KASUS BESAR RP 1,8 MILIAR: PELAPOR FAESOL HARHARA DESAK KANIT SUBDIT RANMOR DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA KOMPOL IPIK GANDAMANAH — RILIS DPO LENGKAP & TAHAN TERSANGKA, TERKAIT SOSOK YANG DIDUGA BERJABATAN DI PWNU DKI  

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:09 WIB

5070 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

JAKARTA, 29 Agustus 2026 — Perkara hukum yang sudah bergulir lama terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan harta benda dengan kerugian mencapai hampir Rp 1,8 Miliar Rupiah, kembali didesak penyelesaiannya secara tegas, transparan, dan terbuka ke publik. Kasus ini telah tercatat secara resmi dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/4957/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 7 Oktober 2021 — lengkap dengan identitas pelapor, daftar saksi, serta bukti‑bukti dokumen yang sah dan cukup kuat menurut aturan hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pelapor, Faesol Harhara, S.E., menegaskan tuntutannya langsung kepada pimpinan yang menangani perkara ini: Kompol Ipik Gandamanah, yang menjabat sebagai Kanit Subdit Ranmor pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

 

Desakan ini memiliki dasar yang kuat dan latar belakang yang menarik perhatian publik: di balik perkara ini terungkap informasi bahwa salah satu pihak yang menjadi tersangka maupun yang masih dalam daftar pencarian orang diduga erat kaitannya dengan jabatan strategis sebagai Wakil Ketua Bidang Politik dan Keamanan pada Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. Hal ini masih berupa dugaan yang sedang dikembangkan dan dibuktikan melalui proses hukum yang transparan.

 

Kenyataan ini menuntut kepolisian bekerja lebih terbuka dan berani menegakkan keadilan tanpa pandang bulu serta tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah sampai ada putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap:

 

✅ Pelapor menuntut agar Kompol Ipik Gandamanah beserta jajarannya di bawah naungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya segera menerbitkan dan merilis secara resmi serta terbuka Daftar Pencarian Orang (DPO) yang lengkap, jelas, dan dapat diakses masyarakat luas. Harus mencantumkan identitas utuh, foto yang jelas, riwayat tempat tinggal, serta data penting lainnya — tanpa terkecuali meskipun pihak tersebut memiliki kedudukan sosial atau organisasi tinggi — agar tidak timbul kesan adanya perlindungan, penutupan‑tutupan, atau ketidakadilan.

 

✅ Tersangka yang keberadaannya sudah diketahui dengan terang dan nyata di masyarakat tidak boleh lagi ditunda atau dihambat proses penahanannya dengan alasan apa pun, termasuk menunggu rekan atau pelaku lain yang belum tertangkap. Setiap individu bertanggung jawab penuh atas perbuatannya sendiri di mata hukum; tidak boleh saling mengikat atau menunda hak keadilan pelapor.

 

Faesol Harhara juga memperingatkan dengan tegas bahwa penundaan yang terus berlanjut tanpa alasan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan berisiko dinilai sebagai kelalaian jabatan berat dan penyimpangan prosedur. Hal ini membuka jalan hukum bagi pelapor maupun pihak pendukung untuk membawa perkara ini ke ranah pengawasan lebih tinggi, termasuk menuntut dilaksanakannya pemeriksaan disiplin dan Sidang Kode Etik Kepolisian.

 

Informasi mengenai kedudukan yang diduga dimiliki salah satu pihak tersebut menjadi bagian fakta yang terungkap di masyarakat dan menjadi ujian integritas terbesar bagi kepemimpinan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, khususnya bagi Kompol Ipik Gandamanah dan kesatuan Subdit Ranmor di bawahnya: mampu membuktikan bahwa hukum tetap tegak lurus, profesional, transparan, dan tidak tergoyahkan di hadapan nama besar, pengaruh, maupun jabatan seseorang, serta proses penyidikan berjalan cermat membedakan antara fakta terverifikasi dan laporan yang masih dalam taraf penelusuran kebenaran.

 

Radar CNN Bogor Raya akan terus mengawal fakta, menelusuri setiap tahapan penyidikan, serta memberitakan perkembangan perkara ini secara berimbang, jujur, dan terang‑terangan bagi kepentingan umum sampai kebenaran terungkap dan keadilan benar‑benar tercapai.

Redaksi

Team

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru