AIPDA Sigit Dwi Susanto ‘Hellboy’: Pengabdian Tanpa Pamrih Jatanras Polda Jatim Demi Kamti

MAT SUKENI

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:16 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA // SuaraKeadilanNews.id – Di tengah dinamika dan sorotan tajam yang kerap menerpa institusi kepolisian, sosok Anggota Polri yang satu ini tetap berdiri kokoh menjalankan amanah. Beliau adalah Aipda Sigit Dwi Susanto, atau yang lebih akrab disapa “Hellboy”, Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Dedikasi yang ditunjukkannya membuktikan bahwa marwah seorang Bhayangkara sejati diukur dari ketulusan dalam menjaga keamanan rakyat, bukan dari sekadar popularitas. Bagi Hellboy, pengabdian sejati adalah sebuah kesunyian yang penuh tanggung jawab.

Ketika malam kian larut dan masyarakat terlelap, di situlah detak tugas Tim Jatanras justru semakin berpacu demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Ada harga mahal yang harus dibayar; mulai dari malam-malam tanpa tidur, risiko menantang maut, hingga tekanan batin yang tak terlihat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hujatan silakan lempar ke kami, tapi biarkan rakyat tetap aman di belakang kami,” tegas Hellboy saat dikonfirmasi media, Sabtu (20/6).

Kalimat tersebut bukan sekadar retorika, melainkan doktrin hidup yang ia pegang teguh. Sebagai personel Jatanras yang sehari-hari bergelut dengan dunia kriminalitas jalanan dan tindak kejahatan dengan kekerasan, ia paham betul posisi korpsnya sering menjadi sasaran empuk cibiran. Namun, baginya, seorang polisi harus memiliki mental baja: tidak boleh terlena oleh pujian, apalagi tumbang oleh cercaan. Fokus utamanya hanya satu, memastikan rasa aman masyarakat tidak terusik. Filosofi “Sabuk Kamtibmas”: Tanggung Jawab Bersama

Dalam kesempatan tersebut, Hellboy menekankan bahwa keamanan bukanlah komoditas yang bisa dijaga sendirian oleh aparat penegak hukum. Ia menggaungkan konsep

“Sabuk Kamtibmas”, sebuah gerakan yang mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, media, pengusaha, hingga pemuda—untuk bersatu padu.

“Menjaga keamanan bukan hanya tugas seragam kami. Ini adalah kontrak sosial seluruh warga negara Indonesia. Semua pihak harus saling mengaitkan diri demi menjaga persatuan dan ketertiban,” ujarnya.

Di era digital saat ini, tantangan tidak lagi hanya berupa kejahatan konvensional. Ancaman nyata kini juga hadir dalam bentuk hoaks, berita bohong, dan narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa. Oleh sebab itu, kedewasaan digital masyarakat menjadi benteng pertahanan utama yang harus dirawat bersama.

Menanggapi berbagai kritik masyarakat terhadap Polri, Hellboy justru melihatnya dari sudut pandang positif. Baginya, kritik adalah “vitamin” bagi demokrasi dan bentuk kontrol sosial yang mutlak diperlukan untuk perbaikan institusi ke depan. Namun, ia berharap setiap kritik disampaikan dengan niat membangun, berbasis fakta, dan menawarkan solusi, bukan sekadar cacian yang merusak.

“Polisi dan masyarakat sebenarnya memiliki tujuan yang sama: mendambakan Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan. Mari saling mengingatkan tanpa menjatuhkan, dan saling mendukung demi kepentingan yang lebih besar,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Hellboy mengajak semua pihak untuk menyingkirkan ego sektoral demi keutuhan bangsa. Ia percaya, sejarah tidak akan mencatat berapa banyak pujian yang diterima, melainkan apa yang telah dikorbankan untuk rakyat, bangsa, dan negara.

“Pengabdian sejati adalah ketika masyarakat merasa aman dan nyaman, meski mereka mungkin tidak pernah tahu siapa yang sebenarnya berjaga dan berkorban untuk mereka,” pungkas personil Jatanras Polda Jatim ini dengan penuh wibawa. (Sukirno)

selengkapnya:https://suarakeadilannews.id/aipda-sigit-dwi-susanto-hellboy-pengabdian-tanpa-pamrih-jatanras-polda-jatim-demi-kamtibmas/

REDAKSI//

DETIKDKI.COM

INVESTIGASI 

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Puluhan Kali Banjir, Jembatan Belum Tuntas: Warga Kuning I Menunggu Solusi, Bukan Sekadar Rapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru