Ngunduh Mantu Meriah, Kepala Desa Pranti Hadirkan Ludruk dan Campursari untuk Hibur Warga serta Lestarikan Budaya Jawa

MAT SUKENI

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:06 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik, //  Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Ngunduh Mantu pasangan Rafli Abi Assyarif, S.Kom dan Indri Fergi Yovana, S.M yang digelar di kediaman keluarga besar Kepala Desa Pranti, Hardi, pada Minggu (31/05/2026) malam.

Acara yang berlangsung di Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik tersebut tidak hanya menjadi momen syukuran keluarga, namun juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat lintas desa yang turut hadir memberikan doa restu kepada kedua mempelai.Rangkaian kegiatan diawali dengan hiburan tembang campursari yang membawakan lagu-lagu bernuansa Jawa, dilanjutkan penampilan Tari Remo Putri yang memukau para tamu undangan. Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa saat grup Ludruk Budi Wijaya Entertainment dari Jombang tampil menghibur masyarakat hingga dini hari. Acara berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Menganti, perangkat desa, tokoh masyarakat, sesepuh desa, para kepala desa dari wilayah sekitar, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut tidak lepas dari kekompakan keluarga besar, saudara, handai taulan, kerabat, dan warga Desa Pranti yang bahu-membahu sejak tahap persiapan hingga berakhirnya kegiatan.

Banyak warga memberikan apresiasi kepada Hardi yang dikenal sebagai sosok pemimpin sederhana, merakyat, dan dekat dengan masyarakat. Dalam setiap tahapan acara, Kepala Desa Pranti tersebut terlihat membaur dengan warga tanpa membedakan status sosial, sehingga menumbuhkan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.

“Pak Hardi memang sosok yang sederhana dan dekat dengan warga. Acara sebesar ini bisa berjalan lancar karena beliau selalu mengedepankan kebersamaan dan kekompakan. Kami merasa ikut memiliki hajatan ini,” ungkap salah seorang warga yang hadir.

Sementara itu, Kepala Desa Pranti, Hardi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ngunduh mantu putranya.

“Alhamdulillah, saya bersama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara, handai taulan, kerabat, perangkat desa, tokoh masyarakat, Muspika, serta seluruh warga yang telah hadir dan ikut membantu sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan,” ujar Hardi.

Lebih lanjut, Hardi menjelaskan bahwa kehadiran hiburan campursari dan ludruk bukan sekadar untuk memeriahkan acara keluarga, melainkan juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian seni budaya daerah.

“Kami sengaja menghadirkan kesenian campursari dan ludruk untuk menghibur masyarakat, khususnya warga Desa Pranti dan sekitarnya. Selain itu, ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melestarikan seni budaya warisan leluhur agar tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman. Kesenian tradisional harus terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa yang wajib dijaga bersama,” imbuh Hardi.

Kemeriahan acara yang berlangsung hingga dini hari tersebut menjadi bukti bahwa nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Pranti. Di balik kebahagiaan keluarga mempelai, terselip pesan penting tentang pentingnya menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, serta mewariskan budaya kepada generasi penerus di era modern saat ini.

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com 

(Aziz)

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:52 WIB

DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru