Adicara tradisi Jawa kTRADISI SURASAMBADHA TRADISI JAWA TIMUR YANG HAMPIR PUNAH

MAT SUKENI

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:49 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK //  Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti kediaman Sesepuh Bapak Miono atau yang akrab disapa Masdres di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, dalam kegiatan tradisi “Mapak sasi sura” 2026 melalui acara bertajuk “Adicara Surasambadha di Bulan Sura 2026 dengan tema “Amreta Sabuana, Gerak – Doa – Mamuja.”Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Jawa Nusantara untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan perjalanan spiritual para leluhur Jawa kuna. Malam 1 Suro yang diyakini sebagai malam sakral dalam penanggalan Jawa menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memanjatkan doa, serta mempererat persaudaraan antar sesama anak bangsa.

Tak hanya dihadiri warga sekitar, kegiatan tersebut juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yakni memohon kepada Gusti Allah SWT agar diberikan keselamatan, kesehatan, ketentraman batin, kebijaksanaan, serta kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Sejak jauh hari sebelum pelaksanaan, para sahastri, pengikut, dan panitia yang dipimpin oleh Sesepuh Miono / masndres telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan matang. Kekompakan dan semangat gotong royong terlihat dalam setiap persiapan hingga pelaksanaan acara.

Adapun susunan kegiatan yang digelar meliputi:

1. Sambutan Ketua Panitia.

2. Penyerahan Tumpeng Kuat dan Tumpeng Kuning.

3. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

4. Pembacaan Teks Pancasila.

5. Jamasan Pasopati Tirtha Usada Mahakali.

6. Bedaya Manembah Ring Pratiwi.

7. Kembul Bujana sebagai penutup rangkaian kegiatan surasambadha 2026

Perpaduan antara nilai spiritual, budaya, dan nasionalisme tampak begitu kuat dalam setiap prosesi. Lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila menjadi simbol bahwa pelestarian budaya leluhur tidak terlepas dari kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Prosesi jamasan dan ritual budaya yang dijalankan dengan penuh penghormatan menjadi sarana penyucian diri lahir dan batin. Sementara Kembul Bujana menjadi ruang berbagi kebersamaan yang mempertemukan berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang sosial, usia, maupun daerah asal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh kekhidmatan. Tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dinamis.

Dalam kesempatan tersebut, Sesepuh Bapak Miono / masndres menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan, santri, panitia, serta masyarakat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara.

 

“Semoga tradisi luhur ini tetap lestari, menjadi jalan untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kita manusia yang bermanfaat bagi sesama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Peringatan Mapak sasi Sura bukan sekadar seremoni budaya, melainkan sebuah pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan akar sejarah dan warisan leluhurnya. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, tradisi seperti Suroan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam bingkai kebudayaan Nusantara yang kaya dan penuh makna. Rahayu pan samya pinanggi

Pimpinan Redaksi Mat Sukeni 

Detikdki.com

Investigasi 

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
Sertifikasi Bukan Pengganti Gaji, PAKIS Minta Pemkab Bangkalan Bertanggung Jawab
Sejumlah Media Mengecam Keras Aksi Main Hakim Sendiri: Tidak Ada Satupun Harta dan Tahta Yang Sebanding Dengan Nyawa Manusia
Maraknya Judi Tembak Ikan di Kecamatan Sei Bamban, Warga Minta Penertiban
Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
KLAIM “KEBAL HUKUM” KADES GUNUNG SERENG: PUNGLI SUMUR BOR Rp1,5 JUTA & PENYALAHGUNAAN BANSOS MEMICU KEMARAHAN WARGA

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno Resmi Ditahan Kejari Cikarang, Kasus Dugaan Pengeroyokan Segera Disidangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:35 WIB

TP PKK Kabupaten Tangerang Gelar Bina Wilayah di Kutabumi, Soroti Inovasi “Rumah Dilan”, Kebun Anggur, dan e-DAWIS

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:13 WIB

Alumni Gontor 2003 Ki barkan Merah Putih di Puncak Gunung Karang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:12 WIB

*Kumpulkan Perwira Satlantas, Kapolresta Tangerang Minta Penanganan Laka Cepat dan Profesional*

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:11 WIB

Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:41 WIB

BONGKAR! Proyek Paving Tegal Kunir Lor Diduga Bancakan, Kualitas Sampah Anggaran Gelap Gulita

Senin, 27 Juli 2026 - 21:14 WIB

Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan dan Enam Anggota Ditangkap Bareskrim Polri

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Secangkir Kopi, Sejuta Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Warga Blok 6 Perumnas Helvetia Medan

Berita Terbaru