Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon Omon

MAT SUKENI

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 06:55 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya // Detikdki.com 01 Juni 2026 Para pendiri bangsa membangun negara bernama Indonesia melalui proses yang panjang. Dimulai dari meletakkan pondasi bangsa bernama Pancasila yang akhirnya melahirkan UUD 45, ujar Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal).

Kedua produk konstitusi itulah yang kini menjadi penjaga persatuan, kesatuan dan hukum yang mengatur segala sendi kehidupan bangsa.

“Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni tahun ini menjadi penegasan bahwa derasnya serangan ideologi asing namun kita masih berdiri sebagai bangsa karena masih punya ideologi Pancasila. Tanpa ideologi dasar negara Pancasila, negara sudah bubar kemarin saat diserang ideologi Wahabi khilafah Terorisme dan dari kelompok sarabpatigenah.” jelas AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) Ketua Umum PNIB kepada awak media yang meminta pendapatanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memahami Pancasila menurut Gus Wal tidak hanya menghafal kelima silanya. Namun mengamalkan satu persatu silanya sebagai pegangan berpikir, bergerak dan bertindak.

“Kalau hanya menghafal Pancasila itu kewajiban murid Sekolah Dasar. Mengamalkan dan mengejawentahkan menjadi persyaratan melanjutkan hidup di negara Indonesia. 5 sila yang menjadi satu kesatuan tidak bisa dipisahkan. Hanya berpegang sila pertama tapi mengabaikan 4 sila lainnya. Atau mau menerima sila keempat namun mengabaikan sila ketiga” lanjut Gus Wal.

Merefleksikan kembali Pancasila tahun ini menurut Gus Wal menjadi bahan introspeksi untuk kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara kedepannya. Krisis multidimensi yang terjadi salah satu penyebabnya karena kita meninggalkan filosofi Pancasila.

“Pelaku korupsi, arogansi, intoleransi, khilafah radikalisme terorisme sudah pasti dilakukan atas dasar ego pribadi dan kelompok. Mereka hanya hafal Pancasila, namun sesungguhnya sedang menghancurkan sendi-sendi negara. Hidup di negara Pancasila namun menggerogoti kedaulatan bangsa. Merekalah yang seharusnya diusir dari NKRI ini” imbuh Gus Wal.

Gus Wal dan PNIB menjadi satu-satunya ormas kebhinekaan lintas suku, agama dan budaya yang konsisten membumikan Pancasila, merah putih dan kebhinekaan. Tidak hanya orasi, namun berbagai aktifitas kebangsaan rutin dilakukan secara mandiri karena kesadaran, bukan pesanan.

“Dengan segala keterbatasan PNIB konsisten menggelar Ngaji Pancasila dan dialog Kebangsaan. Di saat ormas lain sibuk bertransaksi bisnis, kami dengan sukarela patungan menggelar Kirab Merah Putih. Kami tidak merasa paling Pancasilais, namun setidaknya PNIB tidak korupsi, mengintimidasi rakyat atau rebutan jabatan dan konsesi tambang” jelasnya lagi.

“Yang bisa menjaga bangsa ini bukan hanya TNI Polri, namun kita rakyat Indonesia yang peka infiltrasi ideologi asing wahabi, khilafah radikalisme terorisme menyelinap nyata di sekitar kita. Itu ancaman negara yang nyata. Pancasila Harga Mati, Merah Putih tanpa kompromi dan NKRI hebat tanpa Intoleransi, Radikalisme Khilafah Terorisme dan korupsi” Selamat hari Pancasila yang harus kita bela selamanya pungkas Gus Wal.

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru