Qurban Sebagai Kelas Kehidupan”: Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa Wujudkan Syukur, Kepedulian, dan Kemandirian Santri

Yusuf Kaperwil Banten

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:38 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Rajeg Tangerang,

Di tengah derasnya arus zaman digital, Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa meyakini satu hal: teknologi tanpa nilai akan kosong, dan hafalan tanpa amal akan hampa. Keyakinan itulah yang kembali dihidupkan melalui pelaksanaan ibadah qurban 1447 Hijriah tahun ini.

Ketua Panitia Qurban Ngadimin mengungkapkan harapan kedepannya makin banyak jamaah yang hadir mengikuti kegiatan di pondok pesantren juga berharap keberkahan selalu buat Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa ,Setiap tahun Pondok Pesantren yang beralamat Perumahan Rajeg Asri RT 009 RW 001 Ds Rajeg Kecamatan Rajeg Kab Tangerang ini melaksanakan penyembelihan, tahun ini As-Shofa kembali menebar manfaat. Sebanyak 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih secara syar’i, higienis, dan akuntabel. Bukan sekadar angka, setiap ekor adalah simbol ketaatan, setiap kilogram daging adalah titipan amanah untuk sesama total hampir 1600 penerima dikhususkan untuk warga sekitar,para jamaah dan santri ,

 

Pengajian rutin juga diadakan di Pendopo Ndalem dengan penceramah KH M.Ma’ruf Irsyad El – Quds menerangkan kisah kisah keteladanan Baginda Nabi Ibrahim beserta Nabi Ismail disaat beliau menerima Wahyu menyembelih putranya jamaah mendengarkan kan ceramah dengan khusuk.

*Makna di Balik Golok dan Pisau*

Bagi As-Shofa, qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Ini adalah “kelas kehidupan” terbuka bagi para santri technopreneur.

1. *Kelas Tauhid & Tahfidz*: Qurban mengajarkan kepasrahan total kepada Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim AS. Nilai inilah yang terus dihafal dan diamalkan santri setiap hari lewat muraja’ah Al-Qur’an.

2. *Kelas Entrepreneurship*: Santri dilibatkan dalam manajemen qurban: pendataan mustahik berbasis aplikasi sederhana, perhitungan logistik, sampai strategi distribusi agar tepat sasaran dan minim mubazir. Golok di tangan jagal, laptop di tangan santri.

3. *Kelas Kepedulian*: Daging qurban tidak berhenti di gerbang pesantren. Ia mengalir ke rumah-rumah warga dhuafa, panti asuhan, dan mitra UMKM binaan As-Shofa. Karena pesantren yang baik adalah pesantren yang dirasakan manfaatnya oleh tetangga.

“Jika santri hanya pintar ngaji tapi cuek pada sosial, maka ilmunya belum sempurna. Jika santri jago coding tapi kikir berbagi, maka teknologinya belum berkah. Qurban ini kami jadikan laboratorium akhlak,” tutur KH Nur Rohman S.S.,M.H. Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa.

*Distribusi Berbasis Data & Keberkahan*

Sesuai konsep technopreneur, proses distribusi tahun ini didukung sistem pendataan digital. Tim santri memetakan titik rawan stunting, keluarga prasejahtera, dan mustahik prioritas. Target kami: kepala keluarga penerima manfaat, dengan harapan 1 qurban bisa mengenyangkan lebih dari 1 meja makan.

Kami juga mengajak para alumni, wali santri, dan donatur untuk tidak sekadar berqurban, tapi “menitipkan pahala”. Karena hakikatnya, qurban yang sampai ke Allah bukan darah dan dagingnya, melainkan ketakwaan kita. QS. Al-Hajj: 37.

*Tentang Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa*

As-Shofa adalah lembaga pendidikan Islam yang berani berbeda pesantren yang merawat tradis , mencetak santri Qur’ani,ahli kitab , berakhlak dan melek tehnologi Kami dan bermental wirausaha,

Red

Ysf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

FSPMOI Kecam Keras Aksi Premanisme terhadap Konten Kreator, Minta Kepolisian Tindak Tegas Pelaku
MADAS SEDARAH SE-BANTEN GELAR RAPAT KONSOLIDASI AKBAR, SIAP SAMBUT KEDATANGAN KETUA UMUM BUNG TAUFIK
IWOI Pandeglang: Pengangkatan Tersangka Kecelakaan Maut Jadi Staf Ahli Bupati Dinilai Cederai Rasa Keadilan Publik
Asta Cita Presiden Prabowo Jadi Nyata: 50 Kg Jagung Dipanen Petani Kampar Kiri Hilir
Kapolda Banten Pimpin Penyerahan Jabatan Karorena Menjelang Masa Purna Tugas
BANTEN UKIR PRESTASI NASIONAL, BUKTI KERJA NYATA UNTUK INDONESIA
Presiden Berkurban Gunakan APBN Tidak Langgar Aturan, Bentuk Nyata Kepedulian Pemerintah kepada Rakyat
KETUA KABUPATEN TANGERANG IWO INDONESIA SOROTI KRISIS SAMPAH DI KABUPATEN TANGERANG Retribusi Dibayar, Pelayanan Dinilai Belum Maksimal

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:50 WIB

Ketua Umum KJNI: Pancasila Adalah Pemersatu Bangsa dan Fondasi Kemajuan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:28 WIB

API Sampaikan Ucapan Selamat Waisak: Semoga Cahaya Kebijaksanaan Terangi Seluruh Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:49 WIB

Hari Jadi Surabaya: Sejarah dan Kemajuan Beriringan Membangun Kota yang Hebat

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:30 WIB

Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:28 WIB

Haul Akbar Wujud Syukur HJL ke 457  Momentum Hari Jadi Lamongan 

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Pergencar Komsos TNI, Satgas Yonif 521/DY Pererat Keharmonisan dan Edukasi Pelayanan Kesehatan Gratis Bersama Masyarakat Distrik Napua

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:06 WIB

Demi Sektor Pariwisata Indonesia, Arief Martha Rahadyan Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Serta Promosi Budaya’ Lokal Berkelanjutan 

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:55 WIB

Road Barrier di Jl Basuki Rahmat Sering Makan Korban, Forkopimda Pemkot Surabaya Dinilai Tidak Peduli Nasib Rakyat

Berita Terbaru

Nasional

Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:30 WIB