JAKARTA, 21 Oktober 2026 — Peluang kerja sama ekonomi Indonesia dan Jepang kembali menjadi perhatian melalui audiensi delegasi Entrepreneurs’ Organization (EO) Tokyo West dengan jajaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Audiensi yang berlangsung pada 16 Oktober 2026 tersebut difasilitasi KawanStudy melalui Founder & CEO Arjun Roy, B.C.A., dengan dukungan komunikasi dari Ketua Umum Laskar Gibran Leonardo Pandapotan Sirait, S.Ds., M.Pd., dan Ketua DPW Laskar Gibran Sumatera Utara Samson Sembiring.
Agenda ini berawal dari permohonan audiensi yang disampaikan Arjun Roy kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, pada 5 Oktober 2026.
Dalam rangkaian persiapannya, Leonardo Sirait berperan membuka akses komunikasi ke lingkungan Wakil Presiden, sementara Samson Sembiring turut mendukung koordinasi dan pendampingan.
Berdasarkan keterangan penyelenggara, Wakil Presiden mengarahkan agar delegasi berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk membahas peluang investasi secara lebih teknis.
Bahas Industri, Teknologi, dan Kemudahan Investasi
Delegasi Jepang yang sejak awal direncanakan berjumlah sekitar 50 pimpinan dan pemilik usaha tersebut memiliki 44 peserta yang telah terkonfirmasi.
Dalam audiensi dengan jajaran Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, pembahasan mencakup strategi investasi Indonesia menuju 2045, pengembangan industri bernilai tambah, industri berorientasi ekspor, inovasi teknologi, serta kemudahan perizinan berusaha.
Potensi kemitraan juga terbuka untuk berbagai sektor, termasuk logistik, konstruksi, teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, industri kreatif, dan kesehatan.
KawanStudy menjalankan fungsi sebagai jembatan komunikasi antara delegasi internasional dan pemangku kepentingan di Indonesia.
Di sisi lain, keterlibatan Leonardo Sirait dan Samson Sembiring menunjukkan adanya dukungan jejaring organisasi dalam proses komunikasi yang mendahului audiensi tersebut.
Langkah Awal Kemitraan Jangka Panjang
Pertemuan ini belum menghasilkan pengumuman komitmen investasi ataupun penandatanganan kerja sama.
Namun, audiensi menjadi kesempatan bagi delegasi pengusaha Jepang untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan investasi Indonesia sekaligus menjajaki hubungan dengan mitra potensial.
Kolaborasi antarpihak diharapkan dapat berlanjut melalui pertemuan bisnis, kajian peluang investasi, dan komunikasi teknis sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.
Dengan tindak lanjut yang terarah, penjajakan tersebut berpotensi membuka peluang kemitraan ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
























