Warga Desak Presiden Turun Tangan, Pemerintahan Aceh Dinilai Perlu Dievaluasi

DETIK DKI

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketika masyarakat Aceh masih berjibaku menghadapi dampak banjir dan berbagai persoalan daerah, aktivitas Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang disebut berulang kali bepergian ke Kuala Lumpur, Malaysia, menuai sorotan.

Warga mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Pemerintah Aceh ketika kepala daerah dinilai tidak selalu berada di tengah masyarakat saat berbagai persoalan membutuhkan penanganan cepat.

“Kalau memang untuk berobat, tentu kita memahami. Tetapi masyarakat juga berhak bertanya, apakah pemerintahan tetap berjalan maksimal? Siapa yang memastikan persoalan rakyat ditangani ketika gubernur berada di luar negeri?” ujar seorang warga Aceh korban banjir yang tidak ingin disebutkan namanya, Kamis (12/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANJIR BELUM SELESAI, PERTANYAAN MAKIN KERAS

Banjir menjadi salah satu persoalan yang membuat keresahan masyarakat semakin kuat. Di tengah kebutuhan penanganan bencana, persoalan infrastruktur dan pelayanan publik juga masih menjadi perhatian.

Warga menilai kepala daerah seharusnya menunjukkan kehadiran dan kepemimpinan yang kuat dalam situasi seperti itu.

“Rakyat memilih pemimpin bukan hanya untuk melihatnya dalam acara seremonial. Ketika rakyat terkena banjir, ketika jalan rusak dan ekonomi sulit, di situlah kepemimpinan diuji,” katanya.

Ia juga mempertanyakan berbagai kebijakan pemerintahan, termasuk dinamika pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Jangan sampai pemerintah sibuk dengan urusan internal, sementara persoalan rakyat justru menumpuk,” ujarnya.

DESAK PRESIDEN EVALUASI PEMERINTAHAN ACEH

Kekecewaan tersebut kini diarahkan kepada pemerintah pusat. Warga meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mata terhadap dinamika pemerintahan Aceh.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu memastikan roda pemerintahan Aceh berjalan efektif dan seluruh pejabat menjalankan tugas sesuai ketentuan.

“Kami meminta Presiden turun tangan dan mencari solusi. Kalau gubernur memang sedang fokus pada persoalan kesehatan, tentu harus ada mekanisme yang memastikan pemerintahan tetap berjalan maksimal,” katanya.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk mempersoalkan hak seseorang mendapatkan layanan kesehatan, melainkan mempertanyakan tanggung jawab pemerintahan kepada masyarakat.

KPK DIMINTA PERIKSA JIKA ADA DUGAAN PELANGGARAN

Sorotan juga diarahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warga meminta setiap dugaan penyalahgunaan kewenangan, fasilitas negara, maupun anggaran diperiksa secara objektif apabila terdapat indikasi pelanggaran.

“Jangan ada kesan pejabat tertentu kebal hukum. Kalau memang tidak ada pelanggaran, buktikan secara terbuka. Kalau ada dugaan pelanggaran, periksa sesuai hukum,” tegasnya.

Namun, seluruh tudingan maupun dugaan tersebut, kata dia, harus dibuktikan melalui data dan mekanisme hukum yang berlaku.

“COPOT, PERIKSA, GANTI”

Kritik terhadap Mualem bahkan mulai berkembang menjadi tuntutan politik.

Warga menyatakan tidak menutup kemungkinan turun ke jalan jika pemerintah pusat tidak merespons keresahan yang berkembang.

“Copot Mualem! Periksa Mualem! Ganti Mualem!” serunya.

Bagi warga, Aceh saat ini membutuhkan pemerintahan yang hadir dan bekerja penuh menghadapi persoalan masyarakat.

“Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya hadir ketika ada acara. Rakyat membutuhkan pemimpin yang hadir ketika bencana datang dan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Laskar Generasi Indonesia Berani Dorong Kolaborasi Investasi Indonesia–Jepang, Leonardo Sirait dan Arjun Roy Perkuat Sinergi
Arjun Roy dan Leonardo Sirait Dampingi Audiensi Delegasi Pengusaha Jepang, Dorong Kolaborasi Investasi Indonesia– Jepang
Peringati HUT ke 62, Golkar Ziarah di TMP Kalibata, Putri Nabila Damayanti, SH Hadir Bersama DPP AMPG
Payung Pemuda Demokrasi, Dorong Pelajar Mengembangkan Potensi Diri melalui Pendidikan dan Diskusi Publik
Menuju Kongres, Pengurus DPP Organisasi Maluku Utara Bersatu Matangkan Tata Kelola Lembaga Melalui Pembenahan Administrasi
Ruang publik dan konstelasi politik kembali dihentak oleh pernyataan tajam dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Munjirin Grebek Lumpur PHB Cacing, Kapasitas Saluran Didorong Kembali Optimal Jelang Musim Hujan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:55 WIB

PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Berita Terbaru