Ruang publik dan konstelasi politik kembali dihentak oleh pernyataan tajam dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY

MAT SUKENI

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:37 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdki.com Dalam sebuah mimbar akademik bergengsi, tokoh bangsa ini melontarkan kritik dan sindiran menohok mengenai krisis keteladanan di level pucuk pimpinan dari Indonesia.

SBY menyebut bahwa gelar mantan presiden sama sekali tidak menjamin seseorang otomatis bermetamorfosis menjadi seorang negarawan. Menurutnya, cara pandang terhadap masa depan bangsa adalah alat ukur utamanya.

Ia menyoroti fenomena elite politik, termasuk mereka yang pernah memegang tampuk kekuasaan tertinggi, yang pikiran dan orientasinya masih saja terkungkung pada urusan bagi-bagi kekuasaan dan kemenangan di bilik suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SBY memaklumi jika seorang politisi aktif terus memikirkan pemilu. Namun, toleransi tersebut tidak berlaku bagi sosok yang seharusnya sudah mencapai level kearifan tertinggi.

“Politisi biasanya yang dipikirkan pemilihan umum berikutnya. Kalau gubernur, bupati, wali kota, presiden, semoga terpilih kembali. Itu sah dan tidak salah. Anggota DPR RI, DPD, DPRD, terpilih kembali, tidak salah,” katanya, dikutip Rabu (14/10/2026).

“Tapi negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan. Itulah negarawan,” jelasnya.

SBY menyayangkan jika ada figur mantan presiden yang masih saja bermanuver layaknya politisi praktis dan terjebak dalam pusaran konflik elektoral. Ia menasihati para elite untuk menyadari posisinya.

“Negarawan itu tidak harus mantan presiden. Bukan semua (mantan presiden) bisa menjadi negarawan kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Country over party, country first (Negara di atas partai, negara yang utama),” tegur SBY.

Ia memperingatkan dengan keras agar para mantan pejabat tinggi tidak membalik logika pengabdian. Kepentingan kelompok tidak boleh menyandera kepentingan republik.

“Jangan dibalik. Jangan partai politik diutamakan dan negaranya belakangan. Wrong (salah),” tegasnya.

Sebagai bentuk penegasan atas etika politik bernegara, ia menutup sindirannya dengan mengutip sebuah adagium politik universal yang seharusnya menjadi pegangan setiap pemimpin yang telah purnatugas.

“Ada kata-kata ‘loyalty to my party ends when loyalty to my country begins’ (loyalitas kepada partai saya akan berakhir ketika loyalitas kepada negara dimulai),” tutur SBY.

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan
Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta
MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS
Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia
DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang
Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam
Bangun Sinergi DePA-RI – UNISRI Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas
JAJARAN PENGURUS PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN & KELUARGA BESAR PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN MENGUCAPKAN SELAMAT & SUKSES ATAS PEMBARETAN LASKAR SABILILLAH DI TROWULAN MOJOKERTO

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Bangun Sinergi DePA-RI – UNISRI Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

JAJARAN PENGURUS PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN & KELUARGA BESAR PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN MENGUCAPKAN SELAMAT & SUKSES ATAS PEMBARETAN LASKAR SABILILLAH DI TROWULAN MOJOKERTO

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PERTANYAAN WARGA DESA TRAMOK: MENGAPA TAHANAN SENJATA TAJAM CEPAT DILEPAS?

Berita Terbaru