Jokowi Sebut Dirinya “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritual, Darah Sejarah hingga Perjalanan Ziarah Raja Nusantara

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 11:25 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi Sebut Dirinya “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritual, Darah Sejarah hingga Perjalanan Ziarah Raja Nusantara

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SITUBONDO, BESUKI – Sebuah pernyataan penuh nuansa sejarah, spiritualitas dan perjalanan hidup disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PWFRN), R.Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, S.H., yang akrab disapa Agus Flores.

Agus Flores mengungkapkan, apabila dirinya pernah disebut sebagai “Sultan Majdzub Besuki” oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, maka menurutnya hal tersebut merupakan hak pribadi Jokowi dalam memberikan penilaian terhadap dirinya.

Menurut Agus, setiap orang memiliki cara dan sudut pandang tersendiri dalam menilai perjalanan hidup seseorang.

“Kalau Pak Jokowi menyebut saya sebagai Sultan Majdzub Besuki, itu merupakan hak pribadi beliau dalam menilai saya,” ungkap Agus Flores.

Namun di balik sebutan tersebut, Agus Flores juga mengungkap perjalanan panjang keluarganya yang menurutnya memiliki keterkaitan historis dengan wilayah Besuki.

Ia menceritakan bahwa ayahnya, pada masa kecil, pernah tinggal di kawasan Kraton Pendopo Besuki. Selain itu, terdapat pula cerita dan jejak sejarah keluarga yang dikaitkan dengan lingkungan pejabat pada masa Residensi Besuki.

Tak hanya itu, Agus Flores juga menyebut adanya kemungkinan hubungan historis dengan keluarga besar Noto Kusumo, yang dikenal dalam sejarah sebagai Bupati Besuki pertama.

Bagi Agus, sejarah keluarga dan perjalanan spiritual merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak dapat dipisahkan begitu saja.

 

Hobi Ziarah Raja-Raja Nusantara

Agus Flores juga dikenal memiliki kegemaran melakukan perjalanan dan ziarah ke berbagai situs sejarah serta tempat-tempat yang berkaitan dengan kerajaan dan raja-raja Nusantara.

Kegemaran tersebut, menurutnya, telah dijalani sejak usia muda dan terus dilakukan hingga kini.

Baginya, perjalanan itu bukan sekadar wisata sejarah. Ada pencarian makna, penghormatan terhadap leluhur dan upaya memahami perjalanan panjang Nusantara yang menjadi bagian dari hobinya.

“Kalau dalam hidup saya suka jalan dan ziarah ke para raja seluruh Nusantara, karena itu sudah menjadi hobi dari kecil sampai setengah abad ini,” ujarnya.

Agus juga memandang perjalanan spiritual sebagai bagian dari takdir dan jalan hidup yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, apabila dalam perjalanan hidup seseorang memiliki pengalaman spiritual tertentu dan merasakan kedekatan batin dengan sejarah maupun leluhur, maka hal tersebut harus disikapi dengan rasa syukur serta tanggung jawab.

“Kalaupun saya bisa berkomunikasi dengan para raja leluhur, itu harus saya syukuri. Mungkin memang jalan hidup saya ditakdirkan seperti itu,” tuturnya.

Rumah Jadi Tempat Mengaji Selama 16 Tahun

Di tengah perjalanan hidupnya yang penuh warna, Agus Flores menegaskan bahwa pendidikan agama tetap menjadi pondasi utama dalam keluarganya.

Ia mengaku mendidik istri dan anak-anaknya agar memiliki pemahaman agama yang kuat, khususnya dalam memahami dan menjalankan ajaran Rasulullah SAW.

Bahkan, rumahnya selama kurang lebih 16 tahun disebut telah menjadi tempat kegiatan pengajian bagi anak-anak generasi muda.

Menurut Agus, anak-anak dari berbagai latar belakang datang dan belajar bersama tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang keluarga.

Anak-anak yang kurang mampu hingga anak-anak dari kalangan pejabat disebutnya dapat berkumpul dan mengaji bersama di rumahnya.

Bagi Agus Flores, pendidikan agama bukan hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan Syariah, Tarekat hingga Tasawuf

Dalam perjalanan spiritual pribadinya, Agus Flores mengaku telah menjalani proses pembelajaran dalam berbagai tahapan keilmuan Islam, mulai dari pemahaman syariah hingga perjalanan tarekat dan tasawuf.

Ia menyebut dirinya telah mendapatkan pembinaan dan penguatan spiritual dalam lingkungan Shalawat Al Qodariah.

Bagi Agus, seluruh perjalanan tersebut telah membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan.

Ia tidak ingin terlalu jauh memaksakan diri menentukan bagaimana orang lain harus menilai dirinya.

Baginya, hidup adalah perjalanan yang harus dijalani dengan keyakinan, rasa syukur, pengabdian serta tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat.

 

“Artinya hidup ini dijalankan saja, sampai di mana ujungnya,” pungkas Agus Flores.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain perjalanan Agus Flores, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial.

Di balik aktivitasnya yang dinamis, terdapat perjalanan panjang tentang sejarah keluarga, kecintaan terhadap situs-situs kerajaan Nusantara, kegiatan keagamaan, pendidikan generasi muda hingga pencarian makna spiritual dalam menjalani kehidupan.

 

Bagi Agus Flores, julukan, penilaian maupun pandangan orang lain merupakan bagian dari dinamika kehidupan.

Namun pada akhirnya, ia memilih tetap berjalan di jalannya sendiri.

Menjalani hidup, menjaga keluarga, mendidik generasi dan menyerahkan ujung perjalanan kepada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Redaksi

Team

Berita Terkait

PLN UID Riau dan Kepri Sosialisasikaan Promo Tambah Daya 50 persen dalam Momentum HLN ke-81
Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang
Rutan Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis!
Bapas Kelas I Medan Ikuti Rakor Usulan Pembentukan Bapas Baru di Wilayah Pematang Siantar dan Rantauprapat
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Delegasi Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Indonesia
DARURAT NARKOBA! Peredaran Sabu Merajalela di Jalan Pasar Baru Tembung, Aparat Hukum Ditantang Segera Tangkap Bandar “Yns” dan “Ard”!
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Relawan Prabowo Desak Solusi Nyata, Bukan Sekadar Bersihkan Lumpur: Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Diminta Dibongkar

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru