Qurban Sebagai Kelas Kehidupan”: Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa Wujudkan Syukur, Kepedulian, dan Kemandirian Santri

Ysf Kaperwil Banten 085921191593

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:38 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Rajeg Tangerang,

Di tengah derasnya arus zaman digital, Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa meyakini satu hal: teknologi tanpa nilai akan kosong, dan hafalan tanpa amal akan hampa. Keyakinan itulah yang kembali dihidupkan melalui pelaksanaan ibadah qurban 1447 Hijriah tahun ini.

Ketua Panitia Qurban Ngadimin mengungkapkan harapan kedepannya makin banyak jamaah yang hadir mengikuti kegiatan di pondok pesantren juga berharap keberkahan selalu buat Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa ,Setiap tahun Pondok Pesantren yang beralamat Perumahan Rajeg Asri RT 009 RW 001 Ds Rajeg Kecamatan Rajeg Kab Tangerang ini melaksanakan penyembelihan, tahun ini As-Shofa kembali menebar manfaat. Sebanyak 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih secara syar’i, higienis, dan akuntabel. Bukan sekadar angka, setiap ekor adalah simbol ketaatan, setiap kilogram daging adalah titipan amanah untuk sesama total hampir 1600 penerima dikhususkan untuk warga sekitar,para jamaah dan santri ,

 

Pengajian rutin juga diadakan di Pendopo Ndalem dengan penceramah KH M.Ma’ruf Irsyad El – Quds menerangkan kisah kisah keteladanan Baginda Nabi Ibrahim beserta Nabi Ismail disaat beliau menerima Wahyu menyembelih putranya jamaah mendengarkan kan ceramah dengan khusuk.

*Makna di Balik Golok dan Pisau*

Bagi As-Shofa, qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Ini adalah “kelas kehidupan” terbuka bagi para santri technopreneur.

1. *Kelas Tauhid & Tahfidz*: Qurban mengajarkan kepasrahan total kepada Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim AS. Nilai inilah yang terus dihafal dan diamalkan santri setiap hari lewat muraja’ah Al-Qur’an.

2. *Kelas Entrepreneurship*: Santri dilibatkan dalam manajemen qurban: pendataan mustahik berbasis aplikasi sederhana, perhitungan logistik, sampai strategi distribusi agar tepat sasaran dan minim mubazir. Golok di tangan jagal, laptop di tangan santri.

3. *Kelas Kepedulian*: Daging qurban tidak berhenti di gerbang pesantren. Ia mengalir ke rumah-rumah warga dhuafa, panti asuhan, dan mitra UMKM binaan As-Shofa. Karena pesantren yang baik adalah pesantren yang dirasakan manfaatnya oleh tetangga.

“Jika santri hanya pintar ngaji tapi cuek pada sosial, maka ilmunya belum sempurna. Jika santri jago coding tapi kikir berbagi, maka teknologinya belum berkah. Qurban ini kami jadikan laboratorium akhlak,” tutur KH Nur Rohman S.S.,M.H. Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa.

*Distribusi Berbasis Data & Keberkahan*

Sesuai konsep technopreneur, proses distribusi tahun ini didukung sistem pendataan digital. Tim santri memetakan titik rawan stunting, keluarga prasejahtera, dan mustahik prioritas. Target kami: kepala keluarga penerima manfaat, dengan harapan 1 qurban bisa mengenyangkan lebih dari 1 meja makan.

Kami juga mengajak para alumni, wali santri, dan donatur untuk tidak sekadar berqurban, tapi “menitipkan pahala”. Karena hakikatnya, qurban yang sampai ke Allah bukan darah dan dagingnya, melainkan ketakwaan kita. QS. Al-Hajj: 37.

*Tentang Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa*

As-Shofa adalah lembaga pendidikan Islam yang berani berbeda pesantren yang merawat tradis , mencetak santri Qur’ani,ahli kitab , berakhlak dan melek tehnologi Kami dan bermental wirausaha,

Red

Ysf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Ajak 191 Desa Sukseskan Pilkades Serentak 2027, Wujudkan Demokrasi Desa yang Bermartabat
Korban Dugaan Pengeroyokan di Limbah Indah Kiat Datangi Polres Serang, Pertanyakan Penanganan Kasus  
Antisipasi Karhutla, Lurah Kutabumi Imbau Warga Tertib Buang Sampah dan Tidak Bakar Lahan
Warga Blok 6 Helvetia Berduka, Bang Iwan Tutup Usia 76 Tahun
BPAN: Kendaraan Dinas Plat Merah DK 8243 B Diduga Jadi “Mobil Hantu” di Tangerang
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Lurah Kutabumi Terpilih Jadi Ketua DPK IARMI Kabupaten Tangerang Periode 2026-2030*
Sekolah Jelaskan Dasar Pemberian Sanksi kepada Siswa dalam Dugaan Intimidasi di SMAN 14 Tangerang

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:53 WIB

DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Ajak 191 Desa Sukseskan Pilkades Serentak 2027, Wujudkan Demokrasi Desa yang Bermartabat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Korban Dugaan Pengeroyokan di Limbah Indah Kiat Datangi Polres Serang, Pertanyakan Penanganan Kasus  

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Antisipasi Karhutla, Lurah Kutabumi Imbau Warga Tertib Buang Sampah dan Tidak Bakar Lahan

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Warga Blok 6 Helvetia Berduka, Bang Iwan Tutup Usia 76 Tahun

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Lurah Kutabumi Terpilih Jadi Ketua DPK IARMI Kabupaten Tangerang Periode 2026-2030*

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Jelaskan Dasar Pemberian Sanksi kepada Siswa dalam Dugaan Intimidasi di SMAN 14 Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:07 WIB

DPW IWO Indonesia Provinsi Banten Soroti Dugaan Galian Pasir Ilegal di Batu Kuda Mancak, Desak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terbaru