Bagai Petir Menyambar di Siang Bolong, Ungkapan Tokoh Ulama Besar KH.R Ali Badri Zaini Atas Isu Pembangunan Industrialisasi di Madura

MAT SUKENI

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:19 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan, //  Beredarnya isu yang menyebabkan para tokoh ulama’ besar di Bangkalan khususnya di wilayah Kecamatan Blega, KH.R Ali Badri Tokoh Kharismatik ulama’ se-Madura khususnya di wilayah Blega, melarang serta mengecam keras adanya isu dugaan pembangunan industrialisasi di madura khususnya di wilayah Bangkalan.

Dalam penjelasannya bukan perkara baru, melainkan hal ini sudah menjadi isu saat wacana jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura, mulai di hembuskan kembali pada akhir masa orde baru, di masa M. Noer jadi Gubernur Jawatimur.

Namun, Pemerintah rupanya tak rela jika investasi jembatan ini hanya sekedar jembatan, maka di buatlah (BPWS) Badan Pembangunan Wilayah Surabaya-Madura, dalam keterangan nya mereka membuat rencana tata ruang ekonomi dari Bangkalan sampai Sumenep. Fokusnya tentu tetap di Kabupaten Bangkalan sebagai penyangga utama bagi Surabaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, BPWS resmi bubar pada tahun 2020 pada masa-masa Pemerintahan pertama Jokowi Dodo.

Kini tak lama beredarnya isu yang mempersilahkan para investor (Tiongkok) untuk membangun industri Wiraraja Madura khususnya di bumi Bangkalan, yang menimbulkan ke khawatiran lama para ulama’ serta kiai se-Madura muncul kembali, dalam konsep pembahasan, “apakah akan ada Batamisasi lagi di madura, di mana nanti para pekerja di wilayah industry ini nanti tidak dinikmati oleh Masyarakat madura dan masyarakat madura hanya menjadi tamu di bumi sendiri.

Dalam keterangannya, “KH. R Ali Badri Zaini. apakah Pemerintah daerah dalam menghadapi hal ini harus Memitigasi berarti melakukan mengumpulkan data, bahkan merujuk scenario industrinya.

“Melihat resiko yang akan muncul, serta dampak setelah mitigasi lengkap, maka hal itu harus di angkat menjadi kesepakatan dan musyawarah bersama agar menjadi Win-win solution bagi semua pihak, khususnya tokoh ulama’ se-Madura (Tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa) “pungkasnya.

Redaksi//

Detikdki.com

(Efendi)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pengamanan Obvitnas, Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton
Pelayanan Prima Samsat Bangil, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Masyarakat
Dihadapan Pengusaha Malang Raya, Kepala Bakorwil Malang Paparkan Gagasan Malang Raya Megapolitan
Ketua Squad Nusantara Murka, Desak Satgas dan Pengelola Dapur Ditindak Tegas!
Tinjau Proyek Pasar Sepanjang, wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana Kecewa: Progres Tembok Baru 25 Persen, Kontraktor Diancam Putus Kontrak
KLAIM “IZIN LENGKAP” DIPERTANYAKAN, TRUK GALIAN TETAP HILIR-MUDIK
Dugaan Kendala Rujukan Pasien Kecelakaan di Puskesmas Labang, Keluarga Minta Pelayanan Dievaluasi,
Karhutla Kawah Ijen Makin Mengkhawatirkan, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat, Water Bombing Dikerahkan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:33 WIB

Perkuat Sinergi Pengamanan Obvitnas, Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton

Jumat, 11 September 2026 - 19:28 WIB

Pelayanan Prima Samsat Bangil, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Ketua Squad Nusantara Murka, Desak Satgas dan Pengelola Dapur Ditindak Tegas!

Jumat, 11 September 2026 - 07:09 WIB

Tinjau Proyek Pasar Sepanjang, wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana Kecewa: Progres Tembok Baru 25 Persen, Kontraktor Diancam Putus Kontrak

Rabu, 9 September 2026 - 21:50 WIB

KLAIM “IZIN LENGKAP” DIPERTANYAKAN, TRUK GALIAN TETAP HILIR-MUDIK

Rabu, 9 September 2026 - 20:11 WIB

Dugaan Kendala Rujukan Pasien Kecelakaan di Puskesmas Labang, Keluarga Minta Pelayanan Dievaluasi,

Selasa, 8 September 2026 - 06:08 WIB

Karhutla Kawah Ijen Makin Mengkhawatirkan, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 7 September 2026 - 22:23 WIB

Target Elektoral High-Level, NasDem Lamongan Konsolidasi Internal Perkuat Struktur Akar Rumput

Berita Terbaru