SURABAYA //Detikdki.com Masyarakat keluhkan adanya penghalang jalan yang terletak di area jalan Basuki Rahmat Kota Surabaya karena sering makan korban pengendara khusus roda dua yang hendak putar balik ke arah bahu jalan sebelah timur dari selatan, kejadian pada hari Sabtu 30 Mei 2026 Pukul 23:15 Wib.Semenjak adanya Penghalang Jalan pengendara merasa resah sebab kalau langsung lurus kesulitan menyebrang kejalan sebelah kanan. Menurut keterangan warga sekitar laka lantas kerap terjadi khususnya bagi roda 2 jatuh atau ditabrak mobil yang melaju kencang.
Pasalnya teman teman dishub Kota Surabaya sudah mengetahuinya namun dibiarkan bahkan seakan tidak peduli dengan keselamatan masyarakat yang melintas. Lantas bagaimana Slogan Surabaya Hebat Tumbuh Semakin Kuat di kota pahlawan yang Penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.
Menyikapi kejadian ini, Moh Hosen Ketua KAKI Jatim menilai bahwa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pemerintah Kota Surabaya sudah tidak peduli dengan nasib rakyat. Padahal tugas utamanya membantu kepala daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan umum,” kata ketua KAKI Jatim, Sabtu (30/5/2026).
Pemerintah Kota Surabaya harus antusias dengan keselamatan pengendara yang melintas di jalan tersebut, baik dari Polisi lalulintas (Polantas) Maupun Dinas perhubungan (Dishub) yang tugasnya menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat,” papar Hosen KAKI Jatim.
Sebagaimana Keamanan dan Ketertiban Masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, yaitu suatu kondisi dinamis di mana masyarakat dapat hidup dan beraktivitas dengan aman, tenteram, dan tertib karena terjaminnya penegakan hukum.
Kami tegaskan Forkompinda Pemerintah Kota Surabaya harus segera memindahkan penghalang tersebut sebelum terjadi kembali laka lantas. Karena kalau dibiarkan akan banyak makan korban berjatuhan, apalagi tidak ada petugas yang stanby baik dari kepolisian maupun Dinas Perhubungan,” tegas Hosen KAKI Jatim.
Demi keselamatan bersama alangkah baiknya Road Barrier atau penghalang jalan segera dipindahkan demi mengurai laka lantas yang sering terjadi. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, dalam artian jangan menunggu masyarakat mengalami keresahan dampak kecelakaan,” ungkap Hosen KAKI Jatim. (Kusnadi)
Redaksi//
Detikdki.com
(Aziz)
















