Qurban Sebagai Kelas Kehidupan”: Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa Wujudkan Syukur, Kepedulian, dan Kemandirian Santri

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:38 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Rajeg Tangerang,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah derasnya arus zaman digital, Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa meyakini satu hal: teknologi tanpa nilai akan kosong, dan hafalan tanpa amal akan hampa. Keyakinan itulah yang kembali dihidupkan melalui pelaksanaan ibadah qurban 1447 Hijriah tahun ini.

Ketua Panitia Qurban Ngadimin mengungkapkan harapan kedepannya makin banyak jamaah yang hadir mengikuti kegiatan di pondok pesantren juga berharap keberkahan selalu buat Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa ,Setiap tahun Pondok Pesantren yang beralamat Perumahan Rajeg Asri RT 009 RW 001 Ds Rajeg Kecamatan Rajeg Kab Tangerang ini melaksanakan penyembelihan, tahun ini As-Shofa kembali menebar manfaat. Sebanyak 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih secara syar’i, higienis, dan akuntabel. Bukan sekadar angka, setiap ekor adalah simbol ketaatan, setiap kilogram daging adalah titipan amanah untuk sesama total hampir 1600 penerima dikhususkan untuk warga sekitar,para jamaah dan santri ,

 

Pengajian rutin juga diadakan di Pendopo Ndalem dengan penceramah KH M.Ma’ruf Irsyad El – Quds menerangkan kisah kisah keteladanan Baginda Nabi Ibrahim beserta Nabi Ismail disaat beliau menerima Wahyu menyembelih putranya jamaah mendengarkan kan ceramah dengan khusuk.

*Makna di Balik Golok dan Pisau*

Bagi As-Shofa, qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Ini adalah “kelas kehidupan” terbuka bagi para santri technopreneur.

1. *Kelas Tauhid & Tahfidz*: Qurban mengajarkan kepasrahan total kepada Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim AS. Nilai inilah yang terus dihafal dan diamalkan santri setiap hari lewat muraja’ah Al-Qur’an.

2. *Kelas Entrepreneurship*: Santri dilibatkan dalam manajemen qurban: pendataan mustahik berbasis aplikasi sederhana, perhitungan logistik, sampai strategi distribusi agar tepat sasaran dan minim mubazir. Golok di tangan jagal, laptop di tangan santri.

3. *Kelas Kepedulian*: Daging qurban tidak berhenti di gerbang pesantren. Ia mengalir ke rumah-rumah warga dhuafa, panti asuhan, dan mitra UMKM binaan As-Shofa. Karena pesantren yang baik adalah pesantren yang dirasakan manfaatnya oleh tetangga.

“Jika santri hanya pintar ngaji tapi cuek pada sosial, maka ilmunya belum sempurna. Jika santri jago coding tapi kikir berbagi, maka teknologinya belum berkah. Qurban ini kami jadikan laboratorium akhlak,” tutur KH Nur Rohman S.S.,M.H. Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa.

*Distribusi Berbasis Data & Keberkahan*

Sesuai konsep technopreneur, proses distribusi tahun ini didukung sistem pendataan digital. Tim santri memetakan titik rawan stunting, keluarga prasejahtera, dan mustahik prioritas. Target kami: kepala keluarga penerima manfaat, dengan harapan 1 qurban bisa mengenyangkan lebih dari 1 meja makan.

Kami juga mengajak para alumni, wali santri, dan donatur untuk tidak sekadar berqurban, tapi “menitipkan pahala”. Karena hakikatnya, qurban yang sampai ke Allah bukan darah dan dagingnya, melainkan ketakwaan kita. QS. Al-Hajj: 37.

*Tentang Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa*

As-Shofa adalah lembaga pendidikan Islam yang berani berbeda pesantren yang merawat tradis , mencetak santri Qur’ani,ahli kitab , berakhlak dan melek tehnologi Kami dan bermental wirausaha,

Red

Ysf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ketum DPP GARNIZUN H. Ardiansyah Saragih: Pengungkapan 1,1 Ton Sabu Bukti Pentingnya Perang Konsisten terhadap Narkotika
FINAL FOOTBALL CUP 2026 PEMUDA PANCASILA MEDAN, PARTAI PUNCAK DIGELAR SABTU SORE
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan III
Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir
Dari Hortikultura Hingga Peternakan, Rutan Tanjung Pura Cetak WBP Terampil dan Produktif
Tinjau Langsung Pembinaan dan Layanan, Anggota Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program Kemandirian Lapas Sibolga
Gang Anggrek Mendadak ‘Hilang’ dari Inventaris Pemko: Kuasa Hukum Tuding Ada Permainan Oknum Lurah Hingga BPN
Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ucapkan Ikrar Setia NKRI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Bangun Sinergi DePA-RI – UNISRI Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

JAJARAN PENGURUS PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN & KELUARGA BESAR PEMUDA PANCASILA PAC TAMAN MENGUCAPKAN SELAMAT & SUKSES ATAS PEMBARETAN LASKAR SABILILLAH DI TROWULAN MOJOKERTO

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PERTANYAAN WARGA DESA TRAMOK: MENGAPA TAHANAN SENJATA TAJAM CEPAT DILEPAS?

Berita Terbaru