Macet Parah Setiap Sore, Lampu Merah Bhayangkara – Meteorologi Raya Minim Pengaturan Lalin

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:39 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas Jalan Bhayangkara hingga Meteorologi Raya, Kota Medan. Berdasarkan pantauan awak media yang melintas pada hari ini, Jumat 17 Juli 2026 pukul 15.10 WIB, antrean kendaraan sudah mulai mengular dan terus bertambah menjelang sore hari.

Titik kemacetan terparah terpantau di lampu merah Jalan Bhayangkara menuju Meteorologi Raya dan arah Pancing menuju Bhayangkara. Ribuan kendaraan roda dua, roda empat, becak bermotor, hingga truk saling berebut jalan. Arus lalu lintas terlihat merayap dan sering tersendat karena tidak ada petugas yang mengatur.

Yang menjadi sorotan warga, tidak terlihat adanya satu pun personel kepolisian yang turun mengatur lalu lintas di titik-titik rawan macet tersebut, terutama saat lampu merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah dari jam 3 sore gini terus. Pas lampu merah Bhayangkara arah Meteorologi sama dari Pancing mau ke Bhayangkara itu paling parah. Nggak ada yang ngatur, jadi pada nerobos semua,” ujar Rina, salah seorang pengendara motor yang terjebak kemacetan.

Hal senada disampaikan Budi, pengendara mobil. Ia mengaku membutuhkan waktu hampir 45 menit hanya untuk melintas di area tersebut.
“Kalau ada polisi yang ngatur pas lampu merah mungkin bisa lebih cepat urai. Ini dibiarkan aja, yang kuat yang jalan duluan,” katanya.

Kemacetan di ruas jalan ini diduga dipicu oleh volume kendaraan yang tinggi pada jam pulang kerja dan sekolah, ditambah banyaknya aktivitas toko dan pusat usaha di sepanjang jalan.

Warga berharap pihak kepolisian lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Medan dapat menempatkan personel di lampu merah Jalan Bhayangkara dan titik rawan lainnya pada jam-jam sibuk untuk mengurai kemacetan dan mencegah kecelakaan.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Medan Tembung belum memberikan keterangan terkait minimnya personel kepolisian di lokasi kemacetan tersebut. (red)

Berita Terkait

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba
Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:52 WIB

DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:46 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Ketum DPP GARNIZUN H. Ardiansyah Saragih: Pengungkapan 1,1 Ton Sabu Bukti Pentingnya Perang Konsisten terhadap Narkotika

Berita Terbaru