Penari Trance 54 Tahun dan Ritual 387 Tahun, Seblang Bakungan Banyuwangi Bikin Wisatawan Takjub

MAT SUKENI

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 18:29 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, //  Masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah Banyuwangi, terus melestarikan ritual “Seblang”. Ritual magis berusia ratusan tahun itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang mengunjungi Banyuwangi selama libur panjang Idul Adha ini.

Seblang Bakungan merupakan tarian sakral yang dibawakan oleh perempuan paruh baya dalam kondisi trance atau kehilangan kesadaran. Pada tahun ini, Seblang dibawakan oleh Isni yang telah berusia 54 tahun. Ini merupakan kali ketiga bagi dia menjadi Seblang.

Ritual kuno rutin tersebut digelar rutin di bulan Dzulhijah (bulan Haji), tepatnya satu pekan setelah hari raya Idul Adha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Osing Bakungan mengawali ritual Seblang dengan prosesi kenduri masal di sepanjang jalan Bakungan. Sebelumnya, warga terlebih dahulu melaksanakan shalat magrib dan shalat hajat di masjid setempat sambil memohon demi keselamatan dan kesejahteraan desa.

Usai menunaikan solat, warga menggelar parade oncor (obor) yang dibawa berkeliling desa, yang biasa dikenal dengan ider bumi. Sepanjang jalan itu, tumpeng dengan menu khas pecel pithik dinikmati bersama beralaskan tikar di bawah temaram cahaya obor.

Ritual puncak ditandai saat penari Seblang, memasuki kondisi trance. Isni terus menari sambil mata terpejam diiringi musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Saat menari, Isni diyakini telah dirasuki roh leluhur.

Tarian magis dan ritual yang mengiringinya menjadi tontonan yang memikat ribuan wisatawan yang hadir di malam itu. Termasuk wisatawan asal Hongaria, Gergo Zalatnai.

“Unik. Penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,” ujar Gergo Zalatnai.

Hal serupa juga diungkapkan Riski, pengunjung asal Jogjakarta yang mengaku terkesan dengan ritual ini. Riski yang sedang menghabiskan liburannya di Banyuwangi ini mengaku sengaja ingin menonton ritual Seblang Bakungan.

“Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya,” ucapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas keguyuban warga dalam melestarikan tradisi leluhur yang diyakini telah ada sejak tahun 1639 tersebut.

Ia berkomitmen terus mendukung pelestarian Seblang Bakungan sebagai salah satu identitas budaya daerah.

“Tradisi ini bukan sekedar upaya menjaga warisan nenek moyang, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,” urainya.

Di Banyuwangi, tradisi Seblang bisa dijumpai di dua tempat yang menjadi basis suku Osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah.

Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dan dibawakan oleh penari yang sudah paruh baya. Sementara Seblang Olehsari diadakan setelah Idul Fitri dan dibawakan oleh penari yang masih belia.

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com 

( NANG)

 

 

 

Berita Terkait

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi
Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung
Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan
Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta
MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS
Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia
DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:35 WIB

DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam

Berita Terbaru

Nasional

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Okt 2026 - 13:29 WIB