia DPD Kabupaten Bekasi Audiensi di PN Cikarang, Bangun Sinergi untuk Keterbukaan Informasi dan Edukasi Hukum

Kamis, 10 September 2026 - 23:12 WIB

LMK Cawang Usulkan Dana Operasional Naik, Berharap Tak Jadi Anak Tiri Pemprov DKI

Kamis, 10 September 2026 - 15:45 WIB

Lapas Tangerang Kembali Kirim 9 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan

Kamis, 10 September 2026 - 08:34 WIB

Diduga Isi BBM Berulang, Mobil Carry Putih Disorot di SPBU 34.151.39 Tangerang

Berita Terbaru