*FAESOL HARHARA, S.E.: HAMPIR 5 TAHUN MENANTI, KASUS Rp1,8 MILIAR DENGAN STATUS DPO BELUM JUGA ADA KEPASTIAN*

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:25 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

JAKARTA

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sudah hampir lima tahun Faesol Harhara, S.E. menunggu titik terang. Sejak 2021 ia menempuh jalur hukum secara resmi untuk menuntut keadilan atas dugaan penipuan dan penggelapan yang merugikannya secara materi dan batin. Semua prosedur administrasi sudah ditempuh, mulai dari laporan polisi sampai diterimanya SP2HP. Tapi sampai hari ini belum ada hasil konkret yang bisa dirasakan.

 

Awalnya hubungan antar pihak berjalan baik dan saling percaya. Lama-kelamaan muncul dugaan bahwa janji dan kesepakatan yang dibuat tidak dijalankan. Akibatnya muncul kerugian yang ditaksir sekitar ± Rp1.800.000.000. Karena itu, laporan resmi dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan kemudian diajukan ke Polda Metro Jaya.

 

*Rangkaian Dokumen Resmi yang Sudah Dikantongi Pelapor*

 

*1. Surat Tanda Terima Laporan Polisi*

– Nomor: STTLP/B/4957/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA

– Tanggal: 07 Oktober 2021, Pukul 11.20 WIB

– Pelapor: Faesol Harhara, S.E., lahir Pemalang 06 Juli 1967

– Alamat: Jl. Kenanga Terusan No.12 RT.004/RW.008, Kel. Cilandak Timur, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan

– Dugaan: Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP

– Kerugian: ± Rp1.800.000.000

– Terlapor: Gus Asyik, Huda, Henri, dan pihak lain yang diduga terkait

 

*2. Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan*

– Nomor: B/819/V.11/2022/Diskminkum

– Tanggal: 14 Februari 2022

 

*3. Surat Keterangan Perkembangan Perkara*

– Nomor: S.149/TAP/W2/2023/Ditreskrimsus

– Tanggal: 01 Maret 2023

 

*4. SP2HP*

– Nomor: B/261/V.11/2023/Ditreskrimsus — 01 Maret 2023

– Nomor: SP2HP/KE-6/LIMA — 30 Agustus 2023

– Catatan penting: Di dalam surat disebutkan secara resmi bahwa pihak terlapor sudah masuk Daftar Pencarian Orang atau DPO.

 

 

Status DPO sudah tertulis resmi. Artinya aparat seharusnya melakukan pencarian, penangkapan, dan proses hukum lanjutan.

Faktanya, hingga Agustus 2026 belum ada informasi jelas apakah orang yang berstatus DPO itu sudah ditemukan, diamankan, atau diproses.

 

Kalau penetapan DPO hanya berhenti di atas kertas, maka tujuan penegakan hukum jadi menggantung. Padahal perkara dengan nilai hampir dua miliar ini sudah berjalan terlalu lama tanpa kepastian.

 

“Saya tidak mendahului putusan hakim. Saya paham ini masih dugaan yang harus dibuktikan di pengadilan. Tapi pertanyaan saya sederhana: kalau di surat sudah jelas tertulis DPO, kenapa sampai sekarang belum ada tindakan nyata?

Apakah saya harus terus menunggu tahunan lagi tanpa kejelasan? Jangan sampai penetapan DPO cuma jadi administrasi saja. Hak saya yang nilainya hampir Rp1,8 miliar sudah tertahan hampir lima tahun. Saya mohon, apa yang sudah ditetapkan itu dijalankan. Segera buktikan benar atau salah lewat proses hukum, jangan biarkan perkara ini menggantung terus,” tegas Faesol.

 

Keadilan yang ditunda terlalu lama pada akhirnya sama saja dengan mengabaikan hak warga negara untuk mendapatkan kepastian hukum.

 

Radar CNN Bogor Raya akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini secara berimbang dan objektif. Pertanyaan publik tetap sama: sampai kapan penantian ini berakhir, dan kapan status DPO benar-benar ditindaklanjuti di lapangan!.

 

Redaksi

Team

Berita Terkait

Gandeng Ulama, Kapolres Simalungun Tegaskan Perang Lawan Narkoba
PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Puluhan Kali Banjir, Jembatan Belum Tuntas: Warga Kuning I Menunggu Solusi, Bukan Sekadar Rapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru