TANPA PAPAN INFORMASI DAN TERKESAN TERTUTUP, PEMBANGUNAN SKALA BESAR DI SINGOJURUH DIPROTES TIM INVESTIGASI

MAT SUKENI

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:09 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGOJURUH, BANYUWANGI // Dugaaan praktik pembangunan tanpa keterbukaan publik kembali mencuat di Kabupaten Banyuwangi.  Tim Investigasi Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Pegasus Patalala bersama gabungan lembaga swadaya masyarakat dan insan media menemukan aktivitas pembangunan berskala besar yang diduga berjalan secara “siluman” tanpa papan informasi resmi di Dusun Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Sabtu (1/8/2026).Di lokasi kejadian, tampak hiruk-pikuk alat berat, lalu lintas kendaraan operasional, serta pergerakan material konstruksi berkapasitas besar yang berlangsung secara intensif. Namun ironisnya, tidak ditemukan satu pun papan nama proyek atau dokumen publikasi resmi yang terpasang untuk menjelaskan legalitas maupun detail kegiatan tersebut.

Ketiadaan identitas proyek ini memicu keresahan dan spekulasi liar di tengah warga sekitar. Masyarakat mengaku buta total mengenai jenis proyek yang sedang dikerjakan, siapa pemrakarsa di baliknya, sumber pendanaan, hingga status perizinan lahan yang digunakan.Berdasarkan data dan penelusuran lapangan, penanggung jawab lapangan yang mengoordinasikan kegiatan tersebut diketahui berinisial JN.

Ketua Umum YBH Pegasus Patalala, Joko Hariyanto, S.H., menuturkan bahwa pihak kepemudaan dan lembaga hukum telah berupaya melakukan ikhtiar klarifikasi secara persuasif kepada JN melalui pesan singkat WhatsApp. Kendati demikian, pihak penanggung jawab terkesan mengelak dan enggan memberikan keterangan transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Upaya konfirmasi sudah kami lakukan, namun yang bersangkutan terkesan berbelit-belit, menghindar, dan hingga saat ini belum bersedia ditemui maupun memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik,” ujar Joko Hariyanto.

Joko menegaskan, ketidakjelasan status proyek di Benelan Kidul ini merupakan ancaman serius terhadap kepastian hukum dan keterbukaan informasi di daerah.“Sangat wajar jika masyarakat bertanya-tanya: Ini proyek apa? Siapa pelaksananya? Berapa anggaran serta dari mana sumber dananya? Apakah ini proyek pemerintah atau swasta? Dan yang paling vital, apakah sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (PBG/SLF) serta izin lokasi yang sah dari Pemkab Banyuwangi? Seluruh data primer ini wajib terpampang di papan proyek.

Jika hal mendasar ini saja disembunyikan, ada apa di balik proyek ini?” tegasnya dengan nada bertanya. Lebih jauh, Joko menerangkan bahwa transparansi kegiatan konstruksi bukan sekadar norma kesopanan, melainkan perintah imperatif undang-undang. Ketentuan ini diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta regulasi teknis tata ruang dan perizinan bangunan gedung.

Apabila regulasi administratif awal saja sudah dilanggar, YBH Pegasus Patalala mengkhawatirkan adanya potensi pelanggaran hukum mendasar lainnya yang disembunyikan dalam proyek tersebut.

Oleh karena itu, YBH Pegasus Patalala secara resmi mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Satpol PP, serta instansi teknis terkait—seperti Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU CKPP), Dinas Penanaman Modal dan PTSP, hingga jajaran Muspika Kecamatan Singojuruh—untuk segera meluncur ke lokasi, melakukan inspeksi mendadak (sidak), dan menghentikan sementara kegiatan jika terbukti menyalahi aturan.

“Kami menegaskan bahwa seluruh iklim investasi dan pembangunan di Banyuwangi harus berdiri tegak di atas hukum yang berlaku, transparan, serta akuntabel. Proyek seolah ‘tak bertuan’ seperti ini tidak boleh dibiarkan bergulir liar tanpa kepastian hukum,” pungkas Joko. Sumber Narasi: Humas YBH Pegasus Patalala

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius
DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang
JAJARAN PENGURUS PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN & KELUARGA BESAR PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN MENGUCAPKAN SELAMAT & SUKSES ATAS PEMBARETAN LASKAR SABILILLAH DI TROWULAN MOJOKERTO
Plt. Kades Sidokepung kecamatan Buduran Kab. Sidoarjo dilaporkan ke KEJARI Sidoarjo atas Dugaan korupsi
KAPOLSEK GRATI BESERTA ANGGOTA MELAKSANAKAN PENGAMANAN DI GEREJA “SOLA GRATIA” GRATI SESUAI
POLRESTA SIDOARJO BERSAMA MASYARAKAT PERANGI NARKOBA
Kabar Baik Untuk Pendaki! Kawah Ijen Kembali Dibuka Mulai 28 September  
Abah Edy Macan Dukung Polres Probolinggo Usut Oknum Pemeras dan Instruksikan Seluruh DPC MADAS Sedarah Bersih-Bersih

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Berita Terbaru