Ungkapan ini mengajarkan tentang menerima takdir, mengendalikan keinginan, dan menemukan ketenangan dalam keridaan kepada Allah.

MAT SUKENI

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:27 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Engkau akan lelah jika dalam hidup ini engkau terus berusaha memiliki apa yang tidak pernah tertulis untukmu” menggambarkan keadaan seseorang yang menghabiskan seluruh tenaga, pikiran, dan perasaannya untuk mengejar sesuatu yang belum tentu menjadi bagian dari takdirnya. Terkadang yang membuat hati lelah bukan karena kurang berusaha, melainkan karena terus memaksa kenyataan agar sesuai dengan keinginan.

Manusia sering berkata:

“Aku harus mendapatkannya.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku tidak bisa hidup tanpa itu.”

“Aku harus memiliki orang, jabatan, atau hal tersebut.” Padahal tidak semua yang diinginkan akan menjadi milik kita.

Ungkapan ini bukan mengajarkan untuk menyerah atau berhenti berikhtiar. Islam mengajarkan usaha yang sungguh-sungguh. Namun setelah berusaha, seseorang perlu belajar menerima hasil yang Allah tetapkan.

Karena ada perbedaan antara: berjuang dengan penuh ikhtiar, dan memaksa takdir agar tunduk kepada keinginan diri.

Ketika seseorang terlalu melekat pada sesuatu yang bukan bagiannya, ia akan dipenuhi:

kecemasan,

kekecewaan,

kemarahan,

dan kelelahan yang berkepanjangan.

Sebaliknya, ketika ia memahami bahwa Allah tidak pernah salah dalam membagi rezeki, jodoh, kesempatan, maupun jalan hidup, hatinya akan lebih tenang.

Pesannya adalah lakukan yang terbaik, berdoalah dengan sungguh-sungguh, lalu serahkan hasilnya kepada Allah. Jika sesuatu memang ditakdirkan untukmu, ia akan datang pada waktunya. Jika tidak, maka Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lain.

Pada akhirnya, banyak kelelahan dalam hidup bukan berasal dari perjalanan yang ditempuh, melainkan dari usaha menggenggam sesuatu yang sejak awal memang tidak ditakdirkan untuk menjadi milik kita. Wallahu ‘Alam

Redaksi//

Detikdki.com

Diuraikan oleh: @rizkytarmasi 

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Puluhan Kali Banjir, Jembatan Belum Tuntas: Warga Kuning I Menunggu Solusi, Bukan Sekadar Rapat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 16 September 2026 - 00:05 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:08 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:09 WIB

Bakti TNI Untuk Lingkungan: Merajut Kebersamaan Dalam Aksi Pembersihan Pasar Demi Mewujudkan Pasar Yang Asri dan Nyaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:58 WIB

Pengelolaan Dana BOS SDN 2 Biak Muli Dipertanyakan, Anggaran Capai Rp188 Juta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Diselewengkan, Warga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru