Saluran Air Utama di Jalan Raya Kutabumi,Kutabaru Dipenuhi Sampah, Tokoh Masyarakat: Jangan Hanya Slogan

Ysf Kaperwil Banten

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:22 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saluran Air Utama di Jalan Raya Kutabumi,Kutabaru Dipenuhi Sampah, Tokoh Masyarakat: Jangan Hanya Slogan

 

*KABUPATEN TANGERANG* – Kondisi memprihatinkan terjadi di Saluran Air Utama yang berada di sisi Jalan Raya Kutabumi, Kutabaru  Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. Saluran tersebut kini dipenuhi tumpukan sampah, lumpur, hingga mengalami pendangkalan. Warga khawatir kondisi ini akan memicu banjir di pemukiman sekitar, khususnya di wilayah Kutabumi dan Kutabaru.

 

Keluhan warga pun mulai menguat. Tokoh dan masyarakat angkat bicara meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Karnu Wijayanto, SH, adalah salah satu Tokoh masyarakat. Ia mengatakan, Kesadaran rendah terhadap kebersihan lingkungan berakibat lingkungan kumuh, sampah berserakan dimana mana, Saluran air/got tertutup sampah ditambah banyak fasilitas umum berfungsi untuk kegiatan ekonomi.

 

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Bila hal diatas terus terjadi dan tidak ada tindakan hukum yang tegas, maka kerusakan lingkungan, banjir akan terjadi tinggal tunggu waktu aja, dan bila sudah terjadi lingkungan rusak bahkan mungkin Kurban jiwa, untuk memulihkan butuh biaya mahal, unjung ujungnya pajak rakyat yang membiayainya,” ujar Karnu, Kamis(9-7-2026).

 

Untuk itu, lanjut Karnu, sebelum terjadi sebaiknya di imbau semua fihak untuk sadar lingkungan, fasilitas umum di difungsikan sesuai fungsinya, aturan ditegakkan tanpa pandang bulu.

*”Jangan hanya slogan. Harus ada aksi nyata di lapangan. Spanduk dan poster sudah banyak, tapi kalau saluran tetap mampet dan tidak ada sanksi, sama saja bohong,”* tegasnya.

 

Di tempat terpisah, Alexander Salembun, PLT DPC Perkumpulan Wartawan Fas Respon Nusantara (PW FRN) Kabupaten Tangerang mengatakan, Penyebab terjadinya banjir di pemukiman Warga Kutabumi dan Kutabaru, diduga saluran air Utama di sisi jalan Raya umum Kutabumi, Kutabaru terjadi pendangkalan dipenuhi sampah dan lumpur.

 

Ia menilai kondisi saluran saat ini sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan bencana. “Oleh karena itu, lanjut Alex, Ia meminta Dinas terkait agar turun melakukan permintaan warga.” Tutupnya.

 

*Imbauan Sudah Ada, Aksi Mana?*

Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri sudah mengeluarkan imbauan melalui poster “AYO WARGA KELOLA SAMPAH DENGAN BIJAK” yang diperkuat Perda Nomor 1 Tahun 2023 dan SE Bupati Nomor 600.1/3131-DLHK/2023 tentang penekanan polusi udara.

 

Namun warga menilai imbauan tanpa pembuktian di lapangan akan percuma. Yang dibutuhkan sekarang adalah 3 hal:

1. *Normalisasi dan pengerukan* saluran utama secara berkala

2. *Penegakan hukum* bagi pembuang dan pembakar sampah sembarangan

3. *Edukasi berkelanjutan* yang dibarengi fasilitas TPS dan bank sampah yang memadai.

Redaksi

Ysf

Berita Terkait

Polresta Tangerang Bareng Mahasiswa Lentera Muda Gelar Jumat Asri, Bersih-bersih Lingkungan di Tigaraksa
Polresta Tangerang Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Sentul Balaraja
Ketum Fast Respon Apresiasi Langkah Antisipasi Dini Kapolda Kalteng dalam Pencegahan Karhutla
Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran, Kapolresta Tangerang Minta Warga Jangan Bakar Sampah Sembarangan
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno Resmi Ditahan Kejari Cikarang, Kasus Dugaan Pengeroyokan Segera Disidangkan
TP PKK Kabupaten Tangerang Gelar Bina Wilayah di Kutabumi, Soroti Inovasi “Rumah Dilan”, Kebun Anggur, dan e-DAWIS
Alumni Gontor 2003 Ki barkan Merah Putih di Puncak Gunung Karang
*Kumpulkan Perwira Satlantas, Kapolresta Tangerang Minta Penanganan Laka Cepat dan Profesional*

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:07 WIB

Aksi damai Barisan nasional pemuda madura ( BNPM )DPC kamal dan seluruh pemuda kamal yang di pimpim langsung oleh ketua DPD Barisan pemuda nasional madura (BNPM) bangkalan

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:35 WIB

Genjot Pembangunan, Koramil 411-04/Tmj, Kodim 0411/KM, Bersama Ratusan Warga Gotong Royong Cor Jembatan Sungai Punggur Utara.

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:36 WIB

Skandal Dana Desa Kali Tengah: Rp75 Juta Hanya untuk Tambahan Relief dan Sayap Gapura, Kades Akui Tak Tahu Detail

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:55 WIB

Diduga Ada Pungli Surat Kesehatan Nikah Rp150 Ribu, Ketua LPK-GPI Tulang Bawang Angkat Bicara

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:39 WIB

Korban Penipuan Umroh Rp83,5 Juta di Sidoarjo Keluhkan Lambatnya Proses Hukum, Tersangka Masih Bebas

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:31 WIB

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:58 WIB

Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:08 WIB

Sertifikasi Bukan Pengganti Gaji, PAKIS Minta Pemkab Bangkalan Bertanggung Jawab

Berita Terbaru