Madas sedarah Minta Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Usut Tuntas penganiayaan Di Bulak Rukem 11 Surabaya.  

MAT SUKENI

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:36 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya// , 11 Juni 2026 – Tiga orang anak di bawah umur dilaporkan menjadi korban tindak kekerasan fisik di lingkungan Majelis Zikir Al-Taubat, Jalan Bulak Rukem II, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Salah satu korban terlihat memiliki bekas luka memar dan guratan panjang di sepanjang punggungnya, yang diduga akibat penganiayaan yang dialaminya.

Berdasarkan dokumen resmi Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diterbitkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak tertanggal 11 Juni 2026, peristiwa tersebut diduga terjadi pada hari Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Laporan resmi telah diterima pihak kepolisian pada 28 Mei 2026 dengan nomor LP/B/167/V/2026/SPKT/POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK.

Perkara ini diklasifikasikan sebagai tindak pidana penganiayaan dan kekerasan terhadap anak, yang diatur dalam Pasal 262 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidik yang ditunjuk untuk menangani kasus ini adalah Agung Dwi Saputro, S.H. dan Rendys Oktarias, S.H., M.H. dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam suratnya, pihak kepolisian menyatakan telah menerima pengaduan lengkap pada 5 Juni 2026 dan akan segera melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, identitas pelaku, serta motif di balik peristiwa tersebut,

Kasus ini memicu perhatian luas karena melibatkan anak di bawah umur dan terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat yang aman. Anak-anak adalah kelompok yang wajib dilindungi undang-undang, dan segala bentuk kekerasan terhadap mereka merupakan kejahatan yang tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.

Keluarga korban dan sejumlah elemen masyarakat berharap penyelidikan berjalan cepat, transparan, dan tuntas. Mereka menuntut agar siapa pun pelakunya segera diungkap dan dipertanggungjawabkan secara hukum agar tidak terulang kembali dan memberikan rasa keadilan bagi para korban.

Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk melengkapi berkas perkara.

Redaksi//

Detikdki.com 

Redaksi; Aziz

Berita Terkait

Haul Agung Mbah Sayyid Imam Nawawi Digelar di Desa Mbetek, Mojoagung  
Gus Lilur Bidik Kontrak Batu Bara 20 Juta Ton di Vietnam, Tetap Kawal Dugaan Risywah Muktamar NU
Kajari Tulang Bawang: Kantor Kejaksaan Milik Publik, Tapi Bijak Bermedsos Jangan Potong Rekaman
PERKUAT SOLIDARITAS, DPAC RANDUAGUNG GELAR MUSYAWARAH DENGAN TEMA “RANDUAGUNG BERSATU”
Stop Jual Beli Barang Ilegal, Beri Keadilan pada Pengusaha Taat Aturan
Proyek pendalaman waduk di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang dibiayai dari anggaran pemerintah mendapat sorotan tajam dari masyarakat
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Polisi Imbau Masyarakat Berani Laporkan Praktik Perjudian
Korban Penganiayaan di Valhalla Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Arjun Roy dan Leonardo Sirait Dampingi Audiensi Delegasi Pengusaha Jepang, Dorong Kolaborasi Investasi Indonesia– Jepang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Peringati HUT ke 62, Golkar Ziarah di TMP Kalibata, Putri Nabila Damayanti, SH Hadir Bersama DPP AMPG

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Payung Pemuda Demokrasi, Dorong Pelajar Mengembangkan Potensi Diri melalui Pendidikan dan Diskusi Publik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Menuju Kongres, Pengurus DPP Organisasi Maluku Utara Bersatu Matangkan Tata Kelola Lembaga Melalui Pembenahan Administrasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Ruang publik dan konstelasi politik kembali dihentak oleh pernyataan tajam dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian

Rabu, 16 September 2026 - 05:55 WIB

Munjirin Grebek Lumpur PHB Cacing, Kapasitas Saluran Didorong Kembali Optimal Jelang Musim Hujan

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Warga Desak Presiden Turun Tangan, Pemerintahan Aceh Dinilai Perlu Dievaluasi

Berita Terbaru