YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

MAT SUKENI

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:37 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI // Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Pegasus bersama Tim Satuan Khusus menyatakan sikap tegas terhadap keberadaan usaha pemotongan ayam yang diduga beroperasi tanpa kelengkapan perizinan di wilayah Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.Sikap tersebut muncul setelah berbagai laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas pemotongan ayam dalam skala besar yang disebut mencapai kurang lebih tiga kuintal per hari. Selain persoalan legalitas usaha, masyarakat juga menyoroti dugaan penggunaan tabung LPG subsidi 3 kilogram yang sejatinya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro tertentu sesuai ketentuan pemerintah.Ketua Tim Investigasi YBH Pegasus menegaskan bahwa setiap bentuk kegiatan usaha wajib mematuhi aturan perizinan, standar kesehatan lingkungan, serta ketentuan penggunaan energi bersubsidi. Apabila ditemukan pelanggaran, maka aparat penegak hukum dan instansi terkait diminta bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan akibat aktivitas usaha yang diduga tidak memenuhi ketentuan hukum. Negara telah mengatur mekanisme perizinan dan penggunaan barang bersubsidi. Jika benar terjadi pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas perwakilan YBH Pegasus.

Menurut informasi yang dihimpun, warga sekitar juga mempertanyakan dampak lingkungan yang mungkin timbul dari aktivitas pemotongan ayam tersebut, termasuk pengelolaan limbah hasil produksi yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani sesuai standar.

YBH Pegasus bersama Tim Satuan Khusus menyatakan akan mengawal persoalan ini dan meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas usaha, izin lingkungan, izin operasional, hingga penggunaan LPG subsidi yang diduga digunakan dalam kegiatan usaha berskala komersial.

Potensi Ketentuan Hukum yang Dapat Menjadi Acuan

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta peraturan turunannya terkait kewajiban perizinan berusaha berbasis risiko.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, apabila ditemukan pengelolaan limbah yang menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah, khususnya ketentuan mengenai penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar atau LPG bersubsidi yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketentuan mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha, dan persyaratan operasional rumah potong unggas yang wajib dipenuhi sesuai regulasi pemerintah pusat maupun daerah.

YBH Pegasus menegaskan bahwa langkah pengawasan ini bukan untuk menghambat kegiatan usaha masyarakat, melainkan untuk memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan aktivitasnya sesuai hukum, menjaga keselamatan lingkungan, serta tidak menyalahgunakan fasilitas subsidi yang menjadi hak masyarakat yang berhak menerimanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola usaha yang menjadi sorotan belum memberikan keterangan resmi. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya hasil pemeriksaan dari instansi berwenang dan putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Redaksi//

Detikdki.com 

Redaksi (Tim Investigasi) :::

Berita Terkait

Diduga Ada Pungli Surat Kesehatan Nikah Rp150 Ribu, Ketua LPK-GPI Tulang Bawang Angkat Bicara
Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
Sertifikasi Bukan Pengganti Gaji, PAKIS Minta Pemkab Bangkalan Bertanggung Jawab
Sejumlah Media Mengecam Keras Aksi Main Hakim Sendiri: Tidak Ada Satupun Harta dan Tahta Yang Sebanding Dengan Nyawa Manusia
Maraknya Judi Tembak Ikan di Kecamatan Sei Bamban, Warga Minta Penertiban
Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:17 WIB

Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran, Kapolresta Tangerang Minta Warga Jangan Bakar Sampah Sembarangan

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno Resmi Ditahan Kejari Cikarang, Kasus Dugaan Pengeroyokan Segera Disidangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:35 WIB

TP PKK Kabupaten Tangerang Gelar Bina Wilayah di Kutabumi, Soroti Inovasi “Rumah Dilan”, Kebun Anggur, dan e-DAWIS

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:12 WIB

*Kumpulkan Perwira Satlantas, Kapolresta Tangerang Minta Penanganan Laka Cepat dan Profesional*

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:54 WIB

Menjelang pergantian bulan agustus pelayanan SIM humaris penuh dengan Kepedulian, ramah tamah, dan Profesionalisme di Tegal

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:11 WIB

Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:41 WIB

BONGKAR! Proyek Paving Tegal Kunir Lor Diduga Bancakan, Kualitas Sampah Anggaran Gelap Gulita

Senin, 27 Juli 2026 - 21:14 WIB

Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan dan Enam Anggota Ditangkap Bareskrim Polri

Berita Terbaru