Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

MAT SUKENI

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:39 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekarmaya // Dugaan praktik jual beli tanah pengairan di wilayah Desa Mekarmaya terus menjadi perhatian masyarakat. Lahan yang diduga merupakan bagian dari fungsi pengairan tersebut disebut-sebut telah dialihkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dengan melibatkan oknum pemerintah desa serta oknum penghuni Grand Cilamaya Residence (GCR).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, tanah yang diduga merupakan tanah pengairan tersebut kabarnya diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp3,5 juta per kapling. Informasi ini menimbulkan keresahan dan pertanyaan publik mengenai legalitas transaksi serta status hukum tanah yang diperjualbelikan tersebut.Di lokasi yang diduga menjadi objek transaksi, tampak adanya aktivitas pemagaran dan pembangunan yang semakin menguatkan dugaan telah terjadi penguasaan lahan secara fisik. Warga meminta pemerintah dan aparat terkait segera melakukan penelusuran guna memastikan apakah lahan tersebut memang merupakan tanah pengairan atau aset yang diperuntukkan bagi kepentingan umum.

Apabila terbukti tanah tersebut merupakan tanah pengairan, fasilitas umum, atau aset negara/daerah yang dialihkan tanpa prosedur yang sah, maka pihak-pihak yang terlibat berpotensi menghadapi konsekuensi hukum berupa pembatalan transaksi, pembongkaran bangunan, sanksi administrasi, gugatan perdata, hingga proses pidana apabila ditemukan unsur penyalahgunaan kewenangan, pemalsuan dokumen, penggelapan aset, atau tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara maupun daerah.Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, instansi pengairan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi secara terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika benar tanah pengairan diperjualbelikan dengan sistem kapling dan melibatkan oknum tertentu, maka persoalan ini harus diusut secara transparan karena menyangkut aset yang memiliki fungsi sosial dan kepentingan publik,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Mekarmaya maupun pihak lain yang disebut-sebut terkait dengan dugaan transaksi tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi yang berkembang saat ini masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak-pihak yang berwenang.

Redaksi//

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Abah Edy Macan Soroti Dugaan KDRT yang Dialami Anggota Media Radar CNN, Dorong Aparat Menangani Perkara Secara Serius
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria dengan 4 Paket Sabu Seberat 20,45 Gram di Sawahan
Satreskrim Polres Kotim Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Perangkat Tower Telkomsel, Kerugian Capai Rp258 Juta
MINGGU KASIH, KAPOLRES KOTIM SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS KEPADA JEMAAT GEREJA YHS
Satgas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 32,2452 KG Sabu dan 4.867 Butir Ekstasi di Perbatasan RI–Malaysia
DIDUGA Dikeroyok Tiga Pemuda di Buton, Warga Slempit Gresik Tersungkur dan Alami Pemukulan Berulang
Soal Tuduhan Korupsi BUMD Rp30 Miliar, Novi Marzani Somasi Ketua Fortuba 3×24 Jam
Bangun Sinergi DePA-RI – UNISRI Cetak Advokat Berkarakter, Profesional, dan Berintegritas

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Pendistribusian Bantuan Ribuan Liter Air Bersih ke Sindang Jaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Sangkal Cemari Saluran Air, PT Silent Cicada Tech Berikan Klarifikasi 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:44 WIB

AKSI JILID III FABEM BOGOR RAYA: DESAK PERTANGGUNGJAWABAN BUPATI, WAKIL BUPATI, DAN APH ATAS BERBAGAI KASUS HUKUM DI BOGOR

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Penelusuran Gudang di Dadap Ungkap Sejumlah Pertanyaan, Dugaan Oli Palsu Menunggu Pemeriksaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:43 WIB

DUGAAN PUNGLI & PNBP TAK DIBAYAR DI PASAR BABAKAN TANGERANG, PT DUA DUNIA MOLALA KEBAL HUKUM – DIDUGA DIBEKINGI OKNUM DEWAN MG & WWN

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Agus Flores: 80 Persen Fokus Bantu Kapolri Berantas Narkoba, FRN Tetap Dapat Dukungan Bang Suyudi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:20 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Bekasi Student Futsal Cup 2026: Perkuat Sportivitas, Cegah Tawuran dan Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru