BANYUWANGI // Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti RT 001/RW 007, Dusun Gedangan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (28/06/2026). Ratusan warga berkumpul di sepanjang jalan kampung dan halaman rumah untuk mengikuti tradisi tahunan Selamatan Barikan, yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal sebagai Selamatan Latar atau Selamatan Bumi dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suro.
Tradisi turun-temurun yang telah diwariskan oleh para leluhur ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan selama setahun terakhir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang masih lestari hingga saat ini.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua RW 007, Bapak Samsul, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia. Berkat semangat gotong royong yang masih kuat, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar. Para pemuda Dusun Gedangan bergotong royong menyiapkan lokasi acara, para sesepuh membimbing jalannya prosesi adat, sementara kaum ibu sejak pagi hari telah sibuk memasak berbagai hidangan kenduri yang nantinya dinikmati bersama.
Dalam sambutannya, Bapak Samsul menyampaikan bahwa tradisi Selamatan Latar bukan sekadar acara seremonial, melainkan warisan budaya yang harus terus dijaga oleh generasi muda.
“Tradisi ini merupakan peninggalan leluhur yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga budaya ini tetap lestari dan menjadi perekat kerukunan warga,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan sesepuh Dusun Gedangan, di antaranya Bapak Kencreng, Bapak Gopar, Bapak Eko, Bapak Solikhin, Bapak Jhoni, Bapak Ary, Bapak Supri, dan Bapak Takim, bersama seluruh warga yang hadir dengan penuh antusias.
Prosesi inti diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh dusun sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh masyarakat diberikan keselamatan, kesehatan, dijauhkan dari segala musibah, marabahaya, dan bencana, serta dilimpahkan rezeki yang berkah dan melimpah bagi seluruh warga.
Setelah doa selesai, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, kemudian ditutup dengan tradisi Kembul Pujana, yaitu makan bersama di atas daun pisang yang disusun memanjang. Tradisi ini menjadi lambang kebersamaan, persatuan, serta eratnya ikatan kekeluargaan di tengah masyarakat Dusun Gedangan.
Melalui pelaksanaan Selamatan Latar setiap menjelang Bulan Suro, masyarakat berharap nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap terjaga, semangat gotong royong terus tumbuh, dan kehidupan warga Dusun Gedangan senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, serta kerukunan sepanjang tahun. Laporan Kontributor: Tim Jurnalisme Warga Desa Temuguruh, Banyuwangi.
Pimpinan Redaksi Mat Sukeni
Detikdki.com
Investigasi





















