_SALURAN KP BAYUR – KEDAUNG BARAT KRITIS, WARGA: KEWENANGAN DESA TERBATAS, BBWS HARUS TURUN_
Dari Lebak Wangi ke Kedaung Barat Tertutup Kangkung dan Rumput ,BBWS Cisadane Tidur Nyenyak?
_TANGERANG_ – Kondisi saluran irigasi sekunder yang membentang dari _Kp. Bayur, Desa Lebak Wangi hingga Kedaung Barat_, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang saat ini dalam kondisi kritis dan rawan meluap.
Pantauan _Kaperwil DetikDki_ di lokasi pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 17.38 WIB, kedalaman air tersisa _kurang dari 1 meter_. Sepanjang aliran tertutup rapat rumput dan kangkung air sehingga menghambat laju air.

_Kewenangan Terbatas_
kewenangan desa hanya sebatas urusan lokal skala desa. Seperti jalan lingkungan, drainase kecil, posyandu, dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara kewenangan kecamatan sebatas koordinasi, pembinaan, dan pengawasan terhadap desa.
“Untuk sungai dan saluran irigasi sekunder seperti ini bukan ranah desa atau kecamatan. Ini kewenangan BBWS Cisadane – Kementerian PUPR. Makanya kami minta langsung ke pusat,” ujar salah satu tokoh warga kepada _Kaperwil DetikDki_.
Warga menilai jika menunggu anggaran rutin, penanganan akan terlambat. Padahal musim hujan akhir 2026 diperkirakan datang lebih cepat.
_Desak Masuk Paket Darurat_
Warga mendesak BBWS Cisadane segera memasukkan normalisasi _Kp. Bayur – Kedaung Barat_ ke dalam _paket penanganan darurat tahun 2026_.
“Rumput sama kangkung udah nutup semua. Dari Lebak Wangi sampai Kedaung Barat gak pernah ada pengerukan. Kalau dibiarkan, ratusan KK di Sepatan Timur pasti kebanjiran lagi,” tegas warga.
Menurut warga, keterlambatan penanganan akan berdampak langsung pada pemukiman di sepanjang aliran. Padahal secara teknis, pengelolaan sungai dan jaringan irigasi merupakan tanggung jawab BBWS Cisadane.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BBWS Cisadane terkait permintaan warga tersebut.
Redaksi
Yusuf





















