Sidoarjo, // Kondisi pembangunan dan revitalisasi Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendapat perhatian serius dari wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 13.53 WIB, Mimik terlihat kecewa setelah melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan.
Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Mimik langsung mengecek sejumlah bagian proyek, mulai dari pembangunan tembok pasar, stand ikan, pekerjaan pavingisasi, hingga sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.
Kekecewaan tampak ketika Wabub Mimik mengetahui progres pembangunan tembok pasar yang dinilai masih jauh dari target. Pekerjaan yang seharusnya ditargetkan selesai pada Agustus 2026 tersebut, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, disebut baru mencapai sekitar 25 persen.
Mimik kemudian meminta penjelasan sekaligus memberikan arahan secara langsung kepada pelaksana dan pengawas proyek. Ia menegaskan agar pekerjaan tidak dilakukan sekadar mengejar penyelesaian, tetapi harus memperhatikan kualitas dan kesesuaian dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan.
Peninjauan berlanjut ke area stand ikan. Di lokasi tersebut, sejumlah pekerjaan masih dalam proses. Mimik kembali memberikan arahan kepada pihak pelaksana dan pengawas agar pekerjaan dilaksanakan secara serius serta sesuai ketentuan teknis.
Tidak berhenti di sana, Mimik juga mengecek pekerjaan pavingisasi. Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan sejumlah kondisi yang menjadi perhatian, termasuk persoalan saluran air dan gorong-gorong.
Beberapa gorong-gorong disebut berada dalam kondisi tertutup atau tertimpa pekerjaan paving. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena sistem drainase merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan kawasan pasar.
Wabub Mimik, kemudian melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah bagian pekerjaan lainnya yang dinilai belum terlaksana.
Kedatangan wakil Bupati Sidoarjo ke Pasar Sepanjang mendapat apresiasi dari sejumlah pedagang. Mereka menilai perhatian dan ketegasan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang dan masyarakat.
“Kami pedagang tidak tahu apa-apa soal proyek ini. Kalau bukan dari orang pemerintah yang tegas, kami juga tidak bisa berbuat banyak,” tutur salah seorang pedagang kepada awak media.
Dalam keterangannya kepada awak media, Mimik Idayana menyampaikan bahwa pihaknya menemukan beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.
Ia menegaskan, temuan tersebut akan dikaji dan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana pekerjaan di lapangan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam kontrak.
“Ada beberapa pekerjaan yang saya lihat tidak sesuai dengan spek. Ini akan kita kaji lagi dan kita lihat lebih detail,” ujar Mimik.
Mimik juga memberikan peringatan tegas kepada pihak pelaksana proyek. Apabila kondisi pekerjaan tidak segera diperbaiki dan pelaksanaan proyek tetap tidak sesuai dengan ketentuan, pihaknya tidak menutup kemungkinan mengambil langkah tegas terhadap kontraktor.
Bahkan, Mimik menyatakan kontrak pekerjaan dapat diputus apabila pelaksana tidak mampu memenuhi kewajiban sesuai kontrak dan memperbaiki kualitas pekerjaan.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap keberadaan Pasar Sepanjang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta manfaat pembangunan benar-benar dirasakan para pedagang dan masyarakat.
Dengan adanya peninjauan langsung tersebut, pihak pelaksana dan pengawas proyek kini dituntut segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap pekerjaan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Redaksi//
Detikdki.com
(Ibas)

























