JAKARTA — Laskar Generasi Indonesia Berani mendorong penguatan kolaborasi investasi antara Indonesia dan Jepang melalui penjajakan kerja sama yang mempertemukan delegasi pengusaha Jepang dengan pemangku kepentingan pemerintah Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kerja sama ekonomi, mendorong inovasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Umum Laskar Generasi Indonesia Berani, Leonardo Pandapotan Sirait, bersama Arjun Roy, Founder dan CEO KawanStudy, turut mengawal upaya membangun komunikasi antara delegasi pengusaha Jepang yang tergabung dalam Entrepreneurs’ Organization (EO) Tokyo West dan pemerintah Indonesia.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan audiensi kepada Wakil Presiden Republik Indonesia pada 5 Oktober 2026. Menindaklanjuti permohonan itu, delegasi diarahkan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Pada 16 Oktober 2026, delegasi pengusaha Jepang melakukan pertemuan dengan perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas arah kebijakan investasi Indonesia serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh pelaku usaha kedua negara.
Dokumen delegasi mencatat sebanyak 44 pengusaha sebagai peserta yang telah terkonfirmasi. Delegasi tersebut berasal dari berbagai latar belakang usaha dan membawa perspektif sektor swasta Jepang mengenai peluang pengembangan bisnis di Indonesia.
Laskar Generasi Indonesia Berani Dorong Sinergi Ekonomi
Keterlibatan Laskar Generasi Indonesia Berani dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan organisasi terhadap inisiatif kolaborasi yang berorientasi pada penguatan ekonomi nasional. Organisasi memandang komunikasi yang terbangun antara pelaku usaha internasional dan pemerintah sebagai salah satu langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Leonardo Pandapotan Sirait menyampaikan bahwa pertemuan lintas negara seperti ini perlu ditindaklanjuti agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia.
“Kami menyambut baik inisiatif yang mempertemukan para pimpinan usaha Jepang dengan pemangku kepentingan di Indonesia. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat berlanjut menjadi penjajakan kerja sama yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional, membuka peluang usaha, dan memperkuat hubungan Indonesia–Jepang.”
Menurutnya, kolaborasi investasi perlu diarahkan pada kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan usaha, serta membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi.
Melalui sinergi antara organisasi, pelaku usaha, dan pemerintah, Laskar Generasi Indonesia Berani berharap semakin banyak inisiatif yang dapat mempertemukan potensi Indonesia dengan kebutuhan serta kapasitas mitra internasional.
Arjun Roy: Sektor Swasta Harus Turut Berkontribusi pada Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Sebagai fasilitator dari sektor swasta, Arjun Roy berperan dalam membangun komunikasi dan menghubungkan delegasi pengusaha Jepang dengan pemangku kepentingan di Indonesia. Arjun menegaskan bahwa kontribusi terhadap pembangunan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelaku usaha dan masyarakat dari berbagai sektor juga dapat mengambil bagian melalui inisiatif yang membuka peluang ekonomi, mendorong investasi, dan memperkuat kerja sama internasional.
“Saya ingin mengambil peran sebagai bagian dari sektor swasta yang mengalokasikan waktu, tenaga, pikiran, dan seluruh ikhtiar yang saya miliki untuk membantu negara mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membuka ruang kolaborasi antara pelaku usaha internasional dan Indonesia, sehingga peluang yang ada dapat dijajaki dan dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Arjun menambahkan, peran fasilitator bukan hanya mempertemukan para pihak, melainkan juga membantu membangun komunikasi awal agar potensi kerja sama dapat dibahas secara lebih terarah.
Dalam konteks ini, KawanStudy mengambil peran sebagai penghubung yang membantu memfasilitasi komunikasi antara delegasi pengusaha Jepang dan pemangku kepentingan di Indonesia.
Enam Fokus Peluang Investasi Indonesia hingga 2045
Dalam pertemuan dengan perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sejumlah arah pengembangan investasi Indonesia hingga 2045 menjadi bagian dari pembahasan.
Enam fokus yang dibicarakan meliputi:
1. Investasi bernilai tambah, untuk memperkuat nilai ekonomi dari kegiatan produksi dan pengolahan di dalam negeri.
2. Industri berorientasi ekspor, guna memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.
3. Inovasi teknologi dan pengembangan teknologi informasi (IT), untuk mendorong daya saing industri serta mempercepat transformasi digital.
4. Keberlanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlangsungan kegiatan ekonomi dalam jangka panjang.
5. Pemerataan investasi antardaerah, agar manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
6. Investasi yang mendukung UMKM, industri kreatif, dan pariwisata, sebagai upaya memperluas partisipasi pelaku ekonomi serta menciptakan peluang usaha.
Fokus tersebut memberikan gambaran mengenai sektor dan pendekatan yang dapat menjadi bahan penjajakan bagi pelaku usaha Jepang yang ingin memahami peluang pengembangan bisnis di Indonesia.
Bahas Kemudahan Berusaha dan Fasilitasi Investasi
Selain arah kebijakan investasi, pembahasan dapat mendukung kegiatan usaha di Indonesia. Di antaranya adalah kemungkinan pembangunan langsung di kawasan industri sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pengembangan sistem perizinan berusaha Online Single Submission (OSS) 2.0 dengan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, dan blockchain, serta berbagai fasilitas insentif investasi.
Fasilitas yang dibahas antara lain investment allowance dan fasilitas bea masuk, dengan penerapan yang tetap mengikuti persyaratan, ketentuan, dan kebijakan pemerintah yang berlaku.
Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran kepada delegasi mengenai lingkungan usaha dan aspek regulasi yang perlu dipahami dalam menjajaki peluang investasi di Indonesia.
Mendorong Tindak Lanjut yang Konkret
Leonardo Sirait dan Arjun Roy berharap komunikasi yang telah dibangun dapat menjadi awal bagi penjajakan kerja sama yang lebih terarah antara pelaku usaha Jepang dan pemangku kepentingan Indonesia. Kegiatan ini juga didampingi oleh Samson Sembiring, Ketua Laskar Generasi Indonesia Berani Cabang Sumatera Utara.
Bagi Laskar Generasi Indonesia Berani, keterlibatan dalam inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan ekonomi nasional. Kolaborasi internasional diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarpelaku usaha, tetapi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja, pengembangan teknologi, dan pertumbuhan kegiatan ekonomi di berbagai daerah.
Meski demikian, pertemuan ini masih berada pada tahap dialog dan penjajakan. Belum ada kesepakatan investasi atau nilai komitmen investasi yang diumumkan sebagai hasil dari pertemuan tersebut.
Ke depan, tindak lanjut dan komunikasi antarpihak akan menjadi faktor penting untuk melihat potensi kerja sama yang dapat dikembangkan menjadi langkah konkret.
Melalui inisiatif ini, Laskar Generasi Indonesia Berani menegaskan dukungannya terhadap penguatan sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan mitra internasional sebagai bagian dari ikhtiar bersama mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

























