10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 13:28 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

10 Bulan Pasca Banjir Bandang, Bantuan Korban Banjir Langsa Masih Belum Merata

 

LANGSA,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hampir 10 bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kota Langsa pada 26 November 2025 lalu, namun persoalan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan.

 

Di tengah belum meratanya bantuan bagi korban banjir, sejumlah wilayah di Kota Langsa kembali terendam banjir pada 11 September 2026. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang hingga kini mengaku belum memperoleh bantuan yang diharapkan.

 

Persoalan penyaluran bantuan disebut telah muncul sejak awal, terutama terkait data calon penerima bantuan yang dinilai masih bermasalah dan belum tertata secara baik. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada proses pendataan, verifikasi hingga penyaluran bantuan di lapangan.

 

Menurut keluhan yang disampaikan korban banjir, terdapat warga yang rumahnya disebut tidak terdampak banjir namun telah menerima bantuan lebih dahulu, sementara sebagian warga yang benar-benar terdampak masih menunggu kepastian.

Ketimpangan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial, kekecewaan hingga kemarahan di tengah masyarakat.

Selain persoalan data, lambannya proses pendataan dan penyaluran juga menjadi sorotan. Hampir 10 bulan setelah bencana, masih terdapat warga yang mempertanyakan kapan bantuan akan mereka terima. Bahkan, menurut keterangan Ketua Forum Korban Banjir Langsa (KBL), Jantana Pratama Putra, penyaluran bantuan banjir Tahap II juga belum sepenuhnya selesai.

Jantana Pratama Putra, yang lebih akrab disapa Bang JT, merupakan salah satu pihak yang sejak awal aktif menyuarakan persoalan bantuan korban banjir di Kota Langsa.

Bang JT mengaku sudah merasa bosan dengan kinerja Pemerintah Kota Langsa yang menurut penilaiannya belum profesional dalam menyelesaikan persoalan bantuan korban banjir.

Ia mengatakan telah dua kali mengikuti rapat koordinasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, selain menemui sejumlah pihak terkait untuk mempertanyakan perkembangan dan kejelasan penyaluran bantuan banjir.

Tidak hanya melalui pertemuan, Bang JT juga mengaku telah tiga kali ikut serta dalam aksi unjuk rasa bersama korban banjir Langsa.

Dari tiga aksi tersebut, menurut Bang JT, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana hanya hadir menemui massa pada aksi demo jilid II yang berlangsung 30 April 2026.

Sementara dalam aksi ketiga pada 26 Agustus 2026, massa kembali mempertanyakan kejelasan bantuan banjir Kota Langsa, termasuk mengenai bantuan yang berasal dari berbagai pihak di luar pemerintah daerah.

Salah satu pertanyaan yang disampaikan massa, menurut Bang JT, berkaitan dengan berapa total bantuan yang telah diterima dari pihak luar, baik berupa dana maupun bantuan logistik seperti makanan, minuman dan bantuan lainnya.

Namun, menurut keterangan Bang JT, Sekda Kota Langsa Suhartini belum dapat memberikan jawaban yang diminta massa terkait total bantuan tersebut.

Bang JT juga menyebut Sekda Kota Langsa kemudian meninggalkan massa aksi. Sementara itu, massa korban banjir tetap bertahan hingga malam hari di tengah hujan lebat, menunggu adanya kejelasan maupun jawaban dari pihak Pemerintah Kota Langsa.

Warga Masih Menunggu Jadup hingga Rehab Rumah

Hingga berita ini dirilis pada 12 September 2026, menurut keterangan Bang JT, masih terdapat warga yang belum mendapatkan kepastian mengenai sejumlah bantuan, di antaranya Jadup (Jaminan Hidup), bantuan isi hunian, stimulan ekonomi hingga bantuan rehabilitasi rumah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena waktu terus berjalan. Hampir 10 bulan sejak banjir bandang November 2025, persoalan bantuan masih belum sepenuhnya tuntas.

Bahkan, banjir kembali terjadi pada 11 September 2026 di sejumlah titik wilayah Kota Langsa. Peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa persoalan penanganan bencana dan perlindungan terhadap masyarakat terdampak membutuhkan proses yang cepat, tepat dan transparan.

Bang JT menilai masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya janji atau proses yang berlarut-larut. Menurutnya, warga korban banjir berhak mengetahui secara jelas bagaimana proses pendataan dilakukan, siapa yang ditetapkan sebagai penerima, bantuan apa saja yang tersedia, serta bagaimana bantuan tersebut disalurkan.

KBL Siapkan Aksi Lanjutan

Bang JT menegaskan, apabila tidak segera ada titik terang mengenai penyaluran bantuan banjir berikutnya maupun penyelesaian bantuan yang masih tertunda, dirinya bersama Forum Korban Banjir Langsa (KBL) tidak menutup kemungkinan melakukan aksi lanjutan.

Menurutnya, langkah tersebut akan dilakukan atas desakan masyarakat yang masih mempertanyakan kejelasan bantuan banjir Kota Langsa.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Hampir 10 bulan persoalan bantuan banjir belum juga selesai. Kami sudah mengikuti rapat, bertemu pihak terkait dan turun aksi, tetapi masyarakat masih mempertanyakan bantuan yang belum mereka terima,” ujar Bang JT.

Ia menegaskan, KBL akan terus menyuarakan kepentingan korban banjir dan mendorong adanya keterbukaan mengenai seluruh proses bantuan.

“Kalau tidak ada titik terang mengenai penyaluran bantuan selanjutnya, kami bersama KBL dan masyarakat akan mempertimbangkan aksi lanjutan. Tujuannya jelas, yaitu memperjelas bantuan banjir Kota Langsa dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara adil,” tegasnya.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kota Langsa untuk menyelesaikan persoalan data penerima, mempercepat penyaluran bantuan yang masih tertunda, serta memberikan penjelasan terbuka mengenai bantuan yang telah diterima maupun disalurkan.

Bagi korban banjir yang masih menunggu, kepastian dan keadilan dalam penyaluran bantuan menjadi hal yang sangat penting agar persoalan yang telah berlangsung hampir 10 bulan tersebut tidak terus berlarut.

Redaksi

Team

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru