Komisi III DPRD Probolinggo Gelar RDP dengan Dinsos P3A, Bahas Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak

MAT SUKENI

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:22 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Probolinggo // Komisi III DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (04/06/2026). RDP ini membahas pelaksanaan perlindungan perempuan dan anak serta penguatan pelayanan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.Kepala Bidang di Dinsos P3A, Madihah, S.K.M., menjelaskan agenda pembahasan muncul setelah ada masukan dan klarifikasi dari LSM. Poin yang disorot adalah tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis, khususnya terkait penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurut Madihah, keberadaan UPT jadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah melindungi masyarakat, terutama perempuan dan anak korban kekerasan. “Kebetulan ada LSM yang melakukan verifikasi dan klarifikasi terkait tugas UPT kami. Salah satu bentuk kerja nyata kami adalah perlindungan terhadap kekerasan perempuan dan anak,” ujarnya.Dalam forum itu, satu kasus yang jadi perhatian juga dibahas. Madihah menyampaikan kasus tersebut sudah ditangani sesuai prosedur dan kini masih berproses hukum. Dinsos P3A sudah menjalankan peran sesuai regulasi, mulai dari penjangkauan korban, pendampingan, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Tadi juga disampaikan ada satu kasus yang diangkat. Alhamdulillah penanganannya sudah clear. Kami sampaikan peran kami sesuai aturan, mulai penjangkauan, pendampingan, dan sekarang prosesnya masih berjalan di kepolisian serta kejaksaan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Madihah menegaskan pemerintah tidak pernah pasif menghadapi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berbagai masukan dalam RDP diterima sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan instrumen pendukung Kota Layak Anak, mulai dari Kelompok Kerja hingga Satgas KLA. Status Kota Layak Anak bukan sekadar capaian administratif, tapi tanggung jawab bersama untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan anak.

“Masukan tadi kami apresiasi sebagai bahan perbaikan pelayanan. Ke depan kinerja KLA, Pokja, maupun Satgas KLA harus semakin optimal. Kota Probolinggo punya tanggung jawab menjaga kualitas perlindungan anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Madihah mengakui pelaksanaan program perlindungan perempuan dan anak masih menghadapi tantangan pembiayaan. Meski integrasi dan sinergi program terus dilakukan, sejumlah kegiatan tetap butuh dukungan anggaran memadai.

Karena itu ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor lewat pendekatan pentahelix agar penanganan persoalan sosial lebih efektif dan berkelanjutan. “Kami berharap ke depan ada dukungan cukup, termasuk anggaran. Walau ada efisiensi, beberapa kegiatan memang butuh pendanaan lanjutan. Kami akan cari cara lewat kolaborasi dan sinergi bersama berbagai pihak,” katanya.

Madihah menutup penyampaian dengan menegaskan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab Dinsos P3A. Semua elemen masyarakat harus terlibat agar perlindungan berjalan optimal. “Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini bukan hanya urusan Dinsos. Semua pihak harus ikut. Kami butuh dukungan dan komitmen bersama agar perlindungan terhadap perempuan dan anak bisa lebih optimal,” pungkasnya.

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com 

(Imron R.)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pengamanan Obvitnas, Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton
Pelayanan Prima Samsat Bangil, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Masyarakat
Dihadapan Pengusaha Malang Raya, Kepala Bakorwil Malang Paparkan Gagasan Malang Raya Megapolitan
Ketua Squad Nusantara Murka, Desak Satgas dan Pengelola Dapur Ditindak Tegas!
Tinjau Proyek Pasar Sepanjang, wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana Kecewa: Progres Tembok Baru 25 Persen, Kontraktor Diancam Putus Kontrak
KLAIM “IZIN LENGKAP” DIPERTANYAKAN, TRUK GALIAN TETAP HILIR-MUDIK
Dugaan Kendala Rujukan Pasien Kecelakaan di Puskesmas Labang, Keluarga Minta Pelayanan Dievaluasi,
Karhutla Kawah Ijen Makin Mengkhawatirkan, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat, Water Bombing Dikerahkan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:33 WIB

Perkuat Sinergi Pengamanan Obvitnas, Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton

Jumat, 11 September 2026 - 18:01 WIB

Dihadapan Pengusaha Malang Raya, Kepala Bakorwil Malang Paparkan Gagasan Malang Raya Megapolitan

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Ketua Squad Nusantara Murka, Desak Satgas dan Pengelola Dapur Ditindak Tegas!

Jumat, 11 September 2026 - 07:09 WIB

Tinjau Proyek Pasar Sepanjang, wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana Kecewa: Progres Tembok Baru 25 Persen, Kontraktor Diancam Putus Kontrak

Rabu, 9 September 2026 - 21:50 WIB

KLAIM “IZIN LENGKAP” DIPERTANYAKAN, TRUK GALIAN TETAP HILIR-MUDIK

Rabu, 9 September 2026 - 20:11 WIB

Dugaan Kendala Rujukan Pasien Kecelakaan di Puskesmas Labang, Keluarga Minta Pelayanan Dievaluasi,

Selasa, 8 September 2026 - 06:08 WIB

Karhutla Kawah Ijen Makin Mengkhawatirkan, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 7 September 2026 - 22:23 WIB

Target Elektoral High-Level, NasDem Lamongan Konsolidasi Internal Perkuat Struktur Akar Rumput

Berita Terbaru