Adicara tradisi Jawa kTRADISI SURASAMBADHA TRADISI JAWA TIMUR YANG HAMPIR PUNAH

MAT SUKENI

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:49 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK //  Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti kediaman Sesepuh Bapak Miono atau yang akrab disapa Masdres di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, dalam kegiatan tradisi “Mapak sasi sura” 2026 melalui acara bertajuk “Adicara Surasambadha di Bulan Sura 2026 dengan tema “Amreta Sabuana, Gerak – Doa – Mamuja.”Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Jawa Nusantara untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan perjalanan spiritual para leluhur Jawa kuna. Malam 1 Suro yang diyakini sebagai malam sakral dalam penanggalan Jawa menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memanjatkan doa, serta mempererat persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Tak hanya dihadiri warga sekitar, kegiatan tersebut juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yakni memohon kepada Gusti Allah SWT agar diberikan keselamatan, kesehatan, ketentraman batin, kebijaksanaan, serta kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Sejak jauh hari sebelum pelaksanaan, para sahastri, pengikut, dan panitia yang dipimpin oleh Sesepuh Miono / masndres telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan matang. Kekompakan dan semangat gotong royong terlihat dalam setiap persiapan hingga pelaksanaan acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun susunan kegiatan yang digelar meliputi:

1. Sambutan Ketua Panitia.

2. Penyerahan Tumpeng Kuat dan Tumpeng Kuning.

3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

4. Pembacaan Teks Pancasila.

5. Jamasan Pasopati Tirtha Usada Mahakali.

6. Bedaya Manembah Ring Pratiwi.

7. Kembul Bujana sebagai penutup rangkaian kegiatan surasambadha 2026

Perpaduan antara nilai spiritual, budaya, dan nasionalisme tampak begitu kuat dalam setiap prosesi. Lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila menjadi simbol bahwa pelestarian budaya leluhur tidak terlepas dari kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Prosesi jamasan dan ritual budaya yang dijalankan dengan penuh penghormatan menjadi sarana penyucian diri lahir dan batin. Sementara Kembul Bujana menjadi ruang berbagi kebersamaan yang mempertemukan berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang sosial, usia, maupun daerah asal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh kekhidmatan. Tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dinamis.

Dalam kesempatan tersebut, Sesepuh Bapak Miono / masndres menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan, santri, panitia, serta masyarakat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara.

 

“Semoga tradisi luhur ini tetap lestari, menjadi jalan untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kita manusia yang bermanfaat bagi sesama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Peringatan Mapak sasi Sura bukan sekadar seremoni budaya, melainkan sebuah pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan akar sejarah dan warisan leluhurnya. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, tradisi seperti Suroan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam bingkai kebudayaan Nusantara yang kaya dan penuh makna. Rahayu pan samya pinanggi

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Puluhan Kali Banjir, Jembatan Belum Tuntas: Warga Kuning I Menunggu Solusi, Bukan Sekadar Rapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru