Diduga Kecewa Istri Kalah Pilkades, Sejumlah Aset Kantor Desa Karangharum Dipindahkan

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 15:01 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Diduga Kecewa Istri Kalah Pilkades, Sejumlah Aset Kantor Desa Karangharum Dipindahkan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

BEKASI — Kondisi Kantor Desa Karangharum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan menyusul laporan hilangnya sejumlah fasilitas dan perlengkapan kantor dari lokasi.

Berdasarkan informasi dari warga dan rekaman video kondisi kantor yang beredar, beberapa ruang pelayanan desa tampak kosong dan minim fasilitas. Meja, kursi, serta berbagai perlengkapan penunjang aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang sebelumnya ada, kini tidak lagi terlihat di tempat.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama karena terjadi setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Bekasi 2026.

Warga menduga pengosongan dan pemindahan inventaris kantor desa ini berkaitan dengan kekecewaan kepala desa petahana setelah istrinya dinyatakan kalah dalam kontestasi Pilkades.

Namun, dugaan motif tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari kepala desa, perangkat desa, serta Pemerintah Kabupaten Bekasi. Demikian pula mengenai status dan keberadaan barang-barang yang dilaporkan tidak lagi berada di kantor desa.

Kondisi kantor yang minim fasilitas ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada pelayanan publik.

Pasalnya, kantor desa merupakan pusat pelayanan masyarakat untuk berbagai keperluan administrasi pemerintahan, surat-menyurat, kependudukan, hingga pelayanan sosial dan pemerintahan lainnya.

“Kasihan masyarakat. Pelayanan desa sudah amburadul. Bahkan aset-aset desa seperti meja dan bangku di bagian pelayanan tidak ada,” ujar ASM seorang warga Desa Karangharum.

Warga mempertanyakan bagaimana pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal jika fasilitas dasar kantor pemerintahan desa tidak tersedia.

Persoalan yang menjadi perhatian bukan hanya kosongnya ruangan kantor, melainkan juga keberadaan inventaris dan aset milik Pemerintah Desa Karangharum.

Apabila benar terdapat barang inventaris desa yang dipindahkan dari kantor desa, masyarakat mendesak agar keberadaan dan status barang tersebut segera diperiksa dengan mencocokkan pada daftar inventaris resmi pemerintah desa.

Pemindahan aset desa tentunya harus dilakukan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Oleh karena itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk melakukan pengecekan langsung guna memastikan apakah seluruh aset desa masih dalam penguasaan pemerintah desa atau telah dipindahkan ke tempat lain.

Warga Desa Karangharum berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Selain meminta pemeriksaan terhadap inventaris desa, warga juga mendesak agar pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya di tengah proses transisi kepemimpinan pasca-Pilkades.

“Jangan sampai persoalan politik setelah Pilkades justru berdampak kepada masyarakat. Siapa pun yang kalah dan menang, aset desa tetap milik desa dan pelayanan masyarakat harus tetap berjalan,” ujarnya.

Masyarakat juga meminta kepala desa petahana memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi kantor desa serta keberadaan sejumlah inventaris yang dilaporkan tidak lagi berada di tempat.

Hingga berita ini disusun, dugaan pengosongan dan pemindahan aset tersebut masih memerlukan klarifikasi dari Kepala Desa Karangharum danH Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Publik menantikan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan keberadaan aset desa, keberlangsungan pelayanan publik, serta tertibnya proses transisi pemerintahan Desa Karangharum pasca-Pilkades 2026.

Redaksi

Berita Terkait

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir
Ketum DPP GARNIZUN H. Ardiansyah Saragih: Pengungkapan 1,1 Ton Sabu Bukti Pentingnya Perang Konsisten terhadap Narkotika
FINAL FOOTBALL CUP 2026 PEMUDA PANCASILA MEDAN, PARTAI PUNCAK DIGELAR SABTU SORE
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III
Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir
Dari Hortikultura Hingga Peternakan, Rutan Tanjung Pura Cetak WBP Terampil dan Produktif
Tinjau Langsung Pembinaan dan Layanan, Anggota Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program Kemandirian Lapas Sibolga
Gang Anggrek Mendadak ‘Hilang’ dari Inventaris Pemko: Kuasa Hukum Tuding Ada Permainan Oknum Lurah Hingga BPN

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:35 WIB

DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam

Berita Terbaru

Nasional

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Okt 2026 - 13:29 WIB