Mediasi Sengketa LHP Gagal, Warga Lembah Melintang Lanjut ke Ajudikasi

MAT SUKENI

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 13:46 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG // Agenda kedua sidang sengketa informasi publik antara warga Kecamatan Lembah Melintang dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, Senin (31/8/2026), berakhir tanpa kesepakatan. Mediasi yang diharapkan menjadi jalan tengah justru berujung pada keputusan warga untuk mundur dan melanjutkan ke tahap ajudikasi.Muazzin, Salah seorang pemohon menegaskan: “Tahapan mediasi ini berujung tanpa kesepakatan, kami lebih memilih mundur dan akan melanjutkan ke tahap ajudikasi. Kami menilai alasan yang dipaparkan oleh perwakilan PPID Pasaman Barat cacat hukum dan tidak masuk akal. Saat audiensi dengan Inspektorat, kami tidak pernah diberitahukan tentang uji konsekuensi. Dalam mediasi, mereka justru menyebut konsekuensi membuka LHP akan membuat pegawai tidak nyaman bekerja. Itu alasan yang bertentangan dengan Undang-Undang.” ungkapnya

Hamidan, perwakilan warga lainnya, menambahkan:

“Yang kami minta sesuai kesepakatan, tidak mencantumkan data pribadi ataupun nama orang secara spesifik. Kami hanya meminta temuan per kegiatan di setiap nagari. Tapi PPID tetap tidak memberikan LHP tersebut. Lebih baik kami mundur dalam tahap mediasi ini, jangan kita hanya menafsirkan Undang-Undang berdasarkan asumsi pribadi”. Tegasnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan Inspektorat, Juardi Lubis, menyatakan:

“Kami tidak bisa memberikan LHP terkait rincian kegiatan per nagari karena itu merujuk kepada orang pribadi yang bekerja dalam suatu pekerjaan tersebut.” ujarnya

Berdasarkan Analisis Regulasi

UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP menegaskan bahwa informasi publik pada dasarnya terbuka, kecuali yang secara tegas dikecualikan.

Pasal 17 UU KIP hanya menutup informasi yang mengganggu penegakan hukum atau melanggar privasi.

PP No. 12 Tahun 2017 memang mengatur kerahasiaan internal APIP, tetapi tidak otomatis menjadikan seluruh LHP sebagai informasi tertutup.

Dengan demikian, alasan PPID yang mendasarkan penolakan pada “ketidaknyamanan pegawai” tidak termasuk kategori pengecualian yang sah menurut UU KIP.

Kutipan Pakar

Dr. John Fresly, Akademisi Hukum Tata Negara:

“Alasan ketidaknyamanan pegawai tidak bisa dijadikan dasar pengecualian informasi. UU KIP hanya mengenal pengecualian yang jelas, seperti privasi atau rahasia negara. LHP inspektorat adalah dokumen publik yang menyangkut akuntabilitas penggunaan anggaran.”

Indonesia Corruption Watch (ICW):

“Risiko terbesar adalah bergesernya prinsip keterbukaan maksimum menjadi keterbukaan bersyarat. Badan publik sering menggunakan alasan administratif yang tidak diatur dalam UU KIP. Itu cacat hukum.”

Komisi Informasi Pusat (2023):

“Kepatuhan badan publik terhadap UU KIP masih lemah. Banyak badan publik menolak membuka dokumen dengan alasan yang tidak sah. Putusan KI di berbagai daerah sudah menegaskan bahwa LHP wajib dibuka, kecuali data pribadi.”

Preseden Putusan KI

KI Jawa Tengah 2019: LHP BPKP wajib dibuka karena menyangkut akuntabilitas dana desa.

KI Jawa Barat 2021: LHP inspektorat kabupaten terbuka, kecuali data pribadi.

KI Sumatera Utara 2022: Menolak alasan “kenyamanan pegawai” sebagai dasar pengecualian.

Preseden ini memperkuat posisi warga Lembah Melintang bahwa permintaan mereka sah secara hukum.

Dengan kegagalan mediasi, sengketa kini berlanjut ke ajudikasi. Majelis Komisioner KI Sumbar akan memeriksa pokok perkara secara formal, dan putusan ajudikasi nantinya bersifat final dan mengikat, wajib dilaksanakan oleh pihak termohon.

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru