BPAN Soroti Pungli Parkir di PUSPEM Kota Tangerang: Tarif Rp 10.000 Tanpa Karcis, 10 Kali Lipat dari Perda

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 22:08 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPAN Soroti Pungli Parkir di PUSPEM Kota Tangerang: Tarif Rp 10.000 Tanpa Karcis, 10 Kali Lipat dari Perda

 

Tangerang,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) DPC Kota Tangerang, H. Muhdi, menyoroti maraknya praktik pungutan liar parkir di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang / PUSPEM pada malam hari. Menurutnya, hal ini sudah sangat meresahkan dan mencoreng citra Kota Tangerang.

 

“Ruang publik seperti PUSPEM harusnya jadi tempat yang nyaman untuk warga. Tapi sekarang malah jadi ajang pungli. Ini jelas melanggar aturan dan merugikan masyarakat,” tegas H. Muhdi.

Keluhan warga pun berdatangan. Salah satunya dari Yaya, warga Pabuaran Tumpeng, yang mengaku kaget saat diminta membayar Rp 10.000 untuk parkir sepeda motor pada malam hari. Padahal ia hanya mengajak anaknya jalan-jalan dan kulineran di area PUSPEM.

 

“Aduh bang parkir di PUSPEM malam Rabu minta 10 RB. Padahal saya cuman jalan-jalan ngajak anak kesitu cari makan.. pas pulang parkir minta 10 RB kaget juga” ungkap Yaya.

 

Berdasarkan Perda Kota Tangerang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Jasa Umum, tarif resmi parkir di bahu jalan untuk kendaraan roda dua hanya _Rp 1.000 sekali parkir. Artinya tarif yang ditarik saat ini naik 10 kali lipat dari ketentuan resmi.

 

Yang lebih meresahkan, pungutan tersebut dilakukan tanpa karcis resmi dari Pemkot Tangerang. Diduga kuat uang hasil pungutan masuk ke kantong pribadi oknum, bukan ke kas daerah.

 

“Ini sudah jelas pungli dan melanggar perda. Banyak oknum yang beralih profesi jadi tukang parkir malam karena dianggap lahan basah. Ke mana Satpol PP dan Dishub Kota Tangerang?” lanjut Yaya.

 

Hal senada juga disampaikan Kadiv Satgas Investigasi BPAN, M. Yusuf. Ia menyebut praktik ini mencederai masyarakat Kota Tangerang yang hanya ingin berlibur dan menghilangkan penat setelah bekerja.

 

“Warga sendiri ingin berlibur menghilangkan penat setelah kerja, tetapi disuguhi pemandangan di PUSPEM yang bertolak belakang. Seharusnya ruang publik ini nyaman, bukan jadi tempat pungli,” tegas M. Yusuf.

 

Warga dan BPAN mendesak Pemerintah Kota Tangerang melalui Dishub dan Satpol PP serta pihak Kepolisan segera m melakukan penertiban parkir liar yang memberatkan masyarakat di kawasan PUSPEM, khususnya pada malam hari dan hari-hari ramai seperti CFD. Penindakan tegas diperlukan agar ruang publik tidak disalahgunakan untuk praktik pungli yang merugikan masyarakat.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

 

Redaksi

Team

Berita Terkait

Gandeng Ulama, Kapolres Simalungun Tegaskan Perang Lawan Narkoba
PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:55 WIB

PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Berita Terbaru