Demontrasi, Aliansi Masyarakat Sukadiri Bersatu Gelar Aksi, Tuntut Penegakan Aturan Truk Tanah

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 15:02 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demontrasi, Aliansi Masyarakat Sukadiri Bersatu Gelar Aksi, Tuntut Penegakan Aturan Truk Tanah

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Tangerang — Sekitar puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sukadiri Bersatu (ASMB) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Gintung, dekat Griya Artha, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk protes dan keresahan masyarakat terhadap maraknya aktivitas truk pengangkut tanah urugan yang melintas di wilayah Sukadiri.

Warga menilai tingginya intensitas kendaraan berat tersebut telah mengganggu kenyamanan masyarakat, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah dan instansi terkait agar aturan mengenai operasional kendaraan bermuatan besar dapat ditegakkan dan diawasi secara konsisten di lapangan.

 

Empat Tuntutan Utama Warga

ASMB menyampaikan empat poin utama yang menjadi tuntutan masyarakat.

Pertama, massa mendesak agar Surat Edaran Bupati Nomor 07 Tahun 2026 ditegakkan secara tegas dan tanpa tebang pilih, khususnya terkait pengaturan operasional kendaraan bermuatan besar.

Kedua, warga meminta agar aktivitas armada truk pengangkut tanah urugan yang melintas di kawasan permukiman dihentikan. Menurut massa, keberadaan kendaraan berat tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas publik.

Ketiga, ASMB menegaskan bahwa masyarakat tetap mendukung pembangunan daerah. Namun, pembangunan diharapkan tetap berjalan secara tertib serta mematuhi peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, massa meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap warga dari dampak pencemaran lingkungan, terutama polusi debu yang ditimbulkan akibat lalu lintas kendaraan berat.

Aksi tersebut dipimpin sejumlah perwakilan masyarakat, di antaranya Komarudin, Mustajib alias Ajuk, Abah Chen, Rosadin Hijam, SH, yang dikenal dengan panggilan Ladin dan merupakan mantan lurah, Kurtubi alias Tekbi, serta Babe Oni. Aksi juga diikuti warga setempat.

 

Warga Minta Aturan Diterapkan di Lapangan

Dalam orasinya, Mustajib alias Ajuk selaku perwakilan ASMB mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keresahan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan nyata agar wilayah Sukadiri menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman.

 

“Kami berharap agar peraturan yang ditandatangani oleh Bupati dilaksanakan dan diawasi terkait pelaksanaannya di lapangan,” ujar Ajuk saat menyampaikan orasi.

 

Sementara itu, Babe oni, juga menyampaikan harapan agar aturan yang telah ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan dan diawasi secara konsisten.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa aturan mengenai kendaraan berat tidak hanya menjadi ketentuan di atas kertas, tetapi juga dilaksanakan di lapangan.

 

Dishub Tampung Aspirasi Warga.

 

Menanggapi tuntutan tersebut, Mulyadi, Danru Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang Wilayah Pantura, mengatakan pihaknya akan menyampaikan keluhan dan aspirasi masyarakat kepada pimpinan Dishub Kabupaten Tangerang untuk ditindaklanjuti.

 

“Keluhan warga hari ini akan saya sampaikan kepada pimpinan. Langkah saat ini, kami akan merapikan kembali barrier pembatas yang sempat digeser,” kata Mulyadi.

 

Kapolsek Mauk Imbau Massa Tetap Kondusif

 

Di tengah berlangsungnya aksi, Kapolsek Mauk AKP Nyoman turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia mengajak seluruh peserta aksi maupun pihak terkait untuk menyampaikan aspirasi secara tertib sehingga kegiatan demonstrasi dapat berjalan dengan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.

 

Aksi ASMB berlangsung secara damai. Massa berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pengawasan dan penegakan aturan terhadap operasional kendaraan berat di wilayah Sukadiri.

Warga pada prinsipnya menyatakan tetap mendukung pembangunan daerah, namun meminta agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan serta tidak mengabaikan aspek keselamatan, kenyamanan masyarakat, ketertiban lalu lintas, dan kelestarian lingkungan.

Redaksi

Team

Berita Terkait

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir
Ketum DPP GARNIZUN H. Ardiansyah Saragih: Pengungkapan 1,1 Ton Sabu Bukti Pentingnya Perang Konsisten terhadap Narkotika
FINAL FOOTBALL CUP 2026 PEMUDA PANCASILA MEDAN, PARTAI PUNCAK DIGELAR SABTU SORE
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III
Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir
Dari Hortikultura Hingga Peternakan, Rutan Tanjung Pura Cetak WBP Terampil dan Produktif
Tinjau Langsung Pembinaan dan Layanan, Anggota Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program Kemandirian Lapas Sibolga
Gang Anggrek Mendadak ‘Hilang’ dari Inventaris Pemko: Kuasa Hukum Tuding Ada Permainan Oknum Lurah Hingga BPN

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:35 WIB

DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam

Berita Terbaru

Nasional

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Okt 2026 - 13:29 WIB