Wamendukbangga Tinjau WCD 2026 di Banten, Edukasi Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 12:34 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendukbangga Tinjau WCD 2026 di Banten, Edukasi Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian

 

TANGERANG SELATAN — Pembangunan keluarga berkualitas tidak semata-mata berbicara tentang perencanaan kehamilan dan pelayanan kontrasepsi. Fondasi keluarga juga dibangun melalui kesiapan mental, pemahaman kesehatan reproduksi, kemampuan mengelola emosi, serta pembentukan relasi sosial yang sehat sejak usia dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perspektif tersebut mengemuka saat Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau rangkaian World Contraception Day (WCD) 2026 di Provinsi Banten, Kamis (17/9/2026).

Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada pelayanan keluarga berencana (KB), tetapi juga memberikan ruang bagi edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mental bagi anak serta remaja.

Salah satu agenda yang menjadi bagian dari rangkaian tersebut ialah “Sehat Jiwaku, Ceria Sekolahku” yang digelar bagi peserta didik Sekolah Rakyat di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pembangunan keluarga sekaligus perlindungan anak. Pendekatan edukasi dibuat lebih dekat dengan dunia anak, sehingga pembelajaran mengenai kesehatan mental dapat diterima secara sederhana, interaktif, dan sesuai tahapan perkembangan peserta didik.

Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak mengenali berbagai perasaan dan emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola emosi secara positif, menghadapi tekanan, membangun pertemanan yang sehat, serta mengenali orang dewasa yang dapat dipercaya ketika membutuhkan tempat bercerita atau mencari bantuan.

Materi disampaikan melalui pendekatan “Belajar–Bermain–Bercerita–Berefleksi”. Kegiatan dikemas melalui ice breaking, permainan edukatif, pengenalan perasaan dan emosi, hingga praktik sederhana yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Metode pembelajaran disesuaikan dengan kelompok usia peserta didik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama, sehingga materi yang diberikan dapat lebih relevan dengan pengalaman dan kebutuhan anak.

Kesehatan Mental dan Masa Depan Keluarga

Kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang tidak terpisahkan dari proses tumbuh kembang anak dan remaja. Kemampuan mengenali serta mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun hubungan sosial yang positif, mengambil keputusan, hingga mengetahui kapan harus meminta pertolongan merupakan bekal penting dalam perjalanan menuju kedewasaan.

Perspektif tersebut sekaligus menempatkan pendidikan kesehatan mental sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan keluarga.

Sebab, kesiapan membangun keluarga tidak muncul secara tiba-tiba ketika seseorang memasuki perkawinan. Pengetahuan, pola komunikasi, kemampuan mengelola emosi, serta pemahaman mengenai kesehatan reproduksi terbentuk melalui proses panjang yang dimulai sejak masa anak-anak dan remaja.

Karena itu, pelaksanaan WCD 2026 di Banten dikemas dengan cakupan yang lebih luas. Selain memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kontrasepsi, rangkaian kegiatan juga menyentuh aspek perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, kesiapan memasuki perkawinan, serta kesehatan mental sejak dini.

Pelayanan KB Perluas Akses Pasangan Usia Subur

Di sisi pelayanan, rangkaian WCD 2026 juga menghadirkan Pelayanan KB Serentak bagi pasangan usia subur (PUS).

Sasaran pelayanan mencakup peserta KB baru, peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta peserta KB pascapersalinan. Pelayanan tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kontrasepsi, meningkatkan kesertaan KB modern, sekaligus mendukung upaya penurunan unmet need.

Pelayanan tersedia melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang telah teregistrasi di wilayah Provinsi Banten.

Sejumlah metode kontrasepsi disediakan, antara lain pil, kondom, suntik, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), implan, metode operasi wanita (MOW), dan metode operasi pria (MOP).

Pelaksanaan pelayanan berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026, dengan pelaporan kegiatan hingga 10 Oktober 2026.

Rangkaian WCD 2026 di Banten pada akhirnya mempertemukan dua kebutuhan penting dalam pembangunan keluarga. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan akses pelayanan kontrasepsi yang memadai untuk mendukung perencanaan keluarga. Di sisi lain, generasi muda membutuhkan bekal pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan mental sebagai bagian dari persiapan menghadapi kehidupan di masa mendatang.

 

Dengan perspektif tersebut, edukasi mengenai keluarga berkualitas tidak berhenti pada saat seseorang memasuki kehidupan perkawinan. Persiapannya perlu dibangun jauh sebelumnya—sejak anak dan remaja memiliki kesempatan untuk memahami dirinya, menjaga kesehatan reproduksinya, mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, serta mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Membangun keluarga berkualitas pada akhirnya bukan hanya tentang merencanakan jumlah dan jarak kelahiran, tetapi juga mempersiapkan manusia yang sehat secara fisik, memiliki pengetahuan yang memadai, serta memiliki kesiapan mental dan sosial untuk menjalani kehidupan berkeluarga.

Redaksi

Berita Terkait

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir
Ketum DPP GARNIZUN H. Ardiansyah Saragih: Pengungkapan 1,1 Ton Sabu Bukti Pentingnya Perang Konsisten terhadap Narkotika
FINAL FOOTBALL CUP 2026 PEMUDA PANCASILA MEDAN, PARTAI PUNCAK DIGELAR SABTU SORE
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III
Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir
Dari Hortikultura Hingga Peternakan, Rutan Tanjung Pura Cetak WBP Terampil dan Produktif
Tinjau Langsung Pembinaan dan Layanan, Anggota Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program Kemandirian Lapas Sibolga
Gang Anggrek Mendadak ‘Hilang’ dari Inventaris Pemko: Kuasa Hukum Tuding Ada Permainan Oknum Lurah Hingga BPN

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:35 WIB

DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam

Berita Terbaru

Nasional

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Okt 2026 - 13:29 WIB