DPRD Probolinggo Soroti Jarak Minimarket dengan Usaha Kecil, Santi Wilujeng Minta Regulasi Ditegakkan

MAT SUKENI

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:28 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Probolinggo // Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo Fraksi PDIP, Santi Wilujeng Prastyani, menyoroti polemik rencana pembangunan minimarket yang dinilai terlalu dekat dengan usaha masyarakat dan toko kelontong. Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi awak media, Senin 8 Juni 2026.

Sebagai wakil rakyat, Santi menegaskan tugasnya menyuarakan kepentingan warga, khususnya pelaku usaha kecil di sekitar lokasi pembangunan. Ia menilai jarak minimarket yang terlalu dekat dengan toko kelontong, pasar, dan usaha mikro bisa mengganggu perekonomian masyarakat setempat.

“Sebagai wakil rakyat dan penyambung lidah masyarakat di legislatif, kalau jaraknya terlalu dekat dengan pedagang kelontong dan toko kecil di kawasan itu saya kurang setuju. Pasti sedikit banyak berdampak ke ekonomi warga sekitar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Santi, di kawasan yang direncanakan ada minimarket baru itu sudah banyak toko kecil yang jual kebutuhan pokok, air mineral, dan barang harian. Selain itu, sudah ada minimarket lain yang beroperasi di sekitarnya. Karena itu, kajian kebutuhan pembangunan baru harus dilakukan matang-matang.

Ia juga mengingatkan, aturan jarak antara minimarket dengan pasar tradisional dan usaha kecil sebenarnya sudah diatur dalam regulasi daerah. Meski belum hafal detail jarak idealnya, Santi menekankan prinsip kehati-hatian tetap harus diterapkan supaya tidak muncul ketimpangan ekonomi.

Jika perizinan sudah terbit, Santi menilai perlu evaluasi lewat mekanisme yang sesuai. Pembahasan lintas komisi di DPRD atau forum resmi Pemkot bisa jadi langkahnya. Ia menyebut perbedaan pandangan antar komisi di DPRD hal wajar dalam fungsi pengawasan dan pengambilan kebijakan.

Santi menegaskan ia tidak punya kepentingan pribadi dalam persoalan ini. Pandangannya murni demi kepentingan masyarakat.

“Saya tidak punya kepentingan pribadi di sana. Bukan soal siapa pemiliknya, saya juga tidak tahu. Tapi jarak sesuai aturan memang harus diberlakukan supaya toko-toko kecil tetap punya ruang berkembang,” tegasnya.

Selain minimarket, Santi juga menyinggung rencana pembangunan hotel di kawasan yang sama. Ia minta Pemkot tak hanya lihat aspek izin, tapi juga kelayakan teknis dan struktur bangunan. Keamanan konstruksi, dampak lingkungan, dan kesiapan kawasan harus diperhatikan agar investasi benar-benar memberi manfaat jangka panjang.

Di akhir, Santi menyatakan DPRD tetap mendukung investasi yang menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo. Tapi prosesnya harus sesuai aturan dan tidak mengorbankan kepentingan usaha kecil.

“Kalau pembangunan untuk peningkatan PAD Kota Probolinggo tentu kita dukung. Tapi jangan menyimpang dari aturan dan jangan abaikan kepentingan masyarakat kecil,” pungkasnya.

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com

(Imron R.)

Berita Terkait

Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi
Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung
Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan
Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Polres Gresik Gencarkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Uwi Ungu di Bukit Randuagung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:42 WIB

MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS

Berita Terbaru