LSM PAKIS GELAR AKSI ASPIRASI KE DINAS PENDIDIKAN; SOROT KENDALA SPMB, PUNGLI, DAN PENEMPATAN GURU

MAT SUKENI

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:49 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, //  Puluhan elemen masyarakat yang dipimpin langsung Ketua Unum Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS), Abdurrahman Tohir, menggelar aksi pengawasan tegas di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Kamis (25/6/2026). Di tengah pernyataan keberhasilan sistem, kenyataan di lapangan berbicara lain: banyak kendala akses, pelayanan yang berbelit, hingga dugaan praktik tidak sehat yang masih mewarnai tata kelola pendidikan daerah.

Kegiatan berjalan aman dan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian serta Satpol PP, sebelum akhirnya perwakilan PAKIS berdialog terbuka dengan Kepala Dinas Pendidikan Moh. Mosleh Bahri, Kepala Bidang SMP Dr. Muhaimin, beserta jajaran kepala bidang lainnya.

Di Balik Sebutan “Daerah Terbaik”, Masih Banyak Anak Tertinggal Abdurrahman Tohir menegaskan bahwa pengakuan sebagai salah satu daerah terbaik pelaksana SPMB belum terasa dampaknya bagi masyarakat luas. Banyak wali murid mengadu kesulitan masuk ke dalam sistem, gagal mengunggah berkas, hingga tidak mendapatkan tempat di sekolah yang dituju—padahal seharusnya sistem yang “transparan dan adil” menjamin hak pendidikan setiap warga.

“Klaim keberhasilan belum sejalan kenyataan di lapangan. Masyarakat belum percaya sepenuhnya, karena celah kelemahan masih terbuka lebar. Ada anak‑anak yang tertinggal, terhalang sistem yang belum teruji sempurna. Kalau benar berjalan baik, mengapa masih banyak yang gagal akses dan tak diterima?” tegas Abdurrahman.

PAKIS menuntut verifikasi menyeluruh, terbuka, dan melibatkan pihak pengawas independen—bukan sekadar penilaian internal—agar kepercayaan publik kembali dibangun.

Berkas “Hilang” dan Pelayanan Berbelit: Indikasi Pungutan Liar Masih Ada

Poin yang tak kalah tajam disampaikan adalah maraknya keluhan masyarakat terkait pelayanan administrasi. Berkas sering tertunda, disebut belum lengkap, atau hilang tanpa alasan jelas—namun pelayanan berjalan lancar begitu ada “pemberian tertentu”. Ini menjadi bukti nyata bahwa praktik pungutan liar belum sepenuhnya dibersihkan.

“Pelayanan publik harus cuma satu jalan: cepat, mudah, dan gratis. Kalau ada syarat tak tertulis, itu pelanggaran yang harus ditindak tegas. Jangan biarkan meja pelayanan jadi ladang mencari keuntungan pribadi,” tandasnya.

Selain itu, disoroti pula dugaan pemindahan penempatan guru PPPK yang menyimpang dari aturan—meski kini dikembalikan ke posisi semula, namun hal itu membuka pertanyaan besar: siapa yang berwenang mengubah ketentuan seenaknya?

Abdurrahman mengapresiasi jaminan pihak dinas bahwa seluruh calon siswa masih berpeluang masuk lewat tahap selanjutnya, namun mengingatkan agar janji itu dibuktikan nyata dan tidak sekadar menenangkan sementara.

Pihak Dinas: Terbuka, Tetap Tegaskan Sistem Berjalan Baik

Menanggapi seluruh catatan kritis tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dr. Muhaimin menyatakan siap menjadikan masukan sebagai bahan perbaikan. Ia menegaskan SPMB adalah kebijakan nasional yang terus disempurnakan, dan Bangkalan dinilai berprestasi baik oleh lembaga penjaminan mutu pendidikan.

“Kami pastikan hak pendidikan anak terpenuhi lewat tahapan selanjutnya. Seluruh masukan akan kami perhatikan dan perbaiki pelayanannya,” ujarnya.

Namun bagi PAKIS, keberhasilan sejati bukanlah penilaian di atas kertas atau pujian lembaga semata, melainkan kepuasan dan keadilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Selama masih ada kendala, hambatan, dan kecurigaan praktik tak benar, kami akan terus mengawasi dan mengingatkan,” pungkas Abdurrahman.

Redaksi//

Detikdki.com 

( MzL )

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
Sertifikasi Bukan Pengganti Gaji, PAKIS Minta Pemkab Bangkalan Bertanggung Jawab
Sejumlah Media Mengecam Keras Aksi Main Hakim Sendiri: Tidak Ada Satupun Harta dan Tahta Yang Sebanding Dengan Nyawa Manusia
Maraknya Judi Tembak Ikan di Kecamatan Sei Bamban, Warga Minta Penertiban
Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
KLAIM “KEBAL HUKUM” KADES GUNUNG SERENG: PUNGLI SUMUR BOR Rp1,5 JUTA & PENYALAHGUNAAN BANSOS MEMICU KEMARAHAN WARGA

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:31 WIB

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:58 WIB

Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar

Senin, 27 Juli 2026 - 14:55 WIB

Sejumlah Media Mengecam Keras Aksi Main Hakim Sendiri: Tidak Ada Satupun Harta dan Tahta Yang Sebanding Dengan Nyawa Manusia

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:39 WIB

Wakil Pemimpin Redaksi Media Berita Madas, Saila Al Arim F. menyampaikan ucapan selamat kepada M. Suhri yang kembali terpilih sebagai Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:35 WIB

Maraknya Judi Tembak Ikan di Kecamatan Sei Bamban, Warga Minta Penertiban

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:56 WIB

Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:46 WIB

KLAIM “KEBAL HUKUM” KADES GUNUNG SERENG: PUNGLI SUMUR BOR Rp1,5 JUTA & PENYALAHGUNAAN BANSOS MEMICU KEMARAHAN WARGA

Berita Terbaru