PROYEK TRK Rp 985 JUTA SMPN 7 PASAR KEMIS TUAI SOROTAN TAJAM! Diduga Tanpa Pengawas, Pekerja Tanpa APD Kaki Telanjang di Atas Dak, Besi Berserakan, Keselamatan Siswa Diabaikan
PASAR KEMIS, KAB. TANGERANG, BANTEN
Proyek pembangunan Tambahan Ruang Kelas (TRK) di SMP Negeri 7 Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, yang menelan anggaran fantastis hampir Rp 1 Miliar, kini menjadi sorotan tajam publik dan aktivis. Pelaksanaan proyek di lingkungan sekolah aktif ini diduga kuat mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tanpa pengawasan, serta mengabaikan keselamatan para siswa.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, proyek tersebut adalah:
NAMA KEGIATAN: TRK SMPN PASARKEMIS
LOKASI: SMPN 7 PASARKEMIS
NILAI PROYEK: Rp. 985.619.000,00
TAHUN ANGGARAN: 2026
SUMBER DANA: APBD KABUPATEN TANGERANG
WAKTU PELAKSANAAN: 90 Hari Kalender
PELAKSANA: CV. VANALISA KASIH
ALAMAT LPSE: JL. SULTAN HAMENGKUBUWONO IX KM 25, CAKUNG, JAKARTA TIMUR.
Namun fakta di lapangan yang didokumentasikan tim investigasi pada Senin, 05 Oktober 2026, Pukul 14:00 – 14:02 WIB, di Jl. Puri Jaya, Sukaasih & Jl. Jambu Raya No.3, Sukamantri, Kec. Pasar Kemis, sangat memprihatinkan.

PEKERJA DI ATAS BANGUNAN TANPA APD, KAKI TELANJANG BAGAIKAN SPIDERMAN
Dari foto yang diambil tim di lapangan, terlihat jelas seorang pekerja berada di atas dak lantai 2 yang sedang dalam proses pembesian balok dan bekisting tanpa dibekali Alat Pelindung Diri (APD) apapun. Tidak ada helm safety, tidak ada sabuk pengaman, tidak ada sepatu safety, bahkan bekerja dengan kaki telanjang di atas rangkaian besi dan kayu yang rapuh. Scaffolding hanya mengandalkan bambu yang diikat seadanya.
BAHAN BANGUNAN BERSERAKAN, HALAMAN SEKOLAH JADI GUDANG
Tata kelola material sangat berantakan. Tumpukan hebel, besi beton tajam berkarat, kayu bekisting, dan bambu berserakan di halaman paving blok yang merupakan akses utama siswa. Besi beton dibiarkan tergeletak di tengah jalan setapak, tepat di samping motor pekerja yang parkir sembarangan.
KESELAMATAN ANAK SEKOLAH TIDAK DIUTAMAKAN
Padahal proyek berada di dalam sekolah aktif. Seharusnya area proyek wajib dipagar rapat dengan seng dan tidak bisa diakses siswa. Namun di lokasi hanya ada spanduk kuning kecil “AWAS BAHAYA BENDA JATUH, MURID HARAP MENJAUH” yang dipasang seadanya. Tidak ada pagar kokoh, tidak ada petugas safety.
DUGAAN TANPA PENGAWAS, TANPA KONSULTAN, MANDOR LEPAS TANGAN
Kejanggalan paling fatal, diduga proyek hampir Rp 1 Miliar ini tidak memiliki pengawas di lapangan. Saat dikonfirmasi, pekerja saling lempar dan tidak ada yang bisa menjawab siapa penanggung jawabnya. Saat awak media menghubungi nomor salah satu yang dianggap mandor, justru mandor tersebut mengatakan sudah tidak pegang proyek itu lagi.
Di lapangan juga tidak terlihat satu pun konsultan pengawas maupun perencana yang standby. Tidak ada direksi keet, tidak ada papan K3. Proyek berjalan liar tanpa kendali mutu.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang selaku pemilik anggaran dan PPK untuk segera sidak dan tegur keras CV. Vanalisa Kasih.
“Kami sangat menyayangkan proyek pendidikan hampir Rp 1 Miliar dikerjakan seperti ini. Diduga tanpa pengawas, pekerja tanpa K3 kaki nyeker, material berantakan, keselamatan siswa diabaikan. Mandornya saja bilang sudah tidak pegang. Ini proyek siluman?”
Redaksi membuka ruang Hak Jawab, Hak Koreksi, dan Klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak CV. VANALISA KASIH selaku pelaksana proyek dan DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANGERANG selaku pengguna anggaran, sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, untuk memberikan keterangan berimbang terkait pemberitaan ini. Hak jawab dapat disampaikan melalui redaksi kami.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Vanalisa Kasih dan pihak SMPN 7 Pasar Kemis belum dapat dikonfirmasi.
Redaksi

























