Bangkalan, // 5 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, Dewan Pimpinan Daerah Barisan Nasional Pemuda Madura (DPD BNPM) Kabupaten Bangkalan menyuarakan keprihatinan mendalam atas pengelolaan sampah di daerah yang dinilai masih jauh dari harapan. Menurut BNPM, Pemerintah Kabupaten Bangkalan dinilai belum cukup tanggap dan serius dalam mengatasi persoalan tumpukan sampah yang kini menyebar hingga ke pelosok desa.
Mahrum Tosin, selaku Ketua DPD BNPM Bangkalan, menyampaikan pandangannya bahwa kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan terkesan pasif dan membiarkan masalah sampah menumpuk di mana-mana. Permasalahan ini bukan hanya ditemukan di pusat perkotaan saja, namun sudah merambah ke seluruh kecamatan hingga ke pelosok desa di wilayah Bangkalan.
“Saat kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, seharusnya ini menjadi momen refleksi bersama. Namun kenyataannya, tumpukan sampah masih kita temukan di jalan-jalan, pinggir sungai, hingga pusat keramaian. Salah satu contoh nyata yang sangat terlihat adalah kondisi di Pasar Kwanyar, Kecamatan Kwanyar. Sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan warga maupun pedagang, seolah tidak ada penanganan serius dari pihak berwenang,” ungkap Mahrum Tosin, Kamis (5/6).
Lebih lanjut, Mahrum menyoroti ketimpangan yang terlihat dalam pengelolaan retribusi pasar. Menurut pengamatannya, pihak pengelola sangat tegas dan rajin dalam memungut retribusi maupun karcis dari para Pedagang Kaki Lima (PKL), namun pengembalian manfaatnya dalam bentuk kebersihan lingkungan sangat minim.
“Kami pertanyakan, kemana sebenarnya alokasi dana hasil pungutan retribusi dan karcis pasar tersebut? Jika pemungutannya sangat ketat, maka penanganan kebersihan juga harus setara ketatnya. Jangan hanya memeras pedagang dengan biaya, tapi sampah dibiarkan menumpuk berhari-hari hingga membusuk dan mencemari lingkungan,” tegas Mahrum.
BNPM Bangkalan berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia mendesak DLH dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengevaluasi ulang kinerja dan sistem pengelolaan persampahan. Selain itu, transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari retribusi pasar harus jelas agar masyarakat mendapatkan haknya berupa lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Pemuda Madura tidak akan diam jika lingkungan kita terus rusak akibat kelalaian pengelolaan sampah. Kami siap mengawal dan memastikan agar Bangkalan menjadi kabupaten yang bersih dan asri, bukan daerah yang dipenuhi tumpukan sampah,”
Redaksi//
Detikdki.com
Mahrum Tosin.

















