Dugaan Pencabulan Memanas, Tim Pegasus Patalala Datangi Polresta Banyuwangi: Jangan Vonis Sebelum Fakta Terungkap

MAT SUKENI

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 11:46 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI // Pemberitaan mengenai dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang menyeret seorang guru ngaji kembali menjadi sorotan. Di tengah derasnya informasi yang beredar, masyarakat diingatkan untuk tidak hanya membaca judul, tetapi juga mencermati isi dan status hukum perkara secara utuh.Pasalnya, hingga proses hukum berjalan, istilah yang digunakan masih berada dalam ranah dugaan dan terduga. Artinya, perkara tersebut belum semestinya ditarik menjadi kesimpulan bahwa seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana.

Situasi ini pun memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Ada yang mendukung proses hukum, ada pula yang meminta agar pemberitaan tidak menggiring opini sebelum seluruh fakta terungkap.

Penahanan Bukan Vonis Bersalah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penahanan terhadap guru ngaji yang disebut sebagai terduga merupakan bagian dari proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.

Langkah tersebut perlu dipahami secara proporsional. Penahanan dalam proses perkara pidana tidak dengan sendirinya merupakan putusan bahwa seseorang telah terbukti bersalah.

Karena itu, proses hukum harus tetap berjalan secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah. Hukum membutuhkan pembuktian, bukan sekadar pemberitaan. Tim Pegasus Patalala & Rekan Turun ke Polresta Banyuwangi

Di tengah munculnya pemberitaan yang dinilai menyudutkan pihak terduga, Tim Pembela Hukum PEGASUS PATALALA dan Rekan, yang dipimpin Joko Hariyanto, S.H., mengambil langkah dengan mendatangi Polresta Banyuwangi. Pada 1 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, tim pembela bersama sejumlah warga dan beberapa awak media hadir di depan kantor Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Kehadiran tersebut dilakukan dalam rangka menyampaikan klarifikasi sekaligus memberikan sanggahan terhadap pemberitaan yang sedang beredar. Tim pembela menilai penting adanya ruang yang seimbang bagi pihak yang sedang menjalani proses hukum untuk menyampaikan pandangan dan pembelaannya.

Bagi tim PEGASUS, pembelaan terhadap seseorang yang berstatus terduga bukan berarti menghalangi proses penegakan hukum. Justru, pembelaan merupakan bagian dari prinsip bahwa setiap pihak memiliki hak untuk mendapatkan proses hukum yang adil.

Warga Minta Proses Hukum Berjalan Adil Di tengah perbedaan pandangan yang berkembang, salah seorang warga juga menyampaikan dukungan agar perkara tersebut tetap diproses melalui jalur hukum.

Pesan yang disampaikan sederhana: siapa pun yang benar harus mendapatkan keadilan, dan siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkannya sesuai hukum.

Namun sebelum sampai pada kesimpulan tersebut, seluruh proses harus terlebih dahulu dilalui.

Pemeriksaan, keterangan para pihak, alat bukti, serta fakta-fakta yang ditemukan aparat harus menjadi dasar utama dalam menentukan arah perkara.

angan Biarkan Opini Menjadi Vonis

Perkara yang berkaitan dengan anak merupakan persoalan serius. Karena itu, penanganannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau memberikan label kepada seseorang seolah-olah perkara tersebut telah diputus.

Satu hal yang harus dijaga bersama: dugaan bukanlah vonis. Terduga bukanlah pelaku yang telah terbukti. Kini, publik menunggu proses hukum bekerja dan fakta perkara tersebut terungkap melalui mekanisme yang berlaku.

Bukan melalui tekanan. Bukan melalui kegaduhan. Bukan pula melalui penghakiman di ruang publik Biarkan bukti berbicara. Biarkan hukum menentukan. Dan biarkan keadilan menemukan jalannya.

Redaksi//

Detikdki.com

 Investigasi

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:52 WIB

DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru