Pentas Seni dan Tasyakuran Pelepasan Siswa Kelas VI SDI Roudlotul Ulum Berlangsung Meriah, Jadi Momentum Menanamkan Nilai Islam di Tengah Kemajuan Zaman

MAT SUKENI

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:06 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan,// Suasana penuh haru, bahagia, dan kebersamaan menyelimuti halaman SDI Roudlotul Ulum yang berada di Dusun Dukuh Wetan, Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Sekolah Dasar Islam tersebut menggelar Pentas Seni dan Tasyakuran Pelepasan Siswa Kelas VI dengan meriah dan penuh makna, Sabtu (20/6/2026).

Acara yang telah dipersiapkan secara maksimal oleh panitia ini dihadiri oleh para siswa, dewan guru, wali murid, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Sumberejo, Sakri, beserta perangkat desa. Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana berlangsung tertib, lancar, dan dipenuhi kegembiraan dari seluruh peserta yang hadir.Berbagai penampilan seni dari para siswa menjadi daya tarik tersendiri. Kreativitas, bakat, dan keberanian siswa tampil di hadapan orang tua serta masyarakat mendapat apresiasi meriah. Gelak tawa, tepuk tangan, dan rasa bangga tampak menghiasi wajah para wali murid yang menyaksikan putra-putrinya menunjukkan hasil belajar selama menempuh pendidikan di SDI Roudlotul Ulum.

Dalam sambutannya, para guru menyampaikan pesan penting kepada seluruh siswa agar terus semangat belajar dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Namun demikian, kemajuan teknologi dan perubahan era tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati dirinya sebagai seorang Muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak-anak harus mampu mengikuti perkembangan zaman, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi tetap memiliki fondasi keislaman yang kuat sebagai pedoman hidup,” pesan dewan guru di hadapan para siswa dan wali murid.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Sakri, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, acara pelepasan dan tasyakuran seperti ini sangat positif karena mampu mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para siswa dalam menempuh pendidikan dasar.

Dalam pesannya kepada para siswa, Sakri mengajak generasi muda Dusun Dukuh Wetan untuk menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua, memiliki akhlak mulia, serta tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Walaupun zaman semakin maju, nilai-nilai Islam harus tetap menjadi pegangan hidup. Jadilah anak yang berguna bagi orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi siswa kelas VI, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati bukan sekadar mengejar prestasi akademik, melainkan membentuk karakter dan akhlak yang baik. Di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai keimanan dan kebersamaan tetap menjadi pondasi utama dalam membangun generasi masa depan.

Warga Dusun Dukuh Wetan pun menyambut baik dan merasa bahagia atas terselenggaranya acara tersebut. Kehangatan yang tercipta selama kegiatan menjadi bukti bahwa sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam mendidik anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.

Acara ditutup dengan doa bersama yang khidmat, memohon keberkahan dan kesuksesan bagi seluruh siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Dengan berakhirnya rangkaian pentas seni dan tasyakuran ini, tersimpan harapan besar agar para lulusan SDI Roudlotul Ulum kelak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama.

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com 

(Riski)

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Puluhan Kali Banjir, Jembatan Belum Tuntas: Warga Kuning I Menunggu Solusi, Bukan Sekadar Rapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru